Portal Berita Ekonomi Jum'at, 29 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,33% pada level 2.846.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,12% pada level 2.516.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,66% pada level 6.184.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,32% pada level 21.916.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,13% pada level 2.028.

ADB: Pandemi Corona Bisa Habiskan Biaya US$4,1 Triliun

ADB: Pandemi Corona Bisa Habiskan Biaya US$4,1 Triliun
WE Online, Jakarta -

Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan, biaya yang dihabiskan untuk mengatasi pandemi corona bisa mencapai US$4,1 triliun atau hampir 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) global. Angka ini tergantung pada penyebaran penyakit melalui Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara besar lainnya.

Dalam laporan Asian Development Outlook yang dirilis Jumat (3/4/2020), ADB menyebutkan, masa pencegahan yang lebih singkat dapat mengurangi kerusakan hingga US$2 triliun atau 2,3 persen dari pendapatan dunia. Ekonomi Asia yang sedang tumbuh, termasuk China, menghabiskan 36 persen dari total biaya yang dikeluarkan untuk pandemi.

Baca Juga: Krisis Corona, Bank Dunia dan ADB Tawarkan Bantuan ke Indonesia

"Tidak ada yang bisa bilang seberapa luas pandemi Covid-19 bisa menyebar. Pencegahannya pun mungkin akan memakan waktu lebih lama dari yang diproyeksikan. Kemungkinan terjadinya gangguan keuangan dan krisis keuangan tidak dapat dikurangi," kata Kepala Ekonom ADB, Yasuyuki Sawada, dalam laporan tersebut, seperti dikutip Time, Jumat.

Pada 6 Maret 2020, ADB telah mengatakan bahwa wabah virus ini dapat membebani ekonomi dunia sebesar US$347 miliar. Pertumbuhan ekonomi global akan terpotong pada angka 0,4 persen. Sejak itu, episentrum virus telah berubah dari China ke Eropa dan AS, dengan jumlah orang yang terinfeksi di atas satu juta.

Saat wawancara dengan Bloomberg TV, Sawada mengatakan, perkiraan baru yang dirilis Jumat memperhitungkan dampak langsungnya pada pariwisata, konsumsi, dan investasi. "Biaya yang dikeluarkan negara-negara di dunia itu kelak bisa bertambah jika terjadi gangguan pasokan," katanya.

Dalam laporan tersebut, ADB memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Asia 2020 menjadi 2,2 persen dari 5,5 persen, seperti yang diestimasikan pada September tahun lalu. Pertumbuhan China terpenggal menjadi 2,3 persen dari 6 persen. Sementara, tahun lalu pertumbuhannya 6,1 persen. Seluruh negara berkembang di subkawasan Asia akan melihat pertumbuhan yang lebih lemah pada tahun ini.

Sawada mengatakan, pariwisata, dan negara-negara yang bergantung pada komoditasnya termasuk Thailand, yang paling menderita akibat pandemi ini. Jika penyakit ini dapat dibendung dalam waktu tiga atau lima bulan, pemulihan ekonomi juga akan lebih cepat.

Inflasi kemungkinan akan mempercepat tingginya harga bahan pangan, bahkan ketika aktivitas ekonomi yang lebih lemah dan harga-harga komoditas yang lebih rendah mengurangi lonjakan harga, sebelum mereda pada 2021.

Baca Juga

Tag: Ekonomi Global, Bank Pembangunan Asia (ADB), COVID-19

Penulis: Lili Lestari

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Reuters/Cheryl Ravelo

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.77 3,911.41
British Pound GBP 1.00 18,207.72 18,022.14
China Yuan CNY 1.00 2,071.84 2,051.05
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,842.85 14,695.16
Dolar Australia AUD 1.00 9,831.90 9,732.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,914.56 1,895.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,465.24 10,357.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,359.79 16,191.13
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.37 3,372.77
Yen Jepang JPY 100.00 13,763.77 13,625.55
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4716.185 74.630 692
2 Agriculture 971.797 8.596 22
3 Mining 1243.286 -3.438 49
4 Basic Industry and Chemicals 724.798 14.451 78
5 Miscellanous Industry 829.469 25.291 52
6 Consumer Goods 1817.766 -5.862 58
7 Cons., Property & Real Estate 327.509 7.548 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 861.001 -11.328 78
9 Finance 949.013 35.801 93
10 Trade & Service 603.876 4.899 172
No Code Prev Close Change %
1 MCAS 760 950 190 25.00
2 DIVA 655 815 160 24.43
3 VICO 100 124 24 24.00
4 WIIM 115 139 24 20.87
5 NELY 124 146 22 17.74
6 PALM 171 199 28 16.37
7 HDIT 450 520 70 15.56
8 KBLM 284 320 36 12.68
9 DMMX 71 80 9 12.68
10 LPKR 150 169 19 12.67
No Code Prev Close Change %
1 NIRO 143 133 -10 -6.99
2 GLVA 258 240 -18 -6.98
3 HRME 173 161 -12 -6.94
4 TRIS 260 242 -18 -6.92
5 NFCX 1,300 1,210 -90 -6.92
6 IFSH 290 270 -20 -6.90
7 MAPB 1,680 1,565 -115 -6.85
8 ALKA 440 410 -30 -6.82
9 EMTK 4,990 4,650 -340 -6.81
10 KRAH 446 416 -30 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 ICBP 8,325 8,325 0 0.00
2 BBRI 2,630 2,730 100 3.80
3 INDF 5,600 5,675 75 1.34
4 PURA 74 75 1 1.35
5 BBCA 24,825 26,475 1,650 6.65
6 TLKM 3,170 3,130 -40 -1.26
7 BMRI 4,110 4,290 180 4.38
8 BBNI 3,630 3,660 30 0.83
9 ASII 4,350 4,540 190 4.37
10 UNVR 8,200 8,025 -175 -2.13