Portal Berita Ekonomi Rabu, 03 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,93% di akhir sesi II.

Rupiah Rp20.000 per US$, BI: Itu Cuma Skenario Bukan Proyeksi

Rupiah Rp20.000 per US$, BI: Itu Cuma Skenario Bukan Proyeksi
WE Online, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menegaskan kembali bahwa indikator makro yang disampaikan pada saat konferensi pers bersama Langkah Penguatan Perlindungan Sosial dan Stimulus Ekonomi pada Rabu (1/4/2020) adalah what if scenario dan bukan merupakan angka proyeksi. What if scenario disusun agar hal tersebut dapat dicegah dan diantisipasi melalui upaya bersama dengan Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Adapun dalam Konferensi Pers bersama Menteri Keuangan, Menko Perekonomian, Ketua DK OJK, Ketua DK LPS, dan Gubernur BI tersebut, disampaikan skenario terburuk pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 2,3% dan skenario sangat buruk -0,4%. Sementara, skenario terburuk nilai tukar rupiah tahun ini Rp17.500 per US$ dan skenario sangat buruk Rp20.000 per US$.

Baca Juga: BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Rp15 Ribu per US$ di Akhir Tahun

"Terkait angka makro ekonomi yang disampaikan, kami perlu tekankan angka makro itu adalah what if scenario, bukan proyeksi. What if scenario, bukan proyeksi ya. Kita dengan berbagai policy yang dilakukan baik, pertumbuhan ekonomi kita diupayakan akan tidak lebih rendah dari 2,3% PDB dengan langkah stimulus fiskal dan stabilitas di sektor keuangan termasuk nilai tukar," ujar Perry di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

"Termasuk juga saya tekankan, nilai tukar yang skenario berat Rp17.500 per US$ dan Rp20.000 per US$ itu what if scenario bukan proyeksi. Nilai tukar saat ini memadai dan stabilisasi koordinasi erat akan cenderung menguat di Rp15.000 per US$ di akhir tahun," tambahnya.

Dia memaparkan, latar belakang adanya what if scenario ini karena minggu lalu terjadi pergerakan manusia dari wilayah Jakarta ke berbagai daerah, di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, bahkan juga ke beberapa daerah di luar Jakarta.

"Nah, kalau what if ini terjadi makanya penyebaran wabah Covid-19 akan meluas. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Oleh karena itu, bapak presiden berdiskusi dengan sejumlah gubernur provinsi lakukan berbagai upaya, itu sebagai antisipasi," ucapnya.

Dalam konteks seperti ini, kata Perry, tentunya memerlukan kemampuan pembiayaan untuk atasi langkah di bidang kesehatan. Perlu ada tambahan anggaran untuk kesehatan, tambahan untuk bidang jaminan sosial masyarakat, dan tambahan anggaran baik untuk pemulihan ekonomi termasuk UMKM.

"What if scenario ini timbulkan keperluan defisit fiskal yang lebihi 3%. Itu mencegah dampak tidak hanya pewabahan, tapi juga ke ekonomi. Untuk itu makanya, berbagai langkah bersama didiskusikan dibahas dan kemudian diputuskan agar what if scenario-nya dicegah, bisa diantisipasi secara baik aspek kesehatan ekonomi, sehingga what if scenario itu tidak terjadi. Kita terus berupaya agar pertumbuhan ekonomi tidak jatuh di bawah 2,3% dengan langkah stimulus fiskal yang diputuskan dan berkaitan dengan fungsi bank sentral, OJK, dan LPS," tegasnya.

Baca Juga

Tag: Ekonomi Indonesia, Bank Indonesia (BI), Rupiah

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,815.12 3,775.14
British Pound GBP 1.00 18,001.23 17,820.69
China Yuan CNY 1.00 2,014.10 1,993.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,316.23 14,173.78
Dolar Australia AUD 1.00 9,921.15 9,821.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,847.18 1,828.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,235.38 10,132.09
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.57 15,851.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,360.62 3,321.72
Yen Jepang JPY 100.00 13,200.77 13,068.21
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4847.507 93.895 692
2 Agriculture 966.684 1.753 22
3 Mining 1270.446 32.245 49
4 Basic Industry and Chemicals 759.541 13.808 78
5 Miscellanous Industry 854.205 -4.191 52
6 Consumer Goods 1820.498 13.773 58
7 Cons., Property & Real Estate 326.467 3.510 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 883.534 19.450 78
9 Finance 995.519 33.004 93
10 Trade & Service 611.583 4.950 172
No Code Prev Close Change %
1 ASBI 270 336 66 24.44
2 DIVA 940 1,145 205 21.81
3 BBTN 760 925 165 21.71
4 AKSI 117 141 24 20.51
5 MBTO 59 70 11 18.64
6 TMPO 127 148 21 16.54
7 DUCK 470 540 70 14.89
8 PJAA 466 535 69 14.81
9 PANS 745 855 110 14.77
10 ETWA 64 73 9 14.06
No Code Prev Close Change %
1 DFAM 400 372 -28 -7.00
2 STTP 8,300 7,725 -575 -6.93
3 ARKA 1,300 1,210 -90 -6.92
4 LAND 318 296 -22 -6.92
5 NATO 535 498 -37 -6.92
6 CASS 188 175 -13 -6.91
7 VICO 116 108 -8 -6.90
8 ADES 960 895 -65 -6.77
9 OCAP 150 140 -10 -6.67
10 POLI 1,050 980 -70 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,950 3,180 230 7.80
2 BBTN 760 925 165 21.71
3 PURA 75 77 2 2.67
4 TKIM 3,970 4,260 290 7.30
5 BBCA 25,950 26,800 850 3.28
6 TLKM 3,150 3,250 100 3.17
7 ICBP 8,150 8,475 325 3.99
8 BMRI 4,470 4,620 150 3.36
9 BBNI 3,830 3,970 140 3.66
10 INDF 5,750 6,025 275 4.78