Portal Berita Ekonomi Rabu, 15 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:05 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,47 USD/barel.
  • 13:05 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 43,07 USD/barel.
  • 13:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,18% terhadap Poundsterling pada level 1,2576 USD/GBP.
  • 13:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yen pada level 107,27 JPY/USD.
  • 13:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.808 USD/troy ounce.
  • 11:34 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,12% di akhir sesi I.

5 Keluarga Konglomerat Indonesia yang Investasi di Startup

5 Keluarga Konglomerat Indonesia yang Investasi di Startup
WE Online, Bogor -

Dengan 171,1 juta pengguna internet, ruang ekonomi digital di Indonesia diprediksi bakal tumbuh lebih besar. Laporan gabungan Google, Temasek, dan Bain & Co bahkan menyebut nilai ekonomi internet di Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai US$130 miliar (sekitar Rp2,2 Kuadriliun) pada 2025.

Pada akhirnya, hal itu menarik minat investor asing, khususnya dari Jepang, China, dan India untuk menyuntikan modal ke startup lokal. Di sisi lain, para konglomerat lokal juga tak mau ketinggalan untuk berinvestasi di sektor tersebut demi menciptakan 'senjata baru' dalam bisnis keluarga.

Beberapa di antara keluarga konglomerat itu memilih mengembangkan startup sendiri, tapi ada pula yang memilih tetap berperan sebagai pemodal.

Baca Juga: Mengapa Konglomerat Indonesia Masih Enggan Genjot Investasi di Startup?

Dengan menghimpun informasi dari berbagai sumber, berikut ini 5 keluarga konglomerat Indonesia yang aktif terlibat dalam dunia startup lokal:

1. Keluarga Riady (Lippo Group)

Anda tentu tak asing dengan korporat raksasa 'Lippo Group', kan? Nah, Keluarga Riady adalah dalang di balik seluruh bisnis di bawah naungan perusahaan itu. Mochtar Riady merupakan generasi pertama Keluarga Riady, diikuti oleh generasi kedua dengan anggota, antara lain: James Riady dan Stephen Riady.

Usaha mereka ke dalam industri teknologi dipimpin oleh Direktur Lippo Group saat ini, John Riady.

Pada 2015, Keluarga Riady mendirikan Venturra Capital yang sebelumnya bernama Lippo Digital Ventures. Setahun kemudian, mereka berpartner dengan Grab, kemudian meluncurkan situs belanja online Matahari Mall dan pembayaran digital Ovo.

Sayangnya, Matahari Mall ditutup pada 2018 dan terlahir kembali dengan nama 'Matahari.id'. Sementara pada 2019, Lippo menjual 70% saham di Ovo untuk menghindari praktik bakar uang di platform itu.

2. Keluarga Widjaja (Sinar Mas)

Dimulai oleh Eka Tjipta Widjaja, Sinar Mas awalnya bergerak sebagai perusahaan kertas, kemudian berekspansi ke layanan keuangan dan telekomunikasi.

Di sektor digital, Sinar Mas mulai bermitra dengan East Ventures pada 2012. Portofolio mereka yang paling terkenal, antara lain: Fore Coffee, Tokopedia, dan Traveloka.

6 tahun kemudian, Sinar Mas bersama dengan East Ventures dan Yahoo Jepang meluncurkan EV Growth yang berfokus mendanai startup di tahap pertumbuhan. Di tahun yang sama, Sinar Mas juga mendirikan Sinar Mas Digital Ventures (SMDV) yang telah menyuntikan modal ke HappyFresh, startup periklanan Stickearn, dan perusahaan SaaS logistik Waresix.

Tak cuma itu, Sinar Mas juga membentuk Latitude Venture Partners (LVP) dengan Linda Wijadja sebagai mitra pengelola. Dalam pendanaan, LVP berperan sebagai investor murni di startup tahap awal di sektor healthtech dan fintech, lalu menyiapkan US$1 juta-10 juta dalam tiap putaran pendanaan.

3. Keluarga Hartono (Djarum)

Keluarga yang menghasilkan pundi-pundi kekayaan pertama lewat Djarum ini memulai kiprah di dunia startup lewat putra Robert, yakni Mastin Basuki Hartono.

Setelah menyelesaikan studi di AS dan kembali ke Jakarta pada 1998, Martin bergabung dengan Djarum sebagai Direktur Teknologi Bisnis. Pada 2010, ia mendirikan Global Digital Prima Venture (GDP Venture) dan menerima dukungan dari Ayahnya.

