Portal Berita Ekonomi Sabtu, 06 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:58 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 2,06% pada level 9.814.
  • 10:57 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 3,15% pada level 27.110.
  • 10:56 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 2,64% pada level 3.193.
  • 10:55 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.685 USD/troy ounce.
  • 10:54 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,30 USD/barel.
  • 10:53 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,55 USD/barel.

Diterjang Covid-19, Saham BUMN dan Properti Tak Prospektif

Diterjang Covid-19, Saham BUMN dan Properti Tak Prospektif
WE Online, Jakarta -

Saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama ini hampir selalu jadi primadona dalam industri pasar modal nasional. Saat melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) saja misalnya, saham-saham BUMN hampir pasti laris-manis diserbu investor.

Hal ini tak lepas dari kepemilikan sahamnya yang dikusai oleh negara sehingga meski sektor industrinya sedang terpuruk, BUMN diyakini tidak akan gulung tikar lantaran pemerintah sebagai pemegang saham pengendali dianggap pasti bakal berusaha sekuat tenaga agar usahanya terus dapat berjalan. Dengan begitu, nasib investor secara keseluruhan bakal ikut terjaga.

Baca Juga: Di Tengah Corona, Startup Pembayaran Digital Ini Gelar IPO, Segini Jumlah Saham yang Dilepas

Namun dengan terjadinya pandemi Covid-19 ini, sepertinya tips untuk nyender di saham BUMN menjadi kurang manjur, bahkan direkomendasikan untuk dihindari sementara waktu. Hal ini disinyalir terjadi lantaran pada saat pandemi, saham-saham BUMN sudah merosot begitu dalam sehingga sulit untuk diharapkan kembali memimpin penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan.

"Sebelum ini, pelemahan (saham) BUMN sudah terlalu dalam sehingga jadi sentimen negatif. Secara rata-rata, kapitalisasi saham BUMN saat ini sudah turun 37,8 persen, sedangkan saham emiten non-emiten justru masih lebih baik dengan penurunan kapitalisasi rata-rata 25,4 persen," ujar Kepala Riset Praus Capital, Alfred Nainggolan, dalam diskusi virtual dengan kalangan wartawan, Minggu (26/4/2020).

Kondisi ini, menurut Alfred, berbeda dengan momen-momen krisis yang pernah terjadi di Indonesia selama ini, di mana BUMN hampir selalu lebih kuat untuk bertahan dan menjadi pengatrol IHSG untuk kembali ke level semula. Pada krisis 2009 lalu, misalnya, hanya butuh waktu sekitar 10 bulan saja bagi saham-saham BUMN untuk kembali ke titik semula pasca melemah oleh krisis.

Untuk kondisi saat ini, Alfred menilai butuh waktu lebih lama bagi BUMN untuk kembali melenggang di zona hijau. Tak hanya saham BUMN, saham-saham sektor properti diperkirakan juga bernasib sama, yaitu tersungkur dalam di zona merah.

"Misal dengan karyawan yang sudah mulai terbiasa dengan work from home (WFH), perusahaan-perusahaan pasti sedikit banyak menyesuaikan sehingga demand perkantoran jadi melemah. Harga sewa jadi tidak prospektif lagi sehingga bukan tidak mungkin pasca Covid-19 ini bakal banyak gedung perkantoran dijual. Ini jadi PR dari saham properti sehingga berpotensi sulit naik," ujar Chief Economist Bank CIMB Niaga, Adrian Panggabean, dalam kesempatan yang sama.

Karenanya, dalam kondisi yang serba tak menentu seperti saat ini, baik Alfred maupun Adrian sepakat bahwa masyarakat khususnya kalangan investor lebih melakukan diversifikasi portofolio sebanyak mungkin. Hal ini untuk mengantisipasi potensi penurunan di jenis-jenis portofolio tertentu di kemudian hari. Tak hanya itu, ketersediaa dana cash juga dianggap cukup penting untuk disiapkan dalam kondisi saat ini.

"Dalam situasi krisis seperti saat ini, rumusnya bukan lagi soal (portfofolio) liquid atau tidak liquid. Bukan soal cash atau noncash. Semuanya dibutuhkan dalam kacamata diversifikasi portofolio agar meminimalisasi risiko pelemahan dalam beberapa waktu ke depan," tegas Adrian.

Baca Juga

Tag: Bursa, Saham, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Properti, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66