Portal Berita Ekonomi Jum'at, 29 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,33% pada level 2.846.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,12% pada level 2.516.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,66% pada level 6.184.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,32% pada level 21.916.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,13% pada level 2.028.

Kisah Pendiri Alfamart, Dari Toko Kelontong Hingga Jadi Rantai Minimarket Terbesar di Indonesia

Kisah Pendiri Alfamart, Dari Toko Kelontong Hingga Jadi Rantai Minimarket Terbesar di Indonesia
WE Online, Jakarta -

Sebagai mini market terpercaya dan menjamur dimana-mana, keberadaan Alfamart pasti tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Toko retail modern ini hampir ada di setiap wilayah dengan menghadirkan perlengkapan kebutuhan sehari-hari.

Siapa sangka kesuksesan Alfamart hari ini berawal dari toko kelontong kecil di pasar.

Baca Juga: Kisah Pendiri RM Padang Sederhana, Si Tukang Cuci Piring yang Sukses Punya Ratusan Cabang

Djoko Susanto atau yang memiliki nama kecil Kwok Kwie Fo mengembangkan kios kecil ayahnya dengan konsep minimarket. Ia telah memulai bisnis sejak usia 17 tahun. Saat itu ia tidak melanjutkan sekolah dan memilih untuk menjaga kios milik keluarganya di Pasar Arjuna, Jakarta. Djoko Susanto hanya sekolah sampai kelas 1 SD.

Meski demikian, bisnis kelontong tersebut tetap berjalan dengan baik hingga sukses membuka 560 gerai yang tersebar di berbagai pasar tradisional. Namun ujian pun datang. Pada 1976 musibah kebakaran membuat kios Djoko di wilayah pasar Arjuna terbakar, modal 80-90 persen miliknya habis begitu saja.

Pengalaman buruk ini tak lantas menghentikannya. Ia pun mulai bangkit dari keterpurkannya di waktu yang relatif singkat. Hingga usahanya balik seperti keadaan awal dan mengembangkan inovasi lain yaitu berjualan rokok. Menurutnya kala itu rokok menjadi barang yang selalu laku dan banyak peminatnya.

Keberhasilan Djoko merangkul banyak pelanggan menarik perhatian Putera Sampoerna yang memiliki perusahaan tembakau dan cengkeh terbesar di tanah air kala itu. Mereka bertemu tahun 1980 dan 5 tahun kemudian sepakat bekerja sama. Akhirnya 15 kios rokok berhasil dibuka di Jakarta. 

Karena kepintaran Djoko dalam berbisnis, ia berhasil membawa PT Sampoerna ke peringkat dua setelah Gudang Garam. Hal tersebut membuat sosoknya  dijuluki sebagai ‘Dewa Rokok’. 

Pada 27 Agustus 1989, beridirilah Alfa Toko Gudang Rabat yang didirikan oleh Djoko Susanto dan Putera Sampoerna ini. Namun nama tersebut kemudian disederhanakan menjadi Alfa Minimart pada tahun 1994.

Djoko memilih memakai nama Alfa karena dinilai netral. Sebelumnya sempat ingin dinamakan Sampoerna Mart, namun dinilai kurang menjual. Tapi nama Alfa, sebuah merk yang lebih dikenal dan teruji.

Sayang, kerja sama Djoko Susanto dan Putera Sampoerna harus berakhir pada tahun 2005 ketika Sampoerna menjual bisnis tembakau berserta anak perusahaannya (termasuk 70% saham Sampoerna yang ada di Alfamart) kepada Philip Moris International.

Namun ternyata Philip Morris International tidak tertarik sama sekali dengan bisnis retail, dan akhirnya saham tersebut dijual pada Djoko dan investor yang bernama Northstar. Siapa sangka bisnis yang dijalankan oleh Djoko tersebut terus mengalami perkembangan sehingga pada tahun 2013 Djoko berhasil membeli Saham Northstar tersebut.

Tahun 2007, Djoko juga mendirikan Alfamidi dan sukses bersama Alfamart. Namun, tak semua bisnisnya mulus. Alfa Supermarket terpaksa dijual ke Carrefour karena omzetnya kurang memuaskan. Selanjutnya, ia pun fokus dengan bisnis retail-nya.

Minimarket Alfamart kini telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia khususnya Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi. Tercatat lebih dari 10.300 toko dan 31 gudang telah beroperasi.

Djoko pun pernah masuk ke dalam jajaran 50 orang terkaya versi majalah Forbes.  Pada 2014, Forbes menempatkan ia pada urutan ke 27 dari 50 orang terkaya di Indonesia. Pada tahun 2015, anak keenam dari sepuluh bersaudara ini menduduki peringkat 22. Sedangkan di tahun 2016, ia memperoleh peringkat ke 14.

Baca Juga

Tag: Djoko Susanto, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart)

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.77 3,911.41
British Pound GBP 1.00 18,207.72 18,022.14
China Yuan CNY 1.00 2,071.84 2,051.05
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,842.85 14,695.16
Dolar Australia AUD 1.00 9,831.90 9,732.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,914.56 1,895.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,465.24 10,357.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,359.79 16,191.13
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.37 3,372.77
Yen Jepang JPY 100.00 13,763.77 13,625.55
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4716.185 74.630 692
2 Agriculture 971.797 8.596 22
3 Mining 1243.286 -3.438 49
4 Basic Industry and Chemicals 724.798 14.451 78
5 Miscellanous Industry 829.469 25.291 52
6 Consumer Goods 1817.766 -5.862 58
7 Cons., Property & Real Estate 327.509 7.548 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 861.001 -11.328 78
9 Finance 949.013 35.801 93
10 Trade & Service 603.876 4.899 172
No Code Prev Close Change %
1 MCAS 760 950 190 25.00
2 DIVA 655 815 160 24.43
3 VICO 100 124 24 24.00
4 WIIM 115 139 24 20.87
5 NELY 124 146 22 17.74
6 PALM 171 199 28 16.37
7 HDIT 450 520 70 15.56
8 KBLM 284 320 36 12.68
9 DMMX 71 80 9 12.68
10 LPKR 150 169 19 12.67
No Code Prev Close Change %
1 NIRO 143 133 -10 -6.99
2 GLVA 258 240 -18 -6.98
3 HRME 173 161 -12 -6.94
4 TRIS 260 242 -18 -6.92
5 NFCX 1,300 1,210 -90 -6.92
6 IFSH 290 270 -20 -6.90
7 MAPB 1,680 1,565 -115 -6.85
8 ALKA 440 410 -30 -6.82
9 EMTK 4,990 4,650 -340 -6.81
10 KRAH 446 416 -30 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 ICBP 8,325 8,325 0 0.00
2 BBRI 2,630 2,730 100 3.80
3 INDF 5,600 5,675 75 1.34
4 PURA 74 75 1 1.35
5 BBCA 24,825 26,475 1,650 6.65
6 TLKM 3,170 3,130 -40 -1.26
7 BMRI 4,110 4,290 180 4.38
8 BBNI 3,630 3,660 30 0.83
9 ASII 4,350 4,540 190 4.37
10 UNVR 8,200 8,025 -175 -2.13