Portal Berita Ekonomi Rabu, 03 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:29 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,37% terhadap Yen pada level 7,10 CNY/USD.
  • 21:25 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,59% terhadap Poundsterling pada level 1,2566 USD/GBP.
  • 21:24 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,44% terhadap Euro pada level 1,1185 USD/EUR.
  • 21:22 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.744 USD/troy ounce.
  • 21:20 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 39,09 USD/barel.
  • 21:19 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 35,93 USD/barel.
  • 21:16 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka negatif 0,01% pada level 9.551.
  • 21:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,58% pada level 25.623.
  • 21:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,14% pada level 3.060.
  • 16:17 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,38% terhadap Yuan pada level 7,10 CNY/USD.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,11% pada level 23.995.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,20% pada level 2.921.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 2,25% pada level 2.608.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,19% pada level 22.325.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,07% pada level 2.087. 

Konsumen Bakal Lebih Sering Makan di Rumah Pascacorona, Pelaku Bisnis F&B Mesti Siaga!

Konsumen Bakal Lebih Sering Makan di Rumah Pascacorona, Pelaku Bisnis F&B Mesti Siaga!
WE Online, Bogor -

Kebiasaan konsumen Asia untuk makan di luar rumah berpotensi berubah setelah corona berakhir, karena lebih memilih membawa pulang pesanan makanannya, menurut penelitian terbaru dari Nielsen.

Lebih dari 6 ribu responden di 11 pasar, meliputi: China, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Filipina, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Indonesia disurvei dalam penelitian itu.

"Konsumen di seluruh Asia telah menunjukkan kebiasaan makan mereka akan berubah secara permanen jika pandemi sudah berakhir," tulis riset daring oleh Nielsen itu, dilansir dari KrAsia, Kamis (9/4/2020).

Baca Juga: Lockdown Bikin Perilaku Konsumen Berubah, Industri Pesan-Antar Makanan Kena Musibah

Di China, 86% dari responden mengaku akan lebih sering makan di rumah daripada sebelum wabah. Begitu pula dengan 77% responden di Hong Kong. Sementara di Korea Selatan, Malaysia, dan Vietnam, angkanya mencapai 62%.

Direktur Pelaksana Nielsen Connect untuk Asia Tenggara, Vaughan Ryan berkata, "krisis COVID-19 jelas telah mengubah sikap dan perilaku konsumen. Kami memproyeksi para konsumen akan lebih sering makan di rumah di masa depan."

Lebih lanjut, pasar Asia yang masuk dalam survei menunjukkan peningkatan pergerakan penjualan barang-barang konsumen dengan rata-rata 20% tiap minggu, sejak wabah mulai meradang pada akhir Januari.

Artinya, konsumen telah beralih dari tren gaya hidup 'on the go' menjadi tren konsumsi rumah yang lebih aman. "Sejak awal COVID-19, telah ada perubahan signifikan dalam pola belanja makanan konsumen di berbagai daerah," kata Pendiri aplikasi masakan rumahan, Norma Chu.

Di platform Tmall milik Alibaba juga terjadi perubahan tren pembelian bahan makanan. Mie, beras, minyak, dan bumbu masakan telah mengalami lonjakan permintaan dari angka 26,3% menjadi 67,69% setelah corona mewabah.

Karena itulah, Nielsen memprediksi bakal terjadi perubahan lanskap ritel, khususnya untuk segmen makanan dan minuman.

Baca Juga

Tag: Tmall, Virus Corona, Nielsen Holdings PLC, makanan-minuman

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Instagram/@fridajoincoffee

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,882.91 3,843.25
British Pound GBP 1.00 18,199.19 18,015.22
China Yuan CNY 1.00 2,046.41 2,025.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,574.51 14,429.49
Dolar Australia AUD 1.00 9,881.52 9,780.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.34 1,861.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,360.04 10,254.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,209.77 16,047.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.32 3,355.70
Yen Jepang JPY 100.00 13,541.31 13,402.83
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4847.507 93.895 692
2 Agriculture 966.684 1.753 22
3 Mining 1270.446 32.245 49
4 Basic Industry and Chemicals 759.541 13.808 78
5 Miscellanous Industry 854.205 -4.191 52
6 Consumer Goods 1820.498 13.773 58
7 Cons., Property & Real Estate 326.467 3.510 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 883.534 19.450 78
9 Finance 995.519 33.004 93
10 Trade & Service 611.583 4.950 172
No Code Prev Close Change %
1 ASBI 270 336 66 24.44
2 DIVA 940 1,145 205 21.81
3 BBTN 760 925 165 21.71
4 AKSI 117 141 24 20.51
5 MBTO 59 70 11 18.64
6 TMPO 127 148 21 16.54
7 DUCK 470 540 70 14.89
8 PJAA 466 535 69 14.81
9 PANS 745 855 110 14.77
10 ETWA 64 73 9 14.06
No Code Prev Close Change %
1 DFAM 400 372 -28 -7.00
2 STTP 8,300 7,725 -575 -6.93
3 ARKA 1,300 1,210 -90 -6.92
4 LAND 318 296 -22 -6.92
5 NATO 535 498 -37 -6.92
6 CASS 188 175 -13 -6.91
7 VICO 116 108 -8 -6.90
8 ADES 960 895 -65 -6.77
9 OCAP 150 140 -10 -6.67
10 POLI 1,050 980 -70 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,950 3,180 230 7.80
2 BBTN 760 925 165 21.71
3 PURA 75 77 2 2.67
4 TKIM 3,970 4,260 290 7.30
5 BBCA 25,950 26,800 850 3.28
6 TLKM 3,150 3,250 100 3.17
7 ICBP 8,150 8,475 325 3.99
8 BMRI 4,470 4,620 150 3.36
9 BBNI 3,830 3,970 140 3.66
10 INDF 5,750 6,025 275 4.78