Portal Berita Ekonomi Minggu, 07 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Sri Mulyani Terbitkan Surat Utang Pandemic Bertenor 50 Tahun, Alasannya...

Sri Mulyani Terbitkan Surat Utang Pandemic Bertenor 50 Tahun, Alasannya...
WE Online, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penerbitan obligasi atau surat utang global (global bonds) dengan tenor 50 tahun secara implisit menunjukkan kepercayaan investor terhadap rekam jejak pengelolaan keuangan Indonesia. Tenor ini diketahui menjadi tenor terpanjang yang pernah dilakukan pemerintah.

Sri menuturkan, pemerintah memanfaatkan tenor 50 tahun karena preferensi investor global terhadap surat utang jangka panjang masih cukup kuat.

"Sehingga kita bisa mendapatkan yield cukup baik," ujarnya dalam teleconference dengan jurnalis, Selasa (7/4/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Surat Utang Pandemic Bond Bisa Suntik...

Surat utang global tenor 50 tahun dengan seri RI0470 merupakan bagian dari emisi yang dilakukan pemerintah Senin (6/4/2020) malam. Sebagian hasil settlement dari penerbitan ini akan digunakan untuk pembiayaan penanganan pandemi virus corona (Covid-19). Berdasarkan data yang disampaikan Sri, surat utang denominasi dolar AS ini diterbitkan dengan nominal 1 miliar dolar AS dengan yield 4,5 persen.

Sri menuturkan, penerbitan Pandemic Bond dengan tenor panjang ini juga menjadi strategi pemerintah untuk mengombinasikan Surat Utang Negara (SUN) domestik yang rata-rata berjangka pendek, yaitu sekitar lima tahun. "Sehingga bisa memberikan jatuh tempo yang lebih seimbang antara beban jangka pendek, menengah dan panjang," tuturnya.

Dengan tenor baru, Sri mengatakan, pemerintah menciptakan acuan tenor baru bagi SUN Indonesia. Pemerintah juga menggunakan  RI0470 untuk kapitalisasi kurva tenor jangka panjang yang cenderung flat.

Selain itu, Sri menambahkan, penerbitan surat utang global tenor 50 tahun dilakukan dalam rangka untuk menjaga pembiayaan secara aman sekaligus menambah cadangan devisa Bank Indonesia. Menurut data dari bank sentral, cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret berada di posisi 121 miliar dolar AS, turun dari posisi Februari, yakni 130,4 miliar dolar AS.

Selain tenor 50 tahun, pemerintah juga menerbitkan global bond dengan tenor 10,5 tahun (RI1030) dan 30,5 tahun (RI1050) dengan masing-masing yield 3,9 persen dan 4,25 persen. Nominal yang diterbitkan tiap seri ini adalah 1,65 miliar dolar AS. Secara keseluruhan, ketiga instrumen berhasil mengumpulkan dana 4,3 miliar dolar AS dalam penawaran pertama.

Sri menyambut baik pencapaian tersebut. Menurutnya, nilai penerbitan tiga surat utang itu menunjukkan gambaran positif bagi instrumen utang Indonesia di tengah turbulensi pasar keuangan global. "Ini adalah penerbitan terbesar di dalam sejarah penerbitan USD bonds oleh pemerintah," katanya.

Tiga seri SUN milik Indonesia ini juga menjadi instrumen surat utang negara pertama di Asia yang diterbitkan sejak Covid-19. Sri mengatakan, sejak Covid-19 diumumkan sebagai pandemi pada Februari, belum ada satu negarapun di Asia yang masuk ke global bonds karena volatilitas dan gejolak yang sangat besar.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Sri Mulyani Indrawati, surat utang

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Kemenkeu/Faiz

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66