Portal Berita Ekonomi Minggu, 31 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Pakar Ekonomi: Hanya Sektor Pertanian yang Bertahan dari Gejolak dan Krisis

Pakar Ekonomi: Hanya Sektor Pertanian yang Bertahan dari Gejolak dan Krisis
WE Online, Jakarta -

Ekonom Senior dari UIN Jakarta, Pheni Chalid, memandang bahwa sektor pertanian adalah sektor kunci untuk menstabilkan ekonomi negara, terutama dalam menghadapi pandemi virus corona. Menurut dia, sektor pertanian selama ini terbukti mampu bertahan dalam situasi apapun termasuk krisis moneter dan defisit perdagangan.

"Sektor pertanian tahan terhadap goncangan ekonomi. Maksudnya, sektor ini hampir tidak dipengaruhi oleh krisis moneter termasuk krisis defisit perdagangan yang selalu rentan terjadi di negara berkembang," ujar Pheni, Rabu (8/4/2020).

Baca Juga: Corona Menjadi-jadi, Titah Jokowi pada Mentan: Pertanian Terus Berproduksi

Pheni mengatakan, ada dua hal yang menyebabkan sektor pertanian mampu bertahan dari ancaman krisis. Pertama, kata dia, pertanian saat ini rata-rata mampu memproduksi barang massal dengan kekuatan teknologi dan daya dukung manajemen yang sangat baik. Kedua, produksi pertanian yang dikelola selalu memiliki added value bagus sehingga mampu bersaing dengan sektor lain.

"Namun sebaliknya, jika sebuah negara hanya memproduksi dengan teknologi yang sederhana dan added value yang sangat rendah, akan sangat sulit untuk menuju pasar ekspor. Apalagi mau menguasai pasar global karena harganya tidak kompetitif," katanya.

Pheni mengatakan, sektor pertanian memiliki banyak keuntungan karena sektor ini adalah sektor real dengan komoditas yang sangat konkret. Sektor pertanian mampu berkembang baik di tengah krisis karena bukan hasil perhitungan spekulasi.

"Belajar dari krisis moneter tahun 1998, harga komoditas pertanaian meningkat sangat tinggi. Apalagi kalau hasil pertanaian diekspor, harganya akan berlipat. Goncangan krisis 1998 tidak menimbulkan kepanikan di kalangan rakyat atau petani. Padahal, nilai tukar 1 US$ ekuivalen IDR 15 ribu, mencapai nilai tukar tingkat tertinggi pada masa itu," katanya.

Pheni menegaskan bahwa sektor pertanian sama sekali tidak akan terpengaruh dengan fluktuasi moneter. Satu-satunya spekulasi hasil pertanian hanya dilakukan oleh para tengkulak.

"Misalnya tebu, padi, jagung, dan produk pertanian lainnya saya yakin tidak akan terlalu sensitif terhadap fluktuasi fiskal apalagi spekulasi moneter. Aneka produk agraris itu hanya sensitif terhadap impor komoditas," katanya.

Pheni berkeyakinan bahwa selama Indonesia mempertahankan produksi pertanian secara berkemajuan, goncangan fiskal dan krisis moneter tidak akan berdampak besar terhadap kelangsungan produksi pertanian.

"Malahan sebaliknya, sebagaimana yang terjadi di masa krisis moneter tahun 97-98, para petani akan memetik keuntungan berlipat pada masa krisis karena harga komoditas melambung bersamaan dengan meningkatnya harga dolar," tutupnya.

Baca Juga

Tag: Ekonomi Indonesia, Pertanian, Agribisnis

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Kementan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43