Portal Berita Ekonomi Minggu, 07 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:58 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 2,06% pada level 9.814.
  • 10:57 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 3,15% pada level 27.110.
  • 10:56 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 2,64% pada level 3.193.
  • 10:55 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.685 USD/troy ounce.
  • 10:54 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,30 USD/barel.
  • 10:53 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,55 USD/barel.

Defisit APBN Diprediksi Naik Jadi Rp853 Triliun, Sri Mulyani Siapkan...

Defisit APBN Diprediksi Naik Jadi Rp853 Triliun, Sri Mulyani Siapkan...
WE Online, Jakarta -

Defisit anggaran tahun ini diperkirakan mencapai Rp853 triliun, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp307,2 triliun. Untuk menutupinya, pemerintah berkomitmen menjalankan strategi pembiayaan yang bersifat sangat dinamis dan oportunistik, namun dengan tetap berhati-hati.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan langkah tersebut diturunkan dengan mencari sumber pembiayaan yang memiliki risiko paling kecil.

"Kita akan gunakan sumber-sumber pembiayaan paling aman dan biayanya paling kecil sebelum kita mengambil instrumen lain yang memiliki tingkat biaya dan responsible tinggi," katanya dalam teleconference dengan media di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Terbitkan Surat Utang Pandemic Bertenor 50 Tahun, Alasannya...

Di sisi lain, pemerintah juga tetap fleksibel dalam mencapi kesempatan terbaik. Dalam sentimen market yang sangat buruk sekarang, Sri menilai, tetap akan ada kesempatan bagi pemerintah untuk masuk dengan instrumen menarik bagi para investor.

Saat ini, sudah muncul beberapa berita positif, terutama pemulihan di China. Sri mengatakan, kondisi itu berpotensi menimbulkan keinginan investor kembali. Kesempatan ini akan digunakan, terutama untuk penerbitan global bond atau surat utang dengan denominasi dolar AS. Adapun oportunistik yang dimaksud adalah dari sisi waktu dan ukuran. Sri menjelaskan, pihaknya tidak memiliki target khusus lelang sekian dalam satu pekan atau dalam tiap penerbitan.

"Kita gunakan seluruh kesempatan yang ada dan lihat appetite, risiko dari calon investor, serta kebutuhan APBN kita," tuturnya.

Meningkatkan hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan domestik juga terus dilakukan, terutama dalam pembelian Surat Berharga Negara (SBN). Misalnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang memegang dana penjaminan hingga Rp125 triliun. Dana tersebut harus diletakkan pada instrumen investasi dan salah satu yang disebut Sri sebagai preferensi adalah SBN.

Selain LPS, badan pengelola haji, PT Taspen (Persero) dan BPJS Ketenagakerjaan juga menempatkan dana masyarakat ke instrumen investasi yang dianggap aman dan reliable, yaitu SBN.

"Mereka mengelola uang masyarkat, jadi harus berhat-hati menempatkannya ke instrumen," kata Sri.

Sumber lain yang mungkin digunakan adalah pinjaman dari lembaga multilateral dan bilateral seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), maupun Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB).

Sri menyebutkan mereka sebagai sumber penting. Sebab, mereka memiliki sumber dana yang dapat dipinjam ke negara berkembang dengan konsesi cukup baik.

"Mereka juga tidak ikut market yang cukup besar fluktuasinya. Ini berdampak positif ke komposisi pijakan yang kami lihat cukup aman," ucapnya.

Meski dinamis, Sri memastikan, pemerintah tetap semaksimal mungkin untuk predictable atau bergerak dengan pola. Ia menggambarkan dinamis dengan memberikan kesempatan untuk melakukan penyesuaian secara hati-hati dan calculated.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Sri Mulyani Indrawati

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66