Portal Berita Ekonomi Minggu, 07 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:58 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 2,06% pada level 9.814.
  • 10:57 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 3,15% pada level 27.110.
  • 10:56 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 2,64% pada level 3.193.
  • 10:55 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.685 USD/troy ounce.
  • 10:54 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,30 USD/barel.
  • 10:53 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,55 USD/barel.

Dampak Corona: Ribuan Hotel di Indonesia Tutup Temporer

Dampak Corona: Ribuan Hotel di Indonesia Tutup Temporer
WE Online, Jakarta -

Sebanyak 1.139 hotel di seluruh Indonesia telah tutup operasional terkait pandemi Covid-19 atau virus corona.

"Itu benar datanya. Gara gara virus, orang pada takut beraktivitas, berarti enggak ada tamu yang datang ke hotel. Masalah utamanya di penanganan virus, selama virus enggak diatasi maka dampak ekonomi makin parah," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani di Jakarta, belum lama ini.

Baca Juga: Daripada Tutup, Hotel Bisa Dijadikan Tempat Karantina ODP dan PDP Covid-19

Ia menjelaskan hotel-hotel ini tutup sementara karena situasi tidak ada tamu yang datang. Haryadi menepis terkait hotel yang bangkrut akibat penutupan operasional ini.

"Kalau bangkrut enggak, soalnya kalau bangkrut. Dia secara keuangan sudah minus lantaran antara kewajiban sama asetnya lebih besar kewajiban utangnya. Aset ada di situ, pinjaman terkelola, yang enggak ada cash flow-nya," jelas Haryadi.

Terkait data yang masuk, Haryadi mengatakan bahwa itu berdasarkan laporan dari Badan Pimpinan Daerah PHRI yang mengumpulkan semua data. Data-data itu diambil dari hotel-hotel yang melapor, yang sudah menyatakan diri untuk tutup operasional.

"Dari data itu yang di-collect sejauh ini paling banyak yang tutup dari Jawa Barat. Bali saja yang belum laporan lengkap, kemungkinan rugi paling banyak," terangnya.

Haryadi mengatakan bahwa pihaknya belum tahu persis kerugian totalnya yang pasti berapa. "Tapi, hitung-hitungan dari turis yang batal saja bisa dilihat dari situ. Sekarang sudah April, dari cancellation turis saja sudah berapa, paling enggak USD2 miliar (kerugian) ada tuh. Belum dihitung domestic travellers, itu besar banget kerugiannya," ungkap Haryadi.

Untuk karyawan, selama penutupan operasional ini, jelas dia, karyawan dianggap cuti di luar tanggungan perusahaan. "Kalau perusahaan punya dana lebih atau cadangan ya mereka dibayar tapi enggak penuh. Kalau habis cash ya enggak dibayar," jelasnya.

Menurut Haryadi, di situasi seperti ini, hotel tidak bisa memaksa untuk buka karena tidak ada income. Menurut dia, ekonomi baru bergerak jika virus corona sudah berhasil ditangani. "Orang kan takut, angka positif kasus bertambah tiap hari, angka meninggal lebih banyak dari yang sembuh, belum tentu yang periksa ke RS rujukan akan dilayani juga," lanjutnya.

Terkait hotel yang menawarkan ruang isolasi, Haryadi menjelaskan bahwa tidak semua hotel berani mengambil risiko itu.

"Masalahnya kalau terjadi penularan, karena (mungkin) bukan lewat droplet saja, tapi (bisa) lewat udara. 500 jemaat di gereja Bandung, 200 positif, enggak mungkin dari droplet, pasti udara. Enggak semua hotel berani ambil risiko karena hotel sistemnya beda sama RS, mulai dari lantai yang pakai karpet, ventilasi udaranya, dan hal lainnya," ungkap Haryadi.

Meski hotel tersebut sudah menawarkan sterilisasi, masih banyak pihak yang meragukan. "Dari jumlah yang mengisolasi diri, yang datang pasti yang ODP. Orang rumah takut kalau ada ODP, mau tidak mau isolasi diri di hotel, enggak ada orang sehat yang mau. Kita yang sehat saja takut pergi kemana-mana," tambahnya.

Haryadi menegaskan bahwa tidak serta merta menawarkan isolasi di hotel itu menjadi peluang bisnis bagi hotel.

Lebih lanjut dia mengaku belum tahu pwerkiraan kondisi untuk musim mudik nanti. Segala risiko menurut dia masih ditimbang-timbang. Haryadi mengatakan bahwa dalam situasi seperti ini mudik sangat tidak disarankan karena pergerakan manusia ini berpotensi membahayakan karena dapat menyebarkan virus corona lebih luas.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Virus Corona, Perhotelan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Unsplash/Marten Bjork

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66