Portal Berita Ekonomi Rabu, 15 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:16 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,03% terhadap Dollar AS pada level 14.454 IDR/USD.
  • 09:15 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 1,42% pada level 22.908.
  • 09:13 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,94% pada level 10.488.
  • 09:13 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,51 USD/barel.
  • 09:12 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 43,12 USD/barel.
  • 09:11 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1409 USD/EUR.
  • 09:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,21% terhadap Poundsterling pada level 1,2579 USD/GBP.
  • 09:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,74% pada level 25.665.
  • 09:09 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup menguat 2,13% pada level 26.642.
  • 09:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,95% pada level 2.204.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka negatif 0,52% pada level 3.396.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 1,34% pada level 3.197.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka menguat 1,23% pada level 2.652.
  • 09:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 0,06% pada level 6.179.
  • 09:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,10% terhadap Yuan pada level 6,99 CNY/USD.

Fahri Hamzah Ikut Ramaikan Berita Heboh Trump dan Kim Jong-un

Fahri Hamzah Ikut Ramaikan Berita Heboh Trump dan Kim Jong-un
WE Online, Jakarta -

Sepanjang Minggu, 26 April 2020, dunia dihebohkan dengan dua berita besar. Pertama, datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kedua, datang dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Trump menuai kecaman dari komunitas tenaga medis setelah ia menyarankan agar digelar riset untuk mengetahui apakah pasien Covid-19 dapat disembuhkan dengan suntikan cairan disinfektan ke dalam tubuh. Trump juga menyarankan agar sinar ultraviolet dipancarkan langsung ke tubuh pasien. Idenya ini langsung dibantah oleh seorang dokter yang hadir dalam rapat gugus tugas penanganan virus corona.

Baca Juga: Hadapi Musuh Besar, Fahri Hamzah: Pemimpin Harus Tampil! Jangan Malah Pion-Pion!

Dalam rapat bersama gugus tugas penanganan virus corona di Gedung Putih yang digelar Kamis (23/4/2020), seorang pejabat AS menjabarkan hasil riset pemerintah yang mengindikasikan virus corona terlihat melemah jika terpapar cahaya matahari dan suhu udara yang hangat. Riset tersebut juga menunjukkan cairan pemutih dapat membunuh virus dalam ludah atau cairan pernapasan lainnya dalam waktu lima menit. Alkohol isopropyl bahkan dapat mematikannya dengan lebih cepat.

Trump lalu menyarankan agar riset tersebut didalami lebih lanjut meski ia juga mencatat bahwa riset tersebut perlu ditelaah dengan hati-hati.

"Jadi, sepertinya kita bisa menyinari tubuh dengan banyak sinar ultraviolet atau sinar kuat lainnya," kata Trump sambil melihat ke arah Dr Deborah Brix, koordinator respons virus corona Gedung Putih. "Saya tahu Anda bilang hal itu belum diteliti tapi Anda akan mencobanya," ujar Trump dilansir BBC, Senin (27/4/2020).

"Lalu saya mengatakan, kita bisa menyinari bagian dalam tubuh, yang bisa Anda lakukan lewat penyinaran kulit atau cara-cara lainnya. Saya rasa Anda juga bilang Anda akan menguji hal itu. Kedengarannya menarik," tambah Trump.

Trump mengaku tertarik hasil riset cairan disinfektan dapat membunuh virus dalam waktu satu menit. Satu menit. 

"Saya lihat dari hasil riset cairan disinfektan dapat membunuh virus dalam waktu satu menit. Satu menit. Adakah cara di mana kita bisa mengujinya, seperti menyuntik cairan disinfektan atau membersihkan tubuh kita? Saya tertarik melihatnya," ungkapnya.

Operasi Kim Jong-un Gagal

Sementara itu, berita lainnya datang dari Kim Jong-un. Ia dikabarkan meninggal dunia melalui rumor yang beredar dan sempat diberitakan majalah Jepang Shukan Gendai. Namun sayangnya, sumber-sumber yang memberikan informasi dan diklaim dekat dengan lingkaran kekuasaan di Korea Utara tak bersedia disebutkan nama jelasnya.

