Portal Berita Ekonomi Sabtu, 11 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,66% pada level 10.617.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 1,44% pada level 26.075.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,05% pada level 3.185.
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 0,76% pada level 6.095.
  • 09:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yen pada level 106,93 JPY/USD.
  • 09:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.798 USD/troy ounce.

Sebar Berita Virus Corona Upaya Musnahkan Umat Muslim, Politikus India Ditangkap

Sebar Berita Virus Corona Upaya Musnahkan Umat Muslim, Politikus India Ditangkap
WE Online, New Delhi -

Pemerintah India menindak tegas para pelaku yang menyebarkan berita bohong alias hoaks di tengah pandemi virus Corona. Seperti yang terjadi di negara bagian timur laut Assam, di mana polisi menangkap seorang legislator, Aminul Islam.

Pemimpin Front Demokratik Bersatu Seluruh India itu diduga membuat pernyataan "provokatif, komunal, dan salah" yang mengatakan ada konspirasi yang sedang berlangsung untuk melenyapkan umat Islam dengan kedok COVID-19.

Baca Juga: India Siap Lepas Pasokan Obat Anti-Malaria ke Luar Negeri

Pihak kepolisian Assam menuduh Aminul Islam berusaha mengomunikasikan upaya pemerintah untuk mengatasi krisis COVID-19. Polisi secara resmi menangkapnya setelah lebih dari 12 jam diinterogasi dan menemukan bukti yang cukup di kediamannya di Nagaon.

Terlepas dari bukti dari laboratorium penelitian medis puncak negara itu terhadap kelompok Islam Tabligh Jamaat tentang penyebaran pandemi di seluruh negeri, legislator itu menyatakan: “Tidak seorang pun dari Nizamuddin Markaz yang dinyatakan positif mengidap coronavirus. Hanya satu orang yang mati karena penyakit lain," kata Islam seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (7/4/2020).

Dalam sebuah pesan video, Islam juga menuduh bahwa Muslim telah menjadi sasaran dan disiksa di berbagai kamp yang didirikan oleh pemerintah negara bagian yang menawarkan fasilitas karantina.

Langkah ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di negara itu, di mana kebanyakan dari mereka dari Jamaat Tabligh (26 dari 27 di negara bagian).

Pemerintah India kini telah mengeluarkan peringatan kepada orang-orang yang mengunjungi Markas Jamaat Tabligh di Nizamuddin, New Delhi dan gagal menyatakan diri mereka bebas virus Corona. Pemerintah mengatakan bahwa para peserta akan dikenakan dakwaan berdasarkan Undang-Undang Manajemen Bencana (DMA).

Menyusul laporan kasus yang terkait dengan pertemuan Jamaat Tabligh, masyarakat mulai menargetkan umat Muslim karena diduga menyebarkan COVID-19 di negara tersebut. Pemimpin organisasi budaya Hindu Rashtriya Swayamsewak Sangh juga menyalahkan kepemimpinan Jamaat Tabligh karena memimpin acara keagamaan itu.

Awal bulan ini, Kementerian Informasi dan Teknologi India mengirimkan surat kepada raksasa jejaring sosial global seperti Facebook, TikTok, dan yang lainnya untuk menghapus konten provokatif yang mempunyai efek langsung dari platform mereka.

Kementerian Dalam Negeri India telah memantau konten platform populer untuk menekan berita palsu selama pandemi, di mana negara itu telah kehilangan 114 nyawa. Sejauh ini ada lebih dari 4.000 kasus virus Corona aktif di India.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: India, Narendra Modi, COVID-19, COVID-19, Virus Corona, Virus 2019-nCoV

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/China Daily

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5031.256 -21.538 696
2 Agriculture 1053.805 -9.893 23
3 Mining 1284.564 -7.045 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.577 -2.704 80
5 Miscellanous Industry 872.398 -10.019 52
6 Consumer Goods 1799.024 -18.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 316.058 -3.797 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 893.846 -4.992 78
9 Finance 1112.206 1.603 93
10 Trade & Service 603.264 -3.289 173
No Code Prev Close Change %
1 FITT 53 71 18 33.96
2 UANG 352 440 88 25.00
3 ARGO 1,025 1,280 255 24.88
4 PGUN 260 324 64 24.62
5 LPIN 226 270 44 19.47
6 PRIM 278 320 42 15.11
7 KBLI 408 468 60 14.71
8 PEGE 109 124 15 13.76
9 APLI 110 124 14 12.73
10 MARK 720 805 85 11.81
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 111 100 -11 -9.91
2 PANS 930 865 -65 -6.99
3 NASA 129 120 -9 -6.98
4 GHON 1,650 1,535 -115 -6.97
5 CANI 173 161 -12 -6.94
6 ARTA 348 324 -24 -6.90
7 MREI 5,450 5,075 -375 -6.88
8 BUKK 730 680 -50 -6.85
9 PURA 132 123 -9 -6.82
10 LCKM 352 328 -24 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 438 474 36 8.22
2 KRAS 346 350 4 1.16
3 BCAP 158 159 1 0.63
4 ENVY 126 133 7 5.56
5 BBRI 3,140 3,110 -30 -0.96
6 TOWR 1,070 1,065 -5 -0.47
7 BNGA 755 830 75 9.93
8 BULL 304 326 22 7.24
9 TLKM 3,110 3,110 0 0.00
10 PWON 416 406 -10 -2.40