Portal Berita Ekonomi Minggu, 31 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Totalitas, India Siapkan Puluhan Ribu Gerbong Kereta Jadi RS Darurat

Totalitas, India Siapkan Puluhan Ribu Gerbong Kereta Jadi RS Darurat
WE Online, New Delhi -

Ketika Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi memberlakukan isolasi wilayah pada 25 Maret silam, perusahaan kereta api India menghentikan layanannya hingga 14 April.

Untuk pertama kalinya, India Railways pun mengubah 20.000 gerbong kereta menjadi kamar isolasi bagi pasien yang terinfeksi virus corona.

Baca Juga: Wabah Corona Bikin India Kerahkan Militernya Bantu Pusat Karantina Pasien

India Railways merupakan operator jaringan kereta api terbesar keempat di dunia kini telah mengoperasikan 125 rumah sakit kereta api di seluruh India.

“Kini, kereta api menawarkan kamar yang bersih, bersanitasi, dan lingkungan hieginis bagi pasien untuk pemulihan dengan cepat,” kata Menteri Kereta Api India Piyush Goyal, dilansir CNN.

Dalam kondisi normal, India Railways mengoperasikan lebih dari 20.000 kereta penumpang setiap hari, baik jarak jauh maupun jarak pendek dengan 7.349 stasiun.

Isolasi wilayah menjadi jalur kereta sepanjang 67.368 km tidak digunakan. Hanya kereta barang dan kargo yang masih beroperasi.

Dikarenakan terlalu banyak kereta yang tak beroperasi, para pemimpin India Railways pun berinisiatif mengubah gerbong kereta menjadi rumah sakit bergerak. Nantinya, kereta rumah sakit itu bisa digunakan untuk kondisi darurat.

“Sebanyak 5.000 kamar isolasi sudah disiapkan. Kini banyak gerbong lagi yang bisa diubah menjadi rumah sakit,” kata Rajesh Dutt Bajpai, direktur eksekutif informasi dan publisitas di Dewan Perkeretaapian.

Setiap gerbong bisa menampung sekitar 16 pasien, yang dilengkapi dengan ruang perawat dan dokter. Kereta tersebut setiap saat bisa saja dikirim ke lokasi di mana rumah sakit mengalami kekurangan tempat tidur.

Dengan jumlah pasien Covid-19 yang terus bertambah, para pakar menyatakan fasilitas kesehatan di India menjadi tantangan paling berat.

“Ruang isolasi di kereta merupakan inisiatif baik. Pemerintah seharusnya mempertimbangkannya,” kata Jameel, ahli virus asal India. Dia mengungkapkan, pemanfaatan kereta sebagai rumah sakit isolasi hanya solusi jangka pendek.

“Itu juga bisa mendorong upaya untuk investasi dalam rangka memperbaiki infrastruktur kesehatan dan penelitian,” paparnya.

Indian Railways memang memiliki pengalaman menjalankan rumah sakit di kereta. Diluncurkan pada 1991, Lifeline Express menyediakan perawatan medis dan operasi bagi orang tua dan anak-anak.

Setelah melayani selama 29 tahun, rumah sakit kereta itu juga telah menjelajah ke 19 negara bagian dan merawat lebih dari 1 juta orang.

Program tersebut karena India Railways bekerja sama dengan Impact India Foundation, Indian dan Kementerian Kesehatan India.

Proyek tersebut juga didanai oleh the Institute of International Finance (IIF), lembaga amal internasional, korporasi asal India, dan berbagai miliarder.

Rumah sakit kereta itu juga bisa melaksanakan operasi katarak, permasalahan pendengaran, epilepsi, hingga operasi plastik. Lifeline Express juga dilengkapi bioskop, ruang perawatan, ruang penyembuhan, dapur, hingga akomodasi untuk staf medis.

Dalam memerangi virus korona, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi meminta 1,3 miliar rakyatnya untuk mematikan lampu selama sembilan menit pada pukul 21.00 pada Minggu lalu. Dia menyerukan persatuan rakyat India untuk memerangi virus korona.

“Saya meminta rakyat melawan kegelapan Covid-19 dengan lilin dan lampu,” katanya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: India, Narendra Modi, COVID-19, COVID-19, Virus Corona, Virus 2019-nCoV

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43