Dengan modal US$100 juta, Martin membeli sejumlah saham situs terkenal di Indonesia, antara lain: Kasukus, Blibli.com, Tiket.com, Gojek, dan HaloDoc. Langkah selanjutnya, Martin mendirikan Inkubator Merah Putih lewat PT Merah Putih Colony.

4. Keluarga Sariatmadja (Emtek)

Manuver digital Emtek yang paling besar adalah akuisisi BlackBerry Messenger (BBM) pada 2016 melalui anak perusahaan Kreatif Media Karya Online (KMK Online). Namun, banyak yang menilai langkah itu tidak tepat karena saat itu pengguna sudah beralih memakai WhatsApp.

Di luar BBM, KMK Online juga berinvestasi ke e-commerce mode Bobobobo, situs Hijup, serta unicorn Bukalapak, serta startup media Vidio.

5. Keluarga Salim (Grup Salim, Indofood, Indomaret)

Usaha digital Keluarga Salim dimulai pada 2014 saat mereka menanamkan US$445 juta di Rocket Internet di Berlin, lewat anak usaha telekomunikasi asal Filipina, Phillippine Long Distance Telephone Company. Meskipun pengembaliannya tidak berlimpah, Grup Salim tak mundur dari sektor digital.

Pada 2017, Grup Salim mendirikan Blok71, inkubator yang bermitra dengan National University of Singapore Enterprise yang diprakarsai oleh Axton Salim. 

Di tahun yang sama, perusahaan konglomerat itu juga menggandeng Lotte Group Korea Selatan untuk mendirikan perusahaan e-commerce patungan, iLotte.

Grup Salim juga bermitra dengan startup biometrik Liquid Inc asal Jepang, bertujuan meluncurkan layanan pembayaran seluler yang dijamin oleh otentikasi sidik jari.

Baca Juga

Tag: ekonomi digital, konglomerat, Startup, Investasi

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Unsplash/The Creative Exchange

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,916.46 3,877.08
British Pound GBP 1.00 18,481.80 18,294.99
China Yuan CNY 1.00 2,098.11 2,077.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,689.08 14,542.92
Dolar Australia AUD 1.00 10,289.70 10,185.86
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.19 1,876.31
Dolar Singapura SGD 1.00 10,560.09 10,453.51
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,760.24 16,592.02
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,447.33 3,409.03
Yen Jepang JPY 100.00 13,697.39 13,558.57
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5079.122 14.675 696
2 Agriculture 1082.119 3.406 23
3 Mining 1314.351 -11.407 48
4 Basic Industry and Chemicals 779.246 11.753 80
5 Miscellanous Industry 890.379 7.993 52
6 Consumer Goods 1834.167 20.790 57
7 Cons., Property & Real Estate 311.880 -3.266 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.143 -3.438 78
9 Finance 1118.444 0.879 93
10 Trade & Service 605.111 -0.592 173
No Code Prev Close Change %
1 INDO 118 159 41 34.75
2 WOWS 50 67 17 34.00
3 AGRO 154 206 52 33.77
4 NIKL 500 625 125 25.00
5 SMBR 328 410 82 25.00
6 UANG 550 685 135 24.55
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 MBTO 64 79 15 23.44
9 DADA 88 104 16 18.18
10 KMTR 238 274 36 15.13
No Code Prev Close Change %
1 TALF 230 214 -16 -6.96
2 INCI 505 470 -35 -6.93
3 TCPI 3,480 3,240 -240 -6.90
4 HDFA 160 149 -11 -6.88
5 TNCA 160 149 -11 -6.88
6 CENT 102 95 -7 -6.86
7 POLL 5,100 4,750 -350 -6.86
8 DNAR 268 250 -18 -6.72
9 CANI 150 140 -10 -6.67
10 SOFA 90 84 -6 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 482 490 8 1.66
2 PURA 117 121 4 3.42
3 DOID 210 216 6 2.86
4 KAEF 1,195 1,340 145 12.13
5 BBRI 3,160 3,170 10 0.32
6 TOWR 1,065 1,065 0 0.00
7 INDY 930 920 -10 -1.08
8 TLKM 3,090 3,080 -10 -0.32
9 INAF 1,025 1,180 155 15.12
10 PTBA 2,170 2,140 -30 -1.38