Masuk Bursa saat Pandemi, Saham Cashlez Tetap Diburu Investor

Masuk Bursa saat Pandemi, Saham Cashlez Tetap Diburu Investor Kredit Foto: Caahlez Indonesia Worldwide

PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (Cashlez), perusahaan finansial teknologi yang bergerak di bidang Payment Gateway, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan ticker code CASH. Meski di tengah pandemi Covid?19, Cashlez tetap optimistis memulai langkah baru di bursa papan akselerasi. 

 

Pada hari pertama diperdagangkan, saham Cashlez meroket 9,71% atau 34 ke Rp384 per saham. Kala IPO, perseroan menawarkan harga Rp350 per saham. 

 

Presiden Direktur PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk Tee Teddy Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya berharap dengan adanya Penawaran Umum Perdana Saham ((Initial Public Offering/IPO) ini dapat mendukung pengembangan bisnis melalui sinergi dari berbagai pihak.

 

“Melalui IPO ini, kami dapat terus berinovasi dalam mengembangkan bisnis dan salah satunya adalah akuisisi STI yang menurut kami sangat strategis untuk pertumbuhan bisnis kami,” ujar Teddy, dalam keterangan resmi di Jakarta, Seni (4/5/2020). 

 

Baca Juga: Bidik Rp87,5 M Lewat IPO, Begini Perkembangan Bisnis Fintek Cashlez Selama 5 Tahun

 

Dari IPO ini, Cashlez melepas jumlah saham sebanyak 250 juta saham baru, dengan harga Rp350 per saham. Jumlah modal ini meliputi sekitar 17,5% dari modal disetor dan ditempatkan pada Cashlez. Secara bersamaan, Perseroan juga menerbitkan Waran Seri I dengan rasio 1:1.

 

Teddy Setiawan melanjutkan, melalui langkah IPO ini, Cashlez telah memperoleh dana segar sebesar Rp87,5 miliar. Sekitar 61,31% dari dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi PT Softorb Technology Indonesia (STI), sesuai dengan rencana Perseroan. Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan.

 

Akuisisi tersebut diharapkan dapat menciptakan sinergi untuk pengembangan bisnis, salah satunya melalui jumlah merchant yang bergabung bersama Cashlez. Sampai saat ini, jumlah merchant Cashlez mencapai lebih dari 7.000 merchants, 88% diantaranya terdiri dari usaha menengah kecil mikro (UMKM). 

 

Untuk akhir tahun ini, jumlah merchant yang bergabung dengan Cashlez diproyeksikan akan mencapai 10.000 merchants. Dalam hal pertambahan jumlah merchant ini, Cashlez turut berpartisipasi membantu proses digitalisasi UMKM ditengah pandemi Covid?19,” terangnya. 

 

Baca Juga: Cashlez Kantongi Pra Efektif IPO dari OJK

 

Sebagai catatan, kinerja perusahaan Cashlez di tahun 2019 meningkat jika dibandingkan dari tahun sebelumnya. Nilai Gross Transaction Value (GTV) Perseroan pada akhir tahun 2019 meningkat menjadi Rp3.811 miliar atau sebesar 183% year on year (YoY) growth dari tahun 2018. Target peningkatan GTV selanjutnya diproyeksikan 3 kali lipat dari hasil di tahun 2019.

 

“Sebagai perusahaan yang dapat menyediakan multi payment dengan One Stop Solution kami berharap melalui IPO ini dapat terus bertumbuh dan mendorong perekonomian Indonesia dengan membantu para pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah,” tutup Teddy.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini