Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Jokowi Ungkap Alasan Penundaan Pembahasan RUU Ciptaker

Jokowi Ungkap Alasan Penundaan Pembahasan RUU Ciptaker
WE Online, Jakarta -

Presiden Joko Widodo menjelaskan pemerintah dengan DPR memang telah mencapai kesepakatan untuk menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan pada RUU Ciptaker (Rancangan Undang-undang Penciptaan Tenaga Kerja). Seperti diketahui, pembahasan ini sempat menuai kecaman dari banyak pihak mengingat saat ini konsentrasi masyarakat dan pemerintah sedang fokus pada penanganan Covid-19.

"Kemarin pemerintah telah menyampaikan kepada DPR dan saya juga mendengar Ketua DPR sudah menyampaikan kepada masyarakat bahwa klaster Ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja ini pembahasannya ditunda, sesuai dengan keinginan pemerintah," jelas Presiden Jokowi dalam siaran pers Biro Pers Media dan Informasi (BPMI) Istana Kepresidenan RI, Jumat (24/4/2020).

Baca Juga: Benar Kata Jokowi, Poyuono: Yang Kritik Mudik-Pulkam Gak Ada Kerjaan

Dengan adanya penundaan tersebut, menurut Jokowi, justru cukup baik untuk ke depannya. Karena gelombang aksi protes masyarakat terhadap klaster ini, menurut Jokowi, penundaan itu cukup baik untuk bisa menjadi bahan masukan dari pemerintah sebelum dibahas lebih lanjut.

Sebelum mewabahnya Covid-19 ini, memang gelombang aksi dari buruh hingga mahasiswa, bermunculan menolak DPR dan pemerintah mensahkan RUU klaster Ketenagakerjaan ini. Mereka menganggap bahwa RUU ini justru mementingkan investor dan merugikan pekerja atau buruh.

"Hal ini juga untuk memberikan kesempatan kepada kita untuk mendalami lagi substansi dari pasal-pasal yang terkait dan juga untuk mendapatkan masukan-masukan dari para pemangku kepentingan," kata Kepala Negara.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), RUU Ketenagakerjaan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,903.38 3,863.51
British Pound GBP 1.00 18,244.37 18,061.39
China Yuan CNY 1.00 2,071.79 2,050.85
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,638.83 14,493.17
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.25 10,033.62
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,888.83 1,870.01
Dolar Singapura SGD 1.00 10,496.79 10,388.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,462.83 16,294.67
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,416.30 3,379.15
Yen Jepang JPY 100.00 13,614.98 13,478.26
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4973.794 7.014 694
2 Agriculture 1035.202 -3.361 22
3 Mining 1268.499 25.710 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.463 13.240 80
5 Miscellanous Industry 874.938 -3.179 52
6 Consumer Goods 1815.479 0.475 57
7 Cons., Property & Real Estate 321.161 -5.097 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 897.578 2.421 78
9 Finance 1073.299 -2.447 93
10 Trade & Service 605.597 0.226 172
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 103 139 36 34.95
2 EPAC 199 268 69 34.67
3 INDS 1,940 2,420 480 24.74
4 AMAR 308 384 76 24.68
5 PDES 390 470 80 20.51
6 MARK 540 650 110 20.37
7 DNAR 226 270 44 19.47
8 DAYA 600 700 100 16.67
9 DSSA 19,500 22,400 2,900 14.87
10 GLOB 168 190 22 13.10
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 372 346 -26 -6.99
2 MSIN 316 294 -22 -6.96
3 SMMA 17,700 16,475 -1,225 -6.92
4 BIKA 188 175 -13 -6.91
5 FOOD 145 135 -10 -6.90
6 INPS 1,960 1,825 -135 -6.89
7 HDFA 160 149 -11 -6.88
8 PRAS 146 136 -10 -6.85
9 AMFG 3,070 2,860 -210 -6.84
10 PLIN 2,640 2,460 -180 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 PURA 97 92 -5 -5.15
2 TOWR 1,040 1,090 50 4.81
3 PTPP 980 955 -25 -2.55
4 BCAP 158 158 0 0.00
5 TKIM 6,500 6,250 -250 -3.85
6 TCPI 4,340 4,150 -190 -4.38
7 TLKM 3,140 3,120 -20 -0.64
8 MNCN 890 915 25 2.81
9 JPFA 1,150 1,175 25 2.17
10 MAIN 570 615 45 7.89