Sebagian spekulasi beredar soal Kim Jong-un belum meninggal, tetapi kondisinya sedang kritis akibat operasi jantung yang dia alami. Termasuk disebutkan mengalami kondisi vegetatif atau disfungsi otak kronis ketika seseorang tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran.

Kehilangan kesadaran diisukan dialami Kim Jong-un diberitakan Metro setelah pemimpin yang dijuluki Pria Roket ini menjalani operasi jantung awal bulan April 2020. Selain itu, disebutkan bahwa dokter-dokter hebat dari China sempat didatangkan tak lama setelah itu ke Korea Utara.

Rumor meninggalnya Kim Jong-un juga sempat disampaikan oleh seorang wakil direktur HKSTV Hong Kong Satellite Television, sebuah siaran yang didukung di Beijing, Hong Kong, telah mengklaim jika Kim Jong Un telah meninggal dunia mengutip "sumber yang sangat solid," tulisnya di aplikasi perpesanan China Weibo, Minggu, 26 April 2020.

Kabar lainnya yang belum terkonfirmasi mengaitkan dengan sumber-sumber Partai Komunitas Senior di Beijing yang mengklaim Kim meninggal ketika ahli bedahnya merusak operasi kecil karena tangannya gemetar begitu parah.

Hal ini turut dikomentari eks Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Ia turut menyoroti dua kasus ini lewat akun Twitternya. Fahri menggunakan #hariketiga. "#hariketiga Trump suntik desinfektan.. Kim Jong Un Gagal Operasi...," tulis Fahri.

Cuitan Fahri memang terlihat ambigu, terkesan sengaja menggantung kicauannya dengan memberi tanda titik-titik. Beragam komentar pun muncul, ada juga yang mengaitkan dengan Presiden Indonesia, Joko Widodo.

"Dokter yg operasi gagal kim jong un dbazzoka ga bang sama adiknya?" tulis akun @nalayeghie. "Jokowi bikin rakyat sengsara," kata pemilik akun @abduladzed.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Fahri Hamzah, Donald Trump, Kim Jong Un

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,888.90 3,849.18
British Pound GBP 1.00 18,294.87 18,111.39
China Yuan CNY 1.00 2,081.25 2,059.36
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,584.56 14,439.44
Dolar Australia AUD 1.00 10,115.85 10,013.75
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,881.68 1,862.94
Dolar Singapura SGD 1.00 10,472.15 10,367.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,538.89 16,369.99
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,417.59 3,379.23
Yen Jepang JPY 100.00 13,605.00 13,465.86
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5079.122 14.675 696
2 Agriculture 1082.119 3.406 23
3 Mining 1314.351 -11.407 48
4 Basic Industry and Chemicals 779.246 11.753 80
5 Miscellanous Industry 890.379 7.993 52
6 Consumer Goods 1834.167 20.790 57
7 Cons., Property & Real Estate 311.880 -3.266 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.143 -3.438 78
9 Finance 1118.444 0.879 93
10 Trade & Service 605.111 -0.592 173
No Code Prev Close Change %
1 INDO 118 159 41 34.75
2 WOWS 50 67 17 34.00
3 AGRO 154 206 52 33.77
4 NIKL 500 625 125 25.00
5 SMBR 328 410 82 25.00
6 UANG 550 685 135 24.55
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 MBTO 64 79 15 23.44
9 DADA 88 104 16 18.18
10 KMTR 238 274 36 15.13
No Code Prev Close Change %
1 TALF 230 214 -16 -6.96
2 INCI 505 470 -35 -6.93
3 TCPI 3,480 3,240 -240 -6.90
4 HDFA 160 149 -11 -6.88
5 TNCA 160 149 -11 -6.88
6 CENT 102 95 -7 -6.86
7 POLL 5,100 4,750 -350 -6.86
8 DNAR 268 250 -18 -6.72
9 CANI 150 140 -10 -6.67
10 SOFA 90 84 -6 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 482 490 8 1.66
2 PURA 117 121 4 3.42
3 DOID 210 216 6 2.86
4 KAEF 1,195 1,340 145 12.13
5 BBRI 3,160 3,170 10 0.32
6 TOWR 1,065 1,065 0 0.00
7 INDY 930 920 -10 -1.08
8 TLKM 3,090 3,080 -10 -0.32
9 INAF 1,025 1,180 155 15.12
10 PTBA 2,170 2,140 -30 -1.38