Portal Berita Ekonomi Jum'at, 29 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:02 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,79% di akhir sesi II.
  • 13:21 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Poundsterling pada level 1,2338 USD/GBP.
  • 13:21 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,19% terhadap Euro pada level 1,1098 USD/EUR.
  • 13:20 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,45% terhadap Yen pada level 107,17 JPY/USD.
  • 13:19 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.719 USD/troy ounce.
  • 13:18 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 34,80 USD/barel.
  • 13:17 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 33,03 USD/barel.

Investor Borong Saham 3 Perusahaan Anyar di BEI, Salah Satunya Pemilik Gerai Texas Chicken

Investor Borong Saham 3 Perusahaan Anyar di BEI, Salah Satunya Pemilik Gerai Texas Chicken
WE Online, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan tiga perusahaan anyar yakni PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF), PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) dan PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI). Ketiga perusahaan tersebut melakukan  pencatatan saham (listing) pada perdagangan hari ini. 

Saat perdana masuk Bursa saham CBMF dan RONY langsung menyentuh titik auto rejection atas karena melesat 35%. Dimana, saham CBMF naik 56 poin ke harga Rp216 per saham dan saham RONY yang melejit 35 poin ke Rp135 per saham. Namun, saham CSMI hanya mampu meningkat 16,33% atau 32 poin ke Rp228 per saham. 

PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF) sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri mebel yang melepas sejumlah 375 juta saham atau 20% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan, dengan harga Rp 160 per saham. CBMF memperoleh dana Rp60 miliar dari IPO, dimana 52% dana tersebut akan digunakan untuk pembelian mesin produksi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Sisanya, sebesar 48% dana akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan. Dalam aksi ini perseroan menunjuk PT Indocapital Sekuritas dan PT Semesta Indovest Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek. 

Direktur Utama CBMF Suwandi menjelaskan bahwa pertumbuhan bisnis properti dalam negeri tentu sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan industri furniture. Pasar domestik selalu mengalami pertumbuhan cepat serta diversifikasi juga naik, terutama pada kalangan kelas menengah. Meningkatnya industri perumahan dan populasi perkotaan serta perumahan akan mendukung pertumbuhan pasar furniture. 

"Kami memperkirakan pasar furniture akan meningkat dari tahun ketahun dimana peningkatan pembelian furniture didorong oleh penguatan pada permintaan atas perumahaan," ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Baca Juga: Gak Takut Sama Corona, Perusahaan Benang Ini Nekat Masuk Bursa

Sementara itu, PT Aesler Grup Internasional Tbk perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur ini mencatatkan sebanyak 250 juta lembar saham atau setara dengan 20% jumlah modal ditempatkan dan disetor. Saham tersebut dikategorikan sebagai efek Syariah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan menjual saham di harga Rp100 per saham hingga mengantongi dana segar Rp25 miliar.  Dana tersebut, 55% akan digunakan untuk pembelian alat seperti komputer untuk real-time rendering dan mesin fit-out, sedangkan 45% sisanya untuk modal kerja Perseroan. 

“Dengan adanya penambahan teknologi yang digunakan, kami berharap dapat bekerja dengan lebih cepat dan efisien, sehingga bisa menghasilkan pendapatan lima kali lebih besar dibandingkan periode sebelumnya”, ujar Jang Rony Yuwono, Presiden Direktur Aesler.

Pihaknya meyakini jika dana yang dihimpun dari masyarakat melalui penawaran umum ini dapat mendorong pertumbuhan dan pengembangan bisnis Aesler. Pada akhir tahun 2020 ini pendapatan Aesler diproyeksikan akan bertumbuh sebesar 67,40% dibandingkan dengan pendapatan pada akhir tahun 2019, dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 38,26%. 

"Hal ini disebabkan terdapat beberapa kontrak baru yang diperoleh Aesler, juga terdapat tambahan pendapatan dari fit out yang akan mulai ditekuni oleh Aesler setelah mendapatkan dana penawaran umum," jelas Jang. 

Baca Juga: Bikin Perumahan di Ibu Kota Baru Saham Perusahaan Properti Ini Diburu Investor

Untuk, PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) merupakan salah satu pemegang hak waralaba Texas Chicken di Indonesia ini melepas sejumlah 184,06 juta saham atau 22,55% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan, dengan harga Rp196 per saham dan dana yang diraih sebesar Rp36,07 miliar. Perseroan menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. 

Direktur Utama PT Cipta Selera Murni Tbk, Arriola Arthur Raphael mengungkapkan bahwa IPO ini adalah strategi untuk meningkatkan kinerja Perseroan dengan memperluas dan memperkuat jaringan gerai Texas Chicken. 

"Kami akan mengembangan ayam goreng khas Texas Chicken khususnya di beberapa kota yang memiliki potensi besar terutama di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Pertumbuhan gerai ini akan di dukung dengan standar internasional yang telah di terapkan dari kebijakan Master Franchisor, Cajun Global LLC," pungkas Arriola. 

Baca Juga

Tag: Bursa Efek Indonesia (BEI), Initial Public Offering (IPO), PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF), PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4716.185 74.630 692
2 Agriculture 971.797 8.596 22
3 Mining 1243.286 -3.438 49
4 Basic Industry and Chemicals 724.798 14.451 78
5 Miscellanous Industry 829.469 25.291 52
6 Consumer Goods 1817.766 -5.862 58
7 Cons., Property & Real Estate 327.509 7.548 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 861.001 -11.328 78
9 Finance 949.013 35.801 93
10 Trade & Service 603.876 4.899 172
No Code Prev Close Change %
1 MCAS 760 950 190 25.00
2 DIVA 655 815 160 24.43
3 VICO 100 124 24 24.00
4 WIIM 115 139 24 20.87
5 NELY 124 146 22 17.74
6 PALM 171 199 28 16.37
7 HDIT 450 520 70 15.56
8 KBLM 284 320 36 12.68
9 DMMX 71 80 9 12.68
10 LPKR 150 169 19 12.67
No Code Prev Close Change %
1 NIRO 143 133 -10 -6.99
2 GLVA 258 240 -18 -6.98
3 HRME 173 161 -12 -6.94
4 TRIS 260 242 -18 -6.92
5 NFCX 1,300 1,210 -90 -6.92
6 IFSH 290 270 -20 -6.90
7 MAPB 1,680 1,565 -115 -6.85
8 ALKA 440 410 -30 -6.82
9 EMTK 4,990 4,650 -340 -6.81
10 KRAH 446 416 -30 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 ICBP 8,325 8,325 0 0.00
2 BBRI 2,630 2,730 100 3.80
3 INDF 5,600 5,675 75 1.34
4 PURA 74 75 1 1.35
5 BBCA 24,825 26,475 1,650 6.65
6 TLKM 3,170 3,130 -40 -1.26
7 BMRI 4,110 4,290 180 4.38
8 BBNI 3,630 3,660 30 0.83
9 ASII 4,350 4,540 190 4.37
10 UNVR 8,200 8,025 -175 -2.13