Bidik Rp87,5 M Lewat IPO, Begini Perkembangan Bisnis Fintek Cashlez Selama 5 Tahun

Bidik Rp87,5 M Lewat IPO, Begini Perkembangan Bisnis Fintek Cashlez Selama 5 Tahun Kredit Foto: Cashlez

Salah satu pemain di industri pembayaran digital, Cashlez telah resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Senin (27/4/2020) setelah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir pekan lalu.

PT Sinarmas Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi startup pembayaran digital yang berdiri sejak 2015 itu. Cashlez akan melepas 250 juta unit saham kepada publik dengan harga penawaran Rp350 per saham. Jika semua terjual, Cashlez akan mengantongi Rp87,5 M dari investor publik.

Pertanyaannya, siapa Cashlez dan apa produk yang perusahaan itu tawarkan? Bagaimana dengan perjalanan bisnisnya dari tahun ke tahun? Berikut ini data yang sudah Warta Ekonomi rangkum.

Baca Juga: Di Tengah Corona, Startup Pembayaran Digital Ini Gelar IPO, Segini Jumlah Saham yang Dilepas

2016

Setelah resmi berdiri pada 2015, Cashlez memulai operasional bisnis setahun setelahnya. Pada tahun pertamanya, startup itu menggandeng Bank Mandiri, BNI, dan Maybank sebagai agregator merchant.

Berdasarkan data yang Cashlez tampilkan di situs resminya, selama empat bulan operasional, perusahaan mencatatkan 18 miliar dari 436 penjual.

2017

2 tahun setelah berdiri, fintek ini mendapat pendanaan dari Mandiri Capital Indonesia, lalu terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia dalam ajang ITU Telecom World 2017 serta International World Event di Busan, Korea Selatan.

2018

Cashlez resmi terdaftar di Bank Indonesia (BI) di tahun ini. Selain itu, produk mPOS (mobile point of sale) Cashlez baru mengudara di tahun yang sama. Produk itu memungkinkan konsumen membayar lewat kartu (debit ataupun kredit) berbasis aplikasi di ponsel pintar melalui pemindai kartu berbasis bluetooth.

Selain mPOS, mitra penjual Cashlez juga mendapat akses ke sistem pembayaran kode QR serta Cashlez Link untuk pembayaran e-commerce.

2019

Fintek ini melebarkan sayap bisnis ke Makassar, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya pada April 2019. Sebulan setelahnya, perusahaan mendapat lisensi payment gateaway dari BI.

Tak cuma itu, Cashlez juga memulai kerja sama dengan Gopay sejak Juli 2019 serta menerima pendanaan dari Sumitomo Corporation.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini