Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Cadev Turun Drastis ke Angka US$121 Miliar, Ekonom: Tak Perlu Jadi Polemik!

Cadev Turun Drastis ke Angka US$121 Miliar, Ekonom: Tak Perlu Jadi Polemik!
WE Online, Jakarta -

Penurunan cadangan devisa dinilai tidak perlu jadi polemik. Dari posisi akhir Februari 2020 ke akhir Maret 2020, posisi cadangan devisa turun drastis dari 130,4 miliar dolar AS menjadi 121,0 miliar dolar AS.

Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, menyampaikan bahwa penurunan tersebut sangat bisa dipahami dan dimaklumi sehingga tidak perlu dijadikan polemik yang tidak produktif. Cadangan devisa digunakan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan keperluan stabilisasi nilai tukar rupiah. Pandemi Covid-19 membuat sebagian pelaku pasar panik dan kehilangan rasionalitas.

Baca Juga: Intervensi Rupiah, Cadev RI Lenyap 9,4 Miliar Dolar AS

"Namun, tetap saja faktor utamanya adalah tekanan eksternal yang bertubi-tubi di sepanjang Maret lalu," katanya.

Eskalasi pandemi Covid-19 menembus lebih dari 200 negara secara cepat dan masif. Termasuk di negara-negara adidaya ekonomi seperti AS, Kanada, Jerman, Itali, Spanyol, dan Jepang.

Negara-negara tersebut, tambahnya, malah sudah mengambil sikap tegas dari kondisi darurat negara, karantina nasional hingga lockdown nasional. Kepanikan itu juga membuat terjadinya capital outflows oleh sebagian pelaku pasar untuk mencari alternatif instrumen safe heaven, baik dolar AS maupun emas.

Dalam perkembangan pekan ini, sudah terjadi pembalikan atau capital inflows karena kepanikan sudah mereda. Seiring dengan klarifikasi dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pekan lalu terkait Perppu dan relaksasi kebijakan oleh Kemenku, BI, OJK, dan LPS.

"Kejelasan panduan kebijakan pemulihan ekonomi nasional ini mampu mengembalikan kepercayaan pasar," katanya.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mencegah penularan pandemi Covid-19 lebih lanjut. Maka, kata dia, sejatinya tidak menjadi soal serius dengan penurunan cadangan devisa yang berkisar 9 miliar dolar AS dalam sebulan lalu.

Stok cadangan devisa yang sebesar 121,0 miliar dolar AS dinilai masih dapat diandalkan untuk keperluan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran ULN pemerintah. Dalam artian, masih berada di atas standar kecukupan internasional selama tiga bulan.

"Kita patut apresiasi langkah taktis BI yang selalu berada di pasar dan ahead the curve sehingga melemahnya kurs rupiah tidak berkelanjutan," katanya.

Ke depan, peningkatan cadangan devisa bisa mengandalkan penurunan impor yang dibarengi dengan peningkatan ekspor, di samping dari penerbitan obligasi internasional atau global bond. Tak kalah pentingnya juga mengembalikan apresiasi kurs rupiah melalui jalur instrumen moneter yang dimiliki oleh BI.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Ekonomi Indonesia, Cadangan Devisa (Cadev), Bank Indonesia (BI)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43