Dampak Negatif Corona: Masyarakat Khawatir Ada PHK Massal

Dampak Negatif Corona: Masyarakat Khawatir Ada PHK Massal Kredit Foto: Antara/M Agung Rajasa

Penyebaran virus corona atau Covid-19 di tengah masyarakat turut memukul perekonomian negara Indonesia. Hampir semua sektor perekonomian nasional mengalami perlambatan. Bahkan, ada kekhawatiran virus corona akan menyebabkan krisis ekonomi yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Statqo Analytics melaporkan bahwa terdapat lonjakan yang sangat signifikan pada kata kunci PHK di hampir semua lini masa seperti media sosial dan situs berita online.

"Hal ini menunjukkan bahwa gejala peningkatan angka PHK sudah mulai dirasakan oleh masyarakat dan perlu segera direspons oleh pemerintah," kata Statqo Analytics dalam laporan yang diterima di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Baca Juga: Demi Tolong Warganya Lawan Corona, Pabrik Rudal Israel Kini Produksi Ventilator

Di sisi lain, Statqo Analytics melaporkan kekhawatiran masyarakat juga terdapat pada kesediaan stok pangan. Padahal, pada minggu ketiga Maret 2020 sentimen masyarakat terkait ketersediaan sembako hingga masih cukup baik.

"Namun demikian, selama beberapa hari terakhir terdapat peningkatan sentimen negatif masyarakat terhadap sembako serta penurunan sentimen positif terkait sembako," jelas laporan tersebut.

Sentimen negatif masyarakat terhadap kesediaan sembako selaras dengan sentimen terhadap Presiden Joko Widodo. Berdasarkan data, sekitar 59 persen pemberitaan dan diskusi online tentang Presiden Jokowi mendapatkan sentimen negatif dari masyarakat.

"Pemerintah perlu memberikan stimulus yang efektif untuk meredam dampak negatif Covid-19 bagi pelaku usaha dan para buruh serta menjawab kekhawatiran masyarakat soal isu ketersediaan sembako dan peningkatan angka PHK," pungkas laporan tersebut.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini