Soal Peretasan Tokopedia, Pakar: Pemerintah Jangan Hanya Terima Laporan, Lakukan Hal Ini

Soal Peretasan Tokopedia, Pakar: Pemerintah Jangan Hanya Terima Laporan, Lakukan Hal Ini Kredit Foto: Tokopedia

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari kasus peretasan data pengguna Tokopedia yang diungkapkan ke publik pada akhir pekan lalu.

15 juta dari 91 juta data pelanggan Tokopedia yang diretas oleh Whysodank diklaim telah diterbitkan di situs Raid Forum. Keterangan dari perusahaan besutan William Tanuwijaya itu menyebut, kata sandi yang diretas dari server-nya masih belum terbongkar dan tak ada informasi transaksi yang bocor.

Namun tetap saja, berbagai kritik telah dilontarkan kepada perusahaan akibat fenomena tersebut. "Meskipun kata sandi belum diretas sejauh ini, nomor telepon dan surel adalah data sensitif yang rentan terhadap kejahatan siber," kata Konsultan Keamanan Siber, Teguh Aprianto, dikutip dari KrAsia, Rabu (6/5/2020).

Baca Juga: Soal Dugaan Kebocoran Data Tokopedia, Pakar: Tinggal Tunggu Waktu Sampai Gembok Data Dibongkar

Baca Juga: Catat, Begini Tips Aman Belanja Online, Biar Enggak Di-hack! 

Peretasan merupakan momok bagi perusahaan teknologi manapun. Tahun lalu, Bukalapak juga mengonfirmasi adanya upaya peretasan, tetapi diklaim gagal oleh perusahaan.

Menanggapi insiden peretasan terbaru, Bukalapak mengklaim telah menerapkan sistem perlindungan berlapis dalam menerima, menyimpan, dan memproses data pengguna. "Perlindungan data pelanggan adalah prioritas kami, jadi kami terus meningkatkan keamanan," tambah Head of Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibisono.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini