Portal Berita Ekonomi Minggu, 07 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

DKI Mulai Berlakukan PSBB, Apa Kabar Kondisi Bisnis?

DKI Mulai Berlakukan PSBB, Apa Kabar Kondisi Bisnis?
WE Online, Jakarta -

Hari ini pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selama diberlakukannya PSBB, tentu kondisi bisnis, terutama di DKI Jakarta menjadi patut menjadi sorotan perihal kondisi dan keberlangsungannya.

"Bagi Jakarta, pasti secara umum bisnis hampir mati, karena beberapa jenis usaha saja yang diperkenankan beroperasi, selebihnya terpaksa tutup tunduk pada peraturan, guna mengeliminir transmisi lokal virus corona," ujar Ketua CEO Business Forum Indonesia Jahja B Soenarjo, ketika dihubungi Warta Ekonomi, Jumat (10/4/2020).

Meski begitu, menurut Jahja, hal seperti ini harusnya sudah mampu diprediksi oleh pelaku usaha, berkaca dengan apa yang sudah terjadi di Wuhan. Sehingga pelaku usaha sudah punya tindakan preventif maupun rencana darurat, ketika hal serupa di Wuhan akan terjadi di Indonesia.

Baca Juga: PSBB Berlangsung, Polisi hingga TNI Jaga Pusat Perbelanjaan di Jakarta

"Pembatasan-pembatasan ini seharusnya sudah diantisipasi para pengusaha sejak kasus pertama di Wuhan dan merembet ke Asia Tenggara, dan akhirnya Indonesia, dengan populasi terbesar di Asean," ujarnya.

Namun, rupanya masih sedikit pelaku usaha yang membuat langkah serupa.

"Tidak banyak pelaku usaha yang segera bergerak cepat dengan "contingency plan" alias rencana darurat. Tekanan disrupsi masif yang ditimbulkan oleh bencana pandemik virus corona ini membuat semua pelaku bisnis bertekuk lutut, merata tanpa pandang bulu," katanya.

Menurut Jahja, Jakarta memiliki jumlah mall paling banyak dan pemberlakuan PSBB membuat banyak tenaga kerja lepas/paruhwaktu bahkan tenaga tetap kehilangan penghasilan, sehingga tidak ada daya beli yang signifikan di musim Lebaran. Namun hal ini tidak berarti ekonomi berhenti total. 

Apa yang masih bisa dilakukan ? 

"Pertama, tetap membangun ekosistem baru yang bersifat sinergis antar sektor. Pelaku kuliner, online-shop dan jasa antaran, bersinergi dengan ojek online. Penawaran bingkisan mulai marak dan akan sangat baik bila juga bekerjasama dengan ojek online dan taksi," ujar Jahja.

Lalu, penggunaan aplikasi digital juga akan membantu di tengah kondisi pandemi seperti ini. 

"Kedua, pemanfaatan aplikasi digital sebagai akselerator proses bisnis yang lebih inovatif. Contohnya, aplikasi titipku.com yang bisa membantu pedagang-pedagang di pasar sekalipun dan tentunya bisa bergandengan dengan pihak pengelola pasar. Dan banyak aplikasi-aplikasi lainnya," pungkasnya.

Kemudian pemanfaatan platform e-commerce. E-commerce sendiri sudah menjadi pilihan yang realistis bagi para konsumen dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Tentu tidak ketinggalan ini menjadi kesempatan bagi pelaku UKM untuk meningkatkan volumenya melalui Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan lainnya - agar konten produk lokal menjadi lebih banyak lagi," cetusnya.

Baca Juga

Tag: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta)

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Antara/Aprillio Akbar

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66