Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Saran SBY ke Jokowi & Pemerintah: Jangan Banyakin Musuh!

Saran SBY ke Jokowi & Pemerintah: Jangan Banyakin Musuh!
WE Online, Jakarta -

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menulis artikel berjudul Indonesia Harus Bersatu dan Fokus pada Penghentian Penyebaran Virus Korona di akun Facebook resmi @SBYudhoyono.

Artikel tersebut diawali dengan ucapan belasungkawa SBY kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang dirawat karena positif corona. Dia juga mengingatkan pemerintah untuk lebih mengutamakan menyelamatkan rakyat Indonesia dalam melawan pandemi corona.

Pendiri Partai Demokrat tersebut juga menyambut baik semua kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk meningkatkan penanggulangan Covid-19, termasuk penyediaan anggaran yang disampaikan Presiden Jokowi beberapa saat lalu yang dianggapnya cukup memadai.

Baca Juga: SBY: Salah Besar Merasa Berhasil Atasi Corona! Lumpuhkan Dulu, Ekonomi Akan Tumbuh Lagi

Meski begitu, ia juga memiliki saran bagi pemerintah dalam menangani pandemi corona. "Sekarang, ijinkan saya menyampaikan pandangan dan saran kepada pemerintah," ucap SBY dikutip Kamis (9/4/2020).

SBY mengingatkan, dalam keadaan darurat dan sekaligus krisis seperti sekarang ini, sebaiknya pemerintah bisa mencegah terjadinya masalah baru. Misalnya, masalah sosial ataupun masalah politik yang bisa mengganggu upaya pemerintah menyelamatkan rakyat dari wabah virus corona yang mematikan ini.

Menurut SBY, dengan keadaan psikologi masyarakat pada era pandemi besar ini, sebagaimana yang sudah diutarakan sebelumnya, bisa saja warga ada yang salah berucap.

"Misalnya, di media sosial, ada kata-kata yang melampaui batas. Menghadapi masalah ini, alangkah baiknya kalau yang diutamakan adalah tindakan yang persuasif terlebih dahulu. Tindakan pencegahan terlebih dahulu. Pendekatan dan penyelesaian yang nonyudisial dulu. Kalau sudah tidak mempan, memang benar-benar keterlaluan dan tidak ada cara lain, barulah pendekatan hukum yang dilakukan," ujar SBY.

 

Dia pun tidak ingin negara dan pemerintah menghadapi banyak front permusuhan. Sebagai seorang prajurit TNI AD yang hampir 30 tahun mengabdi di bidang pertahanan dan keamanan negara, SBY mengaku diajarkan bahwa janganlah membuka medan permusuhan yang terlalu banyak.

"Padahal, sebagaimana pandangan saya sebelumnya, justru saat ini kita harus kompak dan fokus pada upaya besar menghentikan virus korona di Tanah Air kita," ucap mantan kasospol ABRI tersebut.

SBY juga memohon, janganlah pejabat pemerintah mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan antipati baru, bahkan perlawanan dari rakyatnya. Jangan pula, dia menambahkan, pernyataan itu melukai mereka yang justru ingin membantu pemerintah. Misalnya, dengan mudahnya mengatakan yang bersuara kritis itu pastilah mereka yang berasal dari pemerintahan yang lalu.

Baca Juga: Hina Presiden Dipolisikan, SBY sampai Memohon: Tangani dengan Bijak, Sedih & Malu Kita pada Rakyat!

"Berarti pemerintahan yang saya pimpin dulu. Atau berasal dari kalangan yang tidak ada di kabinet sekarang ini. Tuduhan gegabah seperti ini hanya akan membuka front baru. Front yang sangat tidak diperlukan ketika kita harus bersatu menghadapi virus corona dan tekanan ekonomi yang berat saat ini," kata SBY.

SBY menambahkan, ia memohon agar pemerintah tidak alergi terhadap pandangan dan saran dari pihak di luar pemerintahan. Banyak kalangan yang menyampaikan pikirannya, menurut SBY, mungkin sedikit kritis. Namun, menurut dia, mereka itu sangat pro pemerintah dan juga sangat mendukung Presiden Jokowi.

Dia menyebut, amat berbahaya jika ada pihak yang menyampaikan pandangan kritisnya, yang kebetulan pernah bertugas pada pemerintahan SBY atau sekarang tidak berada dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi, lantas dianggap sebagai musuh pemerintah.

"Sebagai musuh negara. Menurut saya, pandangan dari pihak di luar pemerintah itu tetap ada gunanya jika pemerintah sudi untuk mendengarkannya," ucap SBY.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi), Virus Corona, COVID-19

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43