Portal Berita Ekonomi Jum'at, 29 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,33% pada level 2.846.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,12% pada level 2.516.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,66% pada level 6.184.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,32% pada level 21.916.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,13% pada level 2.028.

Indonesia Rebut Pasar Ekspor Sawit Malaysia? Mungkinkah?

Indonesia Rebut Pasar Ekspor Sawit Malaysia? Mungkinkah?
WE Online, Jakarta -

Pemerintah Malaysia telah melakukan penutupan operasional perkebunan kelapa sawit di enam distrik di negara bagian seiring dengan langkah lockdown yang diambil pemerintah tersebut sejak 18 Maret 2020 dan direncanakan akan berakhir pada 14 April 2020 mendatang.

Keputusan tersebut diambil setelah sejumlah pekerja di enam distrik dengan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 1,54 juta hektare tersebut dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Kebijakan lockdown yang diambil pemerintah Malaysia untuk seluruh negara bagian khususnya di perkebunan kelapa sawit tersebut diperkirakan akan berdampak pada produksi dan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di negeri Jiran itu.

Baca Juga: Tolong Dicatat! Kelapa Sawit Bukan Penyebab Utama Deforestasi!

Dengan kondisi tersebut, sebenarnya Indonesia berpeluang untuk merebut pasar ekspor CPO dan produk turunannya dari Malaysia. Namun ternyata, Indonesia diperkirakan belum mampu untuk serta merta merebut pasar ekspor Malaysia tersebut meskipun telah menyandang status sebagai raja CPO dunia.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Fadhil Hasan, berkata, "Indonesia belum bisa memanfaatkan momentum tersebut. Peluang Indonesia terbatas karena permintaan memang lemah di pasar utama seperti India dan China. Memang permintaan pangan besar, tetapi tidak banyak tumbuh. Selain itu, permintaan biodiesel tak bisa terkerek karena harga minyak dunia sedang rendah."

Namun di sisi lain, Fadhil memperkirakan bahwa serapan minyak sawit dalam negeri berpeluang tergenjot akibat adanya tren peningkatan permintaan produk-produk kebersihan yang memang menggunakan minyak sawit sebagai bahan baku.

Data Gapki mencatat, ekspor sawit Indonesia pada Januari 2020 mengalami penurunan cukup besar dibandingkan Desember 2019, yakni dari 3,72 juta ton menjadi 2,39 juta ton. Penurunan ekspor terjadi pada CPO, minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO), dan biodiesel, sedangkan ekspor oleokimia naik sebesar 22,9 persen. Penurunan ekspor terjadi hampir ke semua negara tujuan yaitu ke China turun 381.000 ton, Uni Eropa turun 188.000 ton ribu ton, India turun 141.000 ton, dan Amerika Serikat turun 129.000 ribu ton.

Gapki memperkirakan bahwa penurunan ekspor yang cukup drastis selama Januari dipengaruhi oleh masih tersedianya stok di negara-negara importir utama. Selain itu, para importir pun diperkirakan tengah menunggu respons pasar terhadap program B30 yang diterapkan Indonesia.

Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun, mengonfirmasi pelemahan ekspor sawit ke sejumlah negara tujuan utama. Untuk India misalnya, impor CPO dan PKO sepanjang Maret 2020 tercatat mengalami penurunan hingga 38 persen dibandingkan dengan Maret 2019. Derom juga menambahkan, "Sumber saya di India mengatakan bahwa pada bulan April 2020, diestimasi impor CPO dan PKO akan turun lagi dari yang bulan Maret."

Terkait dengan pasokan dari Malaysia yang disebut berpotensi terganggu akibat penutupan perkebunan, Derom menilai hal tersebut tak akan banyak berpengaruh terhadap ekspor negara tersebut mengingat masih ada stok yang tersedia untuk pengiriman. Di sisi lain, sejauh ini Malaysia pun tak melakukan pengiriman ke India untuk sejumlah produk turunan.

"India memang tidak mengimpor dari Malaysia, terutama karena adanya pembatasan dari pemerintah Malaysia untuk impor olein. Jadi yang lebih menentukan saat ini adalah permintaan dari negara-negara pengimpor yang menurun drastis," ujar Derom.

Baca Juga

Tag: Agribisnis, Sawit, Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO), Malaysia

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Aswaddy Hamid

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.77 3,911.41
British Pound GBP 1.00 18,207.72 18,022.14
China Yuan CNY 1.00 2,071.84 2,051.05
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,842.85 14,695.16
Dolar Australia AUD 1.00 9,831.90 9,732.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,914.56 1,895.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,465.24 10,357.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,359.79 16,191.13
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.37 3,372.77
Yen Jepang JPY 100.00 13,763.77 13,625.55
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4716.185 74.630 692
2 Agriculture 971.797 8.596 22
3 Mining 1243.286 -3.438 49
4 Basic Industry and Chemicals 724.798 14.451 78
5 Miscellanous Industry 829.469 25.291 52
6 Consumer Goods 1817.766 -5.862 58
7 Cons., Property & Real Estate 327.509 7.548 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 861.001 -11.328 78
9 Finance 949.013 35.801 93
10 Trade & Service 603.876 4.899 172
No Code Prev Close Change %
1 MCAS 760 950 190 25.00
2 DIVA 655 815 160 24.43
3 VICO 100 124 24 24.00
4 WIIM 115 139 24 20.87
5 NELY 124 146 22 17.74
6 PALM 171 199 28 16.37
7 HDIT 450 520 70 15.56
8 KBLM 284 320 36 12.68
9 DMMX 71 80 9 12.68
10 LPKR 150 169 19 12.67
No Code Prev Close Change %
1 NIRO 143 133 -10 -6.99
2 GLVA 258 240 -18 -6.98
3 HRME 173 161 -12 -6.94
4 TRIS 260 242 -18 -6.92
5 NFCX 1,300 1,210 -90 -6.92
6 IFSH 290 270 -20 -6.90
7 MAPB 1,680 1,565 -115 -6.85
8 ALKA 440 410 -30 -6.82
9 EMTK 4,990 4,650 -340 -6.81
10 KRAH 446 416 -30 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 ICBP 8,325 8,325 0 0.00
2 BBRI 2,630 2,730 100 3.80
3 INDF 5,600 5,675 75 1.34
4 PURA 74 75 1 1.35
5 BBCA 24,825 26,475 1,650 6.65
6 TLKM 3,170 3,130 -40 -1.26
7 BMRI 4,110 4,290 180 4.38
8 BBNI 3,630 3,660 30 0.83
9 ASII 4,350 4,540 190 4.37
10 UNVR 8,200 8,025 -175 -2.13