Portal Berita Ekonomi Rabu, 03 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,93% di akhir sesi II.

Korut Beberkan Alasan Negaranya Nihil Kasus Corona, Salah-satunya karena Ada Langkah...

Korut Beberkan Alasan Negaranya Nihil Kasus Corona, Salah-satunya karena Ada Langkah...
WE Online, Seoul -

Korea Utara (Korut) masih optimis negaranya terbebas dari infeksi virus corona baru atau Covid-19. Hal itu menimbulkan keraguan di dunia, ketika infeksi global telah mendekati angka satu juta kasus yang tersebar di 203 wilayah dan negara di dunia.

Korut sebagai negara yang memang sudah terisolasi dari dunia ini dengan cepat menutup perbatasan dan memberlakukan tindakan pengamanan sejak Januari. Saat itu, negara tetangganya, China terdeteksi memiliki virus baru.

Baca Juga: Kabar Baik! Respons Positif AS soal Corona di Korut Bisa Selamatkan Nyawa dan Capai Perdamaian

Direktur Markas Besar Anti-epidemi Darurat Pusat Korut, Pak Myong-su menegaskan upaya tersebut sepenuhnya berhasil mengekang virus masuk ke negara Asia Timur itu.

"Sejauh ini tidak ada satu orang pun yang terinfeksi Covid-19 di negara kami," kata Pak kepada AFP, Kamis (2/4/2020).

Menurutnya, negara telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan ilmiah seperti inspeksi dan karantina bagi semua orang yang memasuki Korut.

Pemerintah Korut juga telah mendisinfeksi seluruh barang yang masuk ke dalam negeri, menutup perbatasan, dan memblokir jalur laut dan udara, yang menurut Myong-su hal-hal itu penyebab Korut terbebas dari infeksi corona.

Kendati demikian, para ahli menilai, Korut sangat rentan terhadap virus karena sistem medis di negara tersebut sangat lemah. Terlebih, negara itu mendapatkan sanksi internasional yang telah menyebabkan kekurangan pangan.

PBB memperkirakan 10,3 juta orang atau hampir setengah dari populasi Korut sangat membutuhkan pangan. Sekitar 41 persen penduduk Korut kekurangan gizi. 

Pada Maret, Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un mengirim surat kepada Presiden Korea Selatan (Korsel). Surat memang tidak dirilis ke publik, tetapi sekretaris pers senior Moon mengatakan, bahwa surat itu berisi kekhawatiran dan harapan baik Kim tentang Covid-19. Hal itu menimbulkan spekulasi apakah Korut telah bersiap menerima bantuan soal virus corona.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donadl Trump juga mengatakan, Korut akan melalui sesuatu. Dia juga menawarkan kerja sama dalam memerangi pandemi Covid-19 ini dalam surat pribadinya kepada Kim.

Sejumlah kabar melaporkan bahwa Pyongyang yang telah mendapatkan berbagai sanksi internasional atas program rudal nuklir dan balistiknya, telah mencari bantuan terkait virus.

Pada Februari 2020, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, pihaknya telah memberi Pyongyang 1.500 alat tes diagnostik virus corona atas permintaannya karena risiko yang berkelanjutan dari Covid-19 yang baru di negara tersebut.

PBB telah memberikan pengecualian sanksi kepada kelompok-kelompok bantuan, termasuk Doctors Without Bordes (Medecins Sans Frontieres, atau MSF) dan UNICEF, untuk barang-barang seperti kit diagnostik, masker wajah, peralatan pelindung dan desinfektan. Namun, belum dapat dipastikan apakah pasokan itu telah dikirim ke Korut atau tidak.

Menurut data yang diunggah di Kantor PBB untuk situs web Koordinasi Urusan Kemanusiaan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana untuk menghabiskan 900 ribu dolar AS untuk mendukung kegiatan tanggapan soal pandemi corona di Korut.

Berdasarkan data WHO mengatakan, hampir semua negara telah melaporkan adanya kasus corona. WHO juga mencatat hampir satu juta kasus positif Covid-19 tercatat di seluruh dunia.

Melansir laman Wordometers, sebanyak 940.733 kasus infeksi corona tercatat di 203 negara. Sementara 47.518 orang meninggal dunia karena Covid-19, dan 196.217 orang sembuh.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, COVID-19, COVID-19, Virus Corona, Virus 2019-nCoV

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,815.12 3,775.14
British Pound GBP 1.00 18,001.23 17,820.69
China Yuan CNY 1.00 2,014.10 1,993.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,316.23 14,173.78
Dolar Australia AUD 1.00 9,921.15 9,821.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,847.18 1,828.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,235.38 10,132.09
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.57 15,851.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,360.62 3,321.72
Yen Jepang JPY 100.00 13,200.77 13,068.21
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4847.507 93.895 692
2 Agriculture 966.684 1.753 22
3 Mining 1270.446 32.245 49
4 Basic Industry and Chemicals 759.541 13.808 78
5 Miscellanous Industry 854.205 -4.191 52
6 Consumer Goods 1820.498 13.773 58
7 Cons., Property & Real Estate 326.467 3.510 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 883.534 19.450 78
9 Finance 995.519 33.004 93
10 Trade & Service 611.583 4.950 172
No Code Prev Close Change %
1 ASBI 270 336 66 24.44
2 DIVA 940 1,145 205 21.81
3 BBTN 760 925 165 21.71
4 AKSI 117 141 24 20.51
5 MBTO 59 70 11 18.64
6 TMPO 127 148 21 16.54
7 DUCK 470 540 70 14.89
8 PJAA 466 535 69 14.81
9 PANS 745 855 110 14.77
10 ETWA 64 73 9 14.06
No Code Prev Close Change %
1 DFAM 400 372 -28 -7.00
2 STTP 8,300 7,725 -575 -6.93
3 ARKA 1,300 1,210 -90 -6.92
4 LAND 318 296 -22 -6.92
5 NATO 535 498 -37 -6.92
6 CASS 188 175 -13 -6.91
7 VICO 116 108 -8 -6.90
8 ADES 960 895 -65 -6.77
9 OCAP 150 140 -10 -6.67
10 POLI 1,050 980 -70 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,950 3,180 230 7.80
2 BBTN 760 925 165 21.71
3 PURA 75 77 2 2.67
4 TKIM 3,970 4,260 290 7.30
5 BBCA 25,950 26,800 850 3.28
6 TLKM 3,150 3,250 100 3.17
7 ICBP 8,150 8,475 325 3.99
8 BMRI 4,470 4,620 150 3.36
9 BBNI 3,830 3,970 140 3.66
10 INDF 5,750 6,025 275 4.78