Portal Berita Ekonomi Kamis, 28 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,33% pada level 2.846.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,12% pada level 2.516.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,66% pada level 6.184.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,32% pada level 21.916.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,13% pada level 2.028.

Mau Dapat Insentif Pajak? Berikut Ini Syarat dan Tanggal Pengajuannya!

Mau Dapat Insentif Pajak? Berikut Ini Syarat dan Tanggal Pengajuannya!
WE Online, Jakarta -

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menginformasikan batas waktu bagi wajib pajak bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan insentif pajak di tengah masa pandemi Virus Corona COVID-19.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor  44/PMK.03/2020, perluasan sektor usaha yang dapat menerima insentif pajak dalam rangka mengurangi beban ekonomi wajib pajak akibat wabah COVID-19 telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Menteri-Menteri Ini Kena Semprot Pak Jokowi: Ini Ada Apa? Masyarakat Jelas Dirugikan Lho!

Namun, dia melanjutkan, mengingat insentif pajak berdasarkan PMK Nomor 44/PMK.03/2020 ini diberikan untuk masa pajak April 2020 sampai dengan September 2020, sedangkan penerbitan PMK tersebut sudah mendekati akhir bulan April 2020, maka perlu adanya penetapan waktu pengajuan.

"Dan mempertimbangkan proses deployment system aplikasi online, maka DJP mengambil kebijakan melalui Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak Nomor SE-29/PJ/2020, bahwa insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) dan pengurangan Angsuran PPh Pasal 25 tetap dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak untuk masa pajak April 2020," kata dia dikutip dari keterangannya, 3 Mei 2020.

Baca Juga: Pemprov DKI Kasih Relaksasi Pajak, Begini Rinciannya

Adapun syarat untuk mendapatkan insentif tersebut, Hestu menuturkan, penyampaian pemberitahuan memanfaatkan insentif PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah telah dilakukan paling lambat tanggal 20 Mei 2020. Sementara itu, penyampaian pemberitahuan memanfaatkan insentif pengurangan angsuran PPh Pasal 25 telah dilakukan paling lambat tanggal 15 Mei 2020. 

Demikian juga wajib pajak dengan peredaran bruto tertentu yang dikenai PPh Final 0,5 persen atau Usaha Mikro, Kecil dan Memengah (UMKM) dapat memanfaatkan instentif PPh Final DTP untuk masa pajak April 2020 dengan mengajukan Surat Keterangan PP23 sebelum penyampaian laporan realisasi PPh Final ditanggung pemerintah paling lambat 20 Mei 2020.

Hestu mengingatkan, pemenuhan persyaratan insentif pajak secara online dapat dilakukan dengan login pada www.pajak.go.id dan menyampaikan pemberitahuan atau pengajuan surat keterangan yang tersedia pada menu Layanan–Info KSWP–Profil Pemenuhan Kewajiban Saya. 

"Fasilitas berlaku sejak masa pajak pemberitahuan disampaikan atau saat surat keterangan diterbitkan hingga masa pajak September 2020," kata Hestu.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Pajak, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), COVID-19

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.77 3,911.41
British Pound GBP 1.00 18,207.72 18,022.14
China Yuan CNY 1.00 2,071.84 2,051.05
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,842.85 14,695.16
Dolar Australia AUD 1.00 9,831.90 9,732.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,914.56 1,895.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,465.24 10,357.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,359.79 16,191.13
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.37 3,372.77
Yen Jepang JPY 100.00 13,763.77 13,625.55
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4716.185 74.630 692
2 Agriculture 971.797 8.596 22
3 Mining 1243.286 -3.438 49
4 Basic Industry and Chemicals 724.798 14.451 78
5 Miscellanous Industry 829.469 25.291 52
6 Consumer Goods 1817.766 -5.862 58
7 Cons., Property & Real Estate 327.509 7.548 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 861.001 -11.328 78
9 Finance 949.013 35.801 93
10 Trade & Service 603.876 4.899 172
No Code Prev Close Change %
1 MCAS 760 950 190 25.00
2 DIVA 655 815 160 24.43
3 VICO 100 124 24 24.00
4 WIIM 115 139 24 20.87
5 NELY 124 146 22 17.74
6 PALM 171 199 28 16.37
7 HDIT 450 520 70 15.56
8 KBLM 284 320 36 12.68
9 DMMX 71 80 9 12.68
10 LPKR 150 169 19 12.67
No Code Prev Close Change %
1 NIRO 143 133 -10 -6.99
2 GLVA 258 240 -18 -6.98
3 HRME 173 161 -12 -6.94
4 TRIS 260 242 -18 -6.92
5 NFCX 1,300 1,210 -90 -6.92
6 IFSH 290 270 -20 -6.90
7 MAPB 1,680 1,565 -115 -6.85
8 ALKA 440 410 -30 -6.82
9 EMTK 4,990 4,650 -340 -6.81
10 KRAH 446 416 -30 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 ICBP 8,325 8,325 0 0.00
2 BBRI 2,630 2,730 100 3.80
3 INDF 5,600 5,675 75 1.34
4 PURA 74 75 1 1.35
5 BBCA 24,825 26,475 1,650 6.65
6 TLKM 3,170 3,130 -40 -1.26
7 BMRI 4,110 4,290 180 4.38
8 BBNI 3,630 3,660 30 0.83
9 ASII 4,350 4,540 190 4.37
10 UNVR 8,200 8,025 -175 -2.13