Portal Berita Ekonomi Selasa, 26 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Yuan pada level 7,13 CNY/USD.
  • 18:00 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yen pada level 107,65 JPY/USD.
  • 17:59 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.726 USD/troy ounce.
  • 17:58 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 36,03 USD/barel.
  • 17:57 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 34,06 USD/barel.

Korban 9/11 Gak Ada Apa-apanya Dibanding Jasad Pasien Virus Corona di New York, Kenapa?

Korban 9/11 Gak Ada Apa-apanya Dibanding Jasad Pasien Virus Corona di New York, Kenapa?
WE Online, Canberra, Australia -

Korban meninggal dunia akibat virus corona di Kota New York, Amerika Serikat telah melampaui jumlah korban tewas dalam serangan 11 September 2001. Kota ini telah menjadi pusat penyebaran COVID-19 di Amerika Serikat.

Kota New York catat jumlah kematian akibat virus corona sebanyak 3.485. Khusus di kota itu, jumlah kasus infeksi sudah mencapai 138.836 atau melebihi Italia.

Baca Juga: New York Rekam Sejarah Baru, 1.900 Pasien Positif Corona Tewas dalam Sehari

Hingga saat ini jumlah korban meninggal yang dicatat oleh Johns Hopkins University sudah mencapai 3.485 orang.

Serangan terhadap gedung World Trade Centre di New York tahun 2001 menewaskan 2.753 orang dan lebih 200 lainnya di luar New York.

Namun di saat Amerika Serikat sedang mengalami krisis akibat penyebaran COVID-19, Presiden Donald Trump justru mengecam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Langkah pembatasan menampakkan hasil

Negara bagian New York mencatat 731 kematian akibat COVID-19 pada hari Selasa (7/4), sehingga jumlah kematian sudah hampir 5.500 di seluruh negara bagian tersebut.

"Di balik angka-angka ini, ada seorang individu. Ada keluarga, ibu, ayah, dan saudara. Jadi banyak rasa duka lagi hari ini untuk warga New York," ujar Gubernur New York Andrew Cuomo.

Namun dia menunjukkan langkah-langkah pembatasan sosial yang telah diberlakukan kini menampakkan hasilnya.

"Coba perhatikan kurva yang melandai. Hal itu terjadi karena apa yang kita lakukan. Jika kita tidak melakukannya, maka kurva [penyebaran COVID-19] akan jauh berbeda," katanya.

"Jadi tetaplah menjalankan social distancing," kata Gubernur Cuomo.

Presiden Trump salahkan WHO

 Sementara itu Trump dalam unggahan di akun Twitternya menyindir WHO yang dianggap lebih mengutamakan China.

Ia juga sesumbar bahwa pemerintahannya akan "tunjukkan kinerja yang bagus".

"WHO benar-benar telah gagal. Untuk beberapa alasan, sebagian besar dananya [WHO] berasal dari Amerika Serikat, namun justru sangat terpusat pada China. Kami akan tunjukkan kinerja yang bagus," tulisnya.

Trump juga telah menyingkirkan Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan Glenn Fine, yang ditugasi memimpin pengawasan paket ekonomi US$2,2 triliun untuk membantu pengusaha dan individu yang terdampak COVID-19.

Glenn telah dipilih oleh rekan-rekannya bulan lalu untuk menjalankan pengawasan paket stimulus tersebut.

Tapi Trump malah menominasikan Irjen baru dan untuk sementara menunjuk pelaksana tugas untuk menggantikan Glenn.

Artinya Irjen Glenn tidak bisa lagi melakukan pengawasan, seperti yang ditugaskan oleh Kongres. Dia akan kembali ke jabatannya semula sebagai Irjen Dephan AS.

Lebih banyak dibanding Italia

Meski Gubernur New York Andrew Cuomo menyatakan tetap optimis, jumlah kasus infeksi di New York sudah melampaui Italia.

