Tolak Keras Publikasi Dokumen Serangan 9/11, AS Bilang Itu Sangat...

Tolak Keras Publikasi Dokumen Serangan 9/11, AS Bilang Itu Sangat... Kredit Foto: Reuters/Sara K. Schwittek

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menolak merilis dokumen tentang serangan teroris 11 September 2001 untuk keluarga para korban. Alasan penolakan tersebut adalah dokumen bersifat rahasia dan bisa membahayakan keamanan nasional Amerika.

Namun, para pejabat intelijen senior mengatakan mereka tidak dapat menjelaskan alasan kerahasiaan dokumen tersebut.

Baca Juga: Korban 9/11 Gak Ada Apa-apanya Dibanding Jasad Pasien Virus Corona di New York, Kenapa?

Penolakan pembukaan dokumen itu merupakan langkah terbaru pemerintah Presiden Donald untuk melindungi hubungan AS dengan Kerajaan Arab Saudi.

AS menuduh serangan 9/11 dengan pesawat yang dibajak itu dilakukan kelompok al-Qaeda yang kala itu dipimpin Osama bin Laden. Dari 19 tersangka pembajak pesawat, 15 di antaranya adalah warga Arab Saudi.

Menurut sebuah laporan ProPublica, Departemen Kehakiman AS mengklaim di pengadilan federal pada Senin malam bahwa dokumen-dokumen itu mengungkap rahasia negara, tetapi departemen tersebut mengaku tidak dapat menjelaskan apa rahasia yang terlibat, karena itu juga rahasia.

“Penegasan hak istimewa ini melebihi informasi keamanan nasional yang sangat sensitif dan rahasia mengenai informasi pemerintah asing; kegiatan, sumber, dan metode intelijen; dan informasi mengenai hubungan luar negeri dan kegiatan luar negeri Amerika Serikat, termasuk sumber-sumber rahasia," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Intelejen Nasional Richard Grenell dalam deklarasi sumpah yang diberikan kepada Pengadilan AS untuk Distrik Selatan New York.

"Informasi ini harus dilindungi karena pengungkapannya secara wajar dapat diperkirakan menyebabkan kerusakan serius, dan dalam banyak kasus kerusakan luar biasa, terhadap keamanan nasional Amerika Serikat," kata Grenell, yang dipublikasikan blog Florida Bulldog. Kesaksiannya diikuti oleh Jaksa Agung AS William Barr dan pejabat intelijen terkemuka lainnya.

"Panjang yang luar biasa yang akan mereka tuju di sini menunjukkan bahwa pasti ada rahasia yang dalam dan kelam bahwa mereka masih berusaha keras untuk bersembunyi setelah hampir 20 tahun," kata Steven Pounian, seorang pengacara yang mewakili keluarga korban serangan 9/11 kepada ProPublica, yang dikutip Sputniknews, Jumat (17/4/2020).

"Tapi siapa yang mereka lindungi? Sesuatu mungkin menjadi rahasia pemerintah Saudi. Tapi bagaimana ini bisa menjadi rahasia yang masih harus disimpan dari orang-orang Amerika setelah sekian lama?," lanjut pengacara tersebut.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini