Portal Berita Ekonomi Jum'at, 03 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:28 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 1,04% pada level 10.260.
  • 23:27 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,19 USD/barel.
  • 23:26 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,62 USD/barel.
  • 23:25 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,20% terhadap Euro pada level 1,1229 USD/EUR.
  • 23:24 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,2465 USD/GBP.
  • 23:23 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,87% pada level 25.959.
  • 23:22 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka menguat 0,74% pada level 3.138.
  • 23:20 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yen pada level 107,58 JPY/USD.
  • 23:19 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.777 USD/troy ounce.
  • 16:43 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,92% pada level 6.214.
  • 16:42 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 16:38 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 2,85% pada level 25.124.
  • 16:37 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,36% pada level 2.135.
  • 16:36 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,11% pada level 22.145.
  • 16:35 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,13% pada level 3.090.

Laporan Organisasi Kemanusiaan Bilang Idlib Hancur karena Tak Siap Hadapi Pandemi Corona

Laporan Organisasi Kemanusiaan Bilang Idlib Hancur karena Tak Siap Hadapi Pandemi Corona
WE Online, Idlib -

Laporan Refugees International menyatakan, kondisi Idlib, Suriah yang akan semakin parah saat virus corona menyebar hanya menunggu waktu tiba.

"Idlib dikelilingi oleh daerah-daerah yang semuanya terkena virus corona. Walaupun ada penutupan penyeberangan, rute tetap dibuka untuk lalu lintas komersial, sehingga risiko wabah virus tetap," kata penulis laporan Sahar Atrache dikutip dari Al Jazeera, Rabu (29/4/2020).

Baca Juga: Miris! Warga Idlib Cuma Miliki Satu Set Alat Tes Virus Corona

Meskipun sulit untuk memprediksi secara tepat kapan kasus virus corona akan terkonfirmasi di Idlib, laporan Refugees International menyatakan petugas kesehatan sudah menyatakan tidak siap. Mereka akan sangat terpukul ketika virus corona menyebar dengan parah.

Pemerintah Suriah yang berbasis di Damaskus telah melaporkan 43 kasus virus corona termasuk tiga kematian pada daerah-daerah yang dikendalikan, Selasa (28/4/2020). Kekhawatiran penyebaran di Idlib menjadi besar ketika rekomendasi para ahli tidak dijalankan.

"Tetap di rumah, sering mencuci tangan, menjaga jarak antar-individu, menyimpan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya, membersihkan dan mendesinfeksi permukaan," tulis laporan tersebut menyatakan poin-poin rekomendasi itu bermasalah di Idlib.

Menurut laporan, berjudul "A Crisis on Top of a Crisis: COVID-19 Looms over War-Ravaged Idlib", kamp informal menjadi tempat dengan situasi yang paling memprihatinkan. Ketika Covid-19 masuk, dengan kondisi kebersihan yang buruk, maka akan memperparah keadaan.

"Mengingat kondisi hidup di dalam provinsi, pencegahan dan deteksi dini pasien adalah beberapa strategi terbaik untuk menghindari wabah Covid-19 di Idlib," kata Atrache.

Dampak ekonomi dari pandemi juga akan memperburuk ekonomi Idlib yang sudah hancur karena perang bertahun-tahun. Menurut sumber yang dikutip laporan tersebut, banyak orang di Idlib tidak mampu tinggal di rumah.

Negara-negara yang biasanya memberikan bantuan telah mengalihkan upaya dan perhatian pada negaranya karena serangan pandemi. Padahal, krisis yang berada di Idlib tidak boleh dilupakan.

Terlebih lagi mempertimbangkan warga sipil di provinsi itu telah dipindahkan antara lima dan sepuluh kali karena pemboman dan serangan pemerintah yang berulang.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Suriah, Virus Corona, COVID-19, Virus 2019-nCoV

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Omar Sanadiki

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,889.98 3,850.24
British Pound GBP 1.00 18,203.63 18,018.17
China Yuan CNY 1.00 2,064.12 2,043.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,588.58 14,443.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,093.84 9,986.18
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,882.30 1,863.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,469.77 10,363.36
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,426.74 16,257.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.16 3,367.55
Yen Jepang JPY 100.00 13,573.30 13,434.49
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4966.780 52.392 694
2 Agriculture 1038.563 4.951 22
3 Mining 1242.789 5.656 48
4 Basic Industry and Chemicals 737.223 12.786 80
5 Miscellanous Industry 878.117 10.203 52
6 Consumer Goods 1815.004 28.572 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.258 7.418 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 895.157 17.382 78
9 Finance 1075.746 5.196 93
10 Trade & Service 605.371 0.353 172
No Code Prev Close Change %
1 EPAC 148 199 51 34.46
2 DNAR 169 226 57 33.73
3 BBHI 80 103 23 28.75
4 LRNA 120 150 30 25.00
5 ARTO 2,210 2,760 550 24.89
6 TNCA 180 224 44 24.44
7 INCI 430 535 105 24.42
8 HDFA 130 160 30 23.08
9 PORT 440 540 100 22.73
10 MSIN 258 316 58 22.48
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 400 372 -28 -7.00
2 ARTA 344 320 -24 -6.98
3 DUTI 5,125 4,770 -355 -6.93
4 MDLN 58 54 -4 -6.90
5 PZZA 800 745 -55 -6.88
6 MARI 73 68 -5 -6.85
7 VRNA 117 109 -8 -6.84
8 INTD 177 165 -12 -6.78
9 TGRA 74 69 -5 -6.76
10 ITIC 1,340 1,250 -90 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 TKIM 5,925 6,500 575 9.70
2 PURA 96 97 1 1.04
3 INKP 6,300 6,450 150 2.38
4 TLKM 3,040 3,140 100 3.29
5 PTPP 880 980 100 11.36
6 BCAP 157 158 1 0.64
7 ADRO 1,045 1,050 5 0.48
8 TOWR 1,020 1,040 20 1.96
9 TCPI 4,330 4,340 10 0.23
10 PTBA 2,090 2,070 -20 -0.96