Negara bagian New York melaporkan 138.836 kasus, sementara Italia 135.586 kasus. Amerika Serikat secara keseluruhan mencatat 380.000 kasus.

Pekan ini, AS bersiap memasuki apa yang oleh seorang pejabat disebut sebagai "puncak kematian" akibat COVID-19.

Untuk negara-negara Eropa, khususnya Italia dan Spanyol yang paling terpukul, mulai mempertimbangkan untuk mengurangi batasan 'lockdown'.

Di Spanyol, laju kematian akibat COVID-19 meningkat untuk pertama kalinya dalam lima hari, tapi masih ada harapan jika lockdown nasional akan segera dilonggarkan.

Italia memberlakukan 'lockdown' nasional pada 9 Maret lalu untuk memperlambat penyebaran virus dan disusul oleh Spanyol yang melakukannya pada 14 Maret.

Negara bagian New York sendiri telah mewajibkan seluruh warganya untuk tinggal di rumah, kecuali untuk urusan penting sejak 20 Maret.

Sekarang lebih dari 94 persen warga Amerika berada dalam pembatasan yang sama.

Di seluruh dunia, hingga hari ini lebih dari 1,3 juta orang dipastikan terinfeksi COVID-19 dan lebih dari 75.000 orang meninggal.

Jumlah kasus yang sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi, karena terbatasnya tes, perbedaan aturan di tiap negara dalam menghitung kasus kematian, serta ada pula sejumlah negara yang sengaja tidak melaporkannya.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Donald Trump, Amerika Serikat (AS), New York, COVID-19, Virus Corona, Virus 2019-nCoV, World Health Organization (WHO)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Twitter/SquawkCNBC

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.00 3,910.65
British Pound GBP 1.00 18,129.25 17,941.51
China Yuan CNY 1.00 2,082.33 2,061.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,847.87 14,700.13
Dolar Australia AUD 1.00 9,743.17 9,643.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.16 1,896.03
Dolar Singapura SGD 1.00 10,437.87 10,332.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,200.51 16,037.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.69 3,366.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,767.15 13,627.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4626.799 80.847 692
2 Agriculture 962.303 -5.448 22
3 Mining 1255.099 16.003 49
4 Basic Industry and Chemicals 700.086 19.036 78
5 Miscellanous Industry 801.515 49.211 52
6 Consumer Goods 1833.764 11.999 58
7 Cons., Property & Real Estate 319.343 -0.308 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 879.965 19.595 78
9 Finance 905.095 18.290 93
10 Trade & Service 593.053 5.938 172
No Code Prev Close Change %
1 MDLN 50 67 17 34.00
2 LPLI 57 70 13 22.81
3 ETWA 50 60 10 20.00
4 LAND 260 300 40 15.38
5 KOBX 85 95 10 11.76
6 WEHA 78 87 9 11.54
7 TRIS 234 260 26 11.11
8 TKIM 4,030 4,470 440 10.92
9 BUVA 55 61 6 10.91
10 ADMG 83 92 9 10.84
No Code Prev Close Change %
1 HRME 200 186 -14 -7.00
2 PSDN 129 120 -9 -6.98
3 PEGE 172 160 -12 -6.98
4 STTP 10,100 9,400 -700 -6.93
5 REAL 58 54 -4 -6.90
6 POLL 8,725 8,125 -600 -6.88
7 INOV 320 298 -22 -6.88
8 AKPI 408 380 -28 -6.86
9 MYOH 1,025 955 -70 -6.83
10 JAST 132 123 -9 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,480 2,520 40 1.61
2 BBCA 23,825 24,850 1,025 4.30
3 PURA 83 79 -4 -4.82
4 ASII 3,970 4,330 360 9.07
5 TOWR 920 930 10 1.09
6 TLKM 3,180 3,250 70 2.20
7 IPTV 386 382 -4 -1.04
8 BMRI 4,070 4,100 30 0.74
9 MDLN 50 67 17 34.00
10 PGAS 830 890 60 7.23