Portal Berita Ekonomi Kamis, 04 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:47 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,13% terhadap Yen pada level 109,04 JPY/USD.
  • 22:46 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Poundsterling pada level 1,2594 USD/GBP.
  • 22:45 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,77% terhadap Euro pada level 1,1319 USD/EUR.
  • 22:43 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.712 USD/troy ounce.
  • 22:43 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 39,33 USD/barel.
  • 22:42 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 36,50 USD/barel.
  • 22:41 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka negatif 0,22% pada level 3.155.
  • 22:40 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,03% pada level 26.278.
  • 22:39 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka negatif 0,44% pada level 9.640.
  • 17:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Yuan pada level 7,12 CNY/USD.
  • 17:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,44% pada level 6.354.
  • 17:03 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,17% pada level 24.366.
  • 17:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,25% pada level 2.707.
  • 17:01 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,36% pada level 22.695.
  • 17:00 WIB. Bursa Indeks Shanghai ditutup negatif 0,14% pada level 2.919.

Hina Presiden Dipolisikan, SBY sampai Memohon: Tangani dengan Bijak, Sedih & Malu Kita pada Rakyat!

Hina Presiden Dipolisikan, SBY sampai Memohon: Tangani dengan Bijak, Sedih & Malu Kita pada Rakyat!
WE Online, Jakarta -

Mantan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritisi Surat Telegram yang diterbitkan oleh Kapolri Jenderal Idham Azis selama penanganan pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Terutama, menyangkut aturan tentang penghinaan kepada penguasa, presiden, dan pejabat pemerintah.

"Saya perhatikan beberapa hari terakhir ini justru ada situasi yang tak sepatutnya terjadi. Apa itu? Kembali terjadi ketegangan antara elemen masyarakat dengan para pejabat pemerintah, bahkan disertai dengan ancaman untuk "mempolisikan," warga kita yang salah bicara. Khususnya yang dianggap melakukan penghinaan kepada Presiden dan para pejabat negara," kata SBY lewat Facebook yang dikutip pada Kamis (9/4/2020).

Untuk itu, SBY mengimbau Polri sebaiknya melakukan evaluasi kembali Telegram itu karena dinilai menciptakan ketegangan. Sebab, rakyat sedang dilanda ketakutan dan juga mengalami kesulitan hidup karena terjadinya wabah corona ini.

Baca Juga: SBY: Salah Besar Merasa Berhasil Atasi Corona! Lumpuhkan Dulu, Ekonomi Akan Tumbuh Lagi

"Dengan segala kerendahan hati, saya bermohon agar masalah tersebut dapat ditangani dengan tepat dan bijak. Kalau hal ini makin menjadi-jadi, sedih dan malu kita kepada rakyat kita. Juga malu kepada dunia, karena saya amati hal begini tidak terjadi di negara lain," ujar mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Menurut dia, ketegangan vertikal antara unsur masyarakat dengan pihak pemerintah seperti ini sebenarnya tidak perlu terjadi. Harusnya, kata dia, masyarakat dan pemerintah makin kompak, makin bersatu, dan makin efektif dalam kerja sama memerangi virus corona saat ini.

"Saya pahami ini sebagai peringatan (warning), bukan ancaman, dari pihak yang memiliki kekuasaan di bidang hukum," jelas dia.

"Yang menjadi luar biasa adalah kalau hukum-menghukum ini sungguh terjadi ketika kita tengah menghadapi ancaman korona yang serius saat ini. Jujur, dalam hati saya harus bertanya mengapa harus ada kegaduhan sosial-politik seperti ini?" katanya.

Dalam situasi sosial yang tidak stabil dan penuh tension, seperti di era wabah korona saat ini, benturan sangat mungkin terjadi. Secara pribadi, SBY melihat bahwa pemerintah telah menjalankan kewajibannya.

Dalam setiap krisis, situasinya memang tidak mudah dan persoalannya pun banyak. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, termasuk keterbatasan keuangan negara, pemerintah telah berupaya untuk menanggulangi wabah corona ini.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pemuda yang Diduga Hina Jokowi lewat Postingan Meme

Sebaiknya, kata dia, masyarakat jika berbicara atau berkomentar tidak melampaui batas termasuk jika mengkritik atau berkomentar tentang presiden dan para pemimpin yang lain. Kebebasan berbicara yang dijamin oleh konstitusi dan undang-undang pun ada batasnya.

"Masyarakat yang baik dan cerdas akan tetap bisa menyampaikan pendapat dan kritik-kritiknya, tanpa harus melakukan penghinaan, hujatan dan caci maki yang kasar dan melampaui kepatutannya," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi), pasal penghinaan presiden, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,792.68 3,753.94
British Pound GBP 1.00 17,847.46 17,668.46
China Yuan CNY 1.00 1,997.28 1,977.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,235.83 14,094.18
Dolar Australia AUD 1.00 9,818.45 9,717.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,836.79 1,818.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,167.72 10,060.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,974.02 15,809.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,336.26 3,296.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,072.39 12,938.75
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4916.704 -24.302 693
2 Agriculture 1003.733 6.008 22
3 Mining 1269.161 -12.889 49
4 Basic Industry and Chemicals 761.610 -6.134 78
5 Miscellanous Industry 863.716 -13.173 52
6 Consumer Goods 1822.498 -15.789 58
7 Cons., Property & Real Estate 337.177 4.167 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 902.810 2.821 78
9 Finance 1022.924 -4.415 93
10 Trade & Service 608.678 -5.629 173
No Code Prev Close Change %
1 TECH 160 216 56 35.00
2 KBLV 382 470 88 23.04
3 NOBU 635 770 135 21.26
4 MASA 372 450 78 20.97
5 BOLT 665 800 135 20.30
6 BRNA 1,000 1,200 200 20.00
7 ASRM 1,685 1,985 300 17.80
8 MLPT 705 820 115 16.31
9 POLU 700 800 100 14.29
10 ZINC 148 168 20 13.51
No Code Prev Close Change %
1 DIVA 1,145 1,065 -80 -6.99
2 VICO 101 94 -7 -6.93
3 BYAN 14,450 13,450 -1,000 -6.92
4 KBLM 318 296 -22 -6.92
5 BIKA 188 175 -13 -6.91
6 NATO 464 432 -32 -6.90
7 NICK 348 324 -24 -6.90
8 SINI 725 675 -50 -6.90
9 GTBO 87 81 -6 -6.90
10 HRME 131 122 -9 -6.87
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,100 3,060 -40 -1.29
2 PURA 75 77 2 2.67
3 BBCA 28,900 28,950 50 0.17
4 PGAS 970 955 -15 -1.55
5 TLKM 3,290 3,300 10 0.30
6 BBTN 1,010 975 -35 -3.47
7 WSKT 665 705 40 6.02
8 BMRI 4,860 4,730 -130 -2.67
9 BBNI 4,130 4,140 10 0.24
10 TKIM 4,750 4,850 100 2.11