Pandemi Bawa Ketidakpastian, PP Properti PD Bisa Cetak Pendapatan Hingga Triliunan Rupiah

Pandemi Bawa Ketidakpastian, PP Properti PD Bisa Cetak Pendapatan Hingga Triliunan Rupiah Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT PP Properti Tbk (PPRO) masih optimis pada tahun ini bisa mencetak pendapatan sekitar Rp3 Triliun dan laba komprehensif di sekitar Rp500 miliar, meski marketing sales diprediksi turun menjadi Rp2,5 triliun. 

 

Sebelumnya, anak usaha PT PP (PErsero) Tbk (PTPP) ini berharap marketing sales akan mencapai sebesar Rp3,8 triliun, pendapatan Rp3,1 triliun dengan laba bersih Rp346 miliar.

 

Perseroan memiliki beberapa startegi dalam menghadapi ketidakpastian kondisi pandemi yang terjadi saat ini. Secara umum kondisi saat ini memberikan dampak terhadap pencapaian kinerja, hampir diseluruh industri termasuk industri properti.

 

“Dalam menghadapi kondisi saat ini, sejumlah langkah antisipasi telah kami siapkan dan sedang kami jalankan untuk meminimalisir dampak pandemi terhadap kinerja baik di segmen Realty, Hospitality maupun commercial” ujar, Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (5/5/2020). 

 

Baca Juga: Diterjang Covid-19, Saham BUMN dan Properti Tak Prospektif

 

Lebih lanjut Ia menuturkan bila langkah antisipasi yang pertama, perseroan akan menunda rencana belanja modal baru (Capex). Lalu, yang kedua PPRO akan mengefisiensikan biaya usaha dan biaya operasional, salah satunya dengan melakukan Pembatasan jam operasional di sejumlah hotel dan shopping mall. 

 

Selanjutnya, perseroan juga akan fokus melaksanakan serah terima unit apartemen dan kemudian melakukan pengembangan lahan yang telah dimiliki.

 

“Dengan diserahterimakannya unit-unit tersebut ke konsumen akan meningkatkan draw done (pembayaran) dari bank ke Perseroan untuk konsumen yang membayar dengan cara KPA, sehingga arus kas perseroan tetap terjaga,” ucapnya. 

 

Diketahui Di sektor Realty, perseroan fokus untuk menyelesaikan proses pembangunan apartemen yang siap di serahterimakan di tahun ini, yang mana unit tersebut sudah terjual dan pembangunan apartemennya sedang berjalan.

 

Baca Juga: Masuk Bursa Saat Pandemi Corona, Saham Perusahaan Properti Ramai Diburu Investor

 

Adapun beberapa yang akan diserahterimakan dalam tahun ini antara lain; di Surabaya terdapat Grand Sungkono Lagoon Tower Caspian dan Grand Dharmahusada Lagoon, di Malang- Begawan apartemen, di Semarang- Amartha View dan The-Alton, di Depok – Evenciio dan di BSD-The Ayoma Apartemen.

 

“Dalam kondisi pasar yang kurang menentu, kami telah membuat beberapa keputusan yang terbaik bagi para karyawan, konsumen, stakeholder dan shareholder kami, serta memberikan apresiasi khusus kepada konsumen-konsumen, khusunya konsumen besar yang tetap memenuhi kewajiban pembayarannya’ ungkap Taufik.

 

terakhir Taufik mengungkapkan bahwa jika pandemi berakhir pada bulan juni tahun 2020, perseroan berencana melaunching beberapa proyek diantaranya, apartemen baru di sekitar Universitas Petra Surabaya, di sekitar UGM Yogya dan landed house di Cibubur, dengan melihat kondisi pasar pasca covid di akhir tahun ini.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini