Portal Berita Ekonomi Sabtu, 11 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,84% pada level 25.727.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,81% pada level 2.150.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 1,06% pada level 22.290.
  • 16:31 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,95% pada level 3.383.
  • 16:31 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,63% pada level 2.652.
  • 16:30 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,11% pada level 6.056.
  • 16:29 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 7,00 CNY/USD.
  • 16:28 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,28% terhadap Dollar AS pada level 14.435 IDR/USD.

Wadaw! Anies Buka-bukaan ke Media Asing Soal Lambannya Pemerintah Pusat Respons Covid-19

Wadaw! Anies Buka-bukaan ke Media Asing Soal Lambannya Pemerintah Pusat Respons Covid-19
WE Online, Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai memantau dan melacak kasus-kasus potensial virus corona pada medio Januari, atau lebih sebulan sebelum pemerintah pusat terlambat melaporkan kasus positif Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020.

Gubernur DKI, Anies Baswedan, telah menunjukkan kontradiksi dengan pemerintah pusat dengan menyatakan bahwa jumlah kasus Covid-19 'jauh lebih tinggi' daripada yang ditunjukkan angka resmi yang dirilis ke publik.

Baca Juga: Gak Terima Dibilang Tak Sanggup Bayar Bansos, Anies Langsung Pamer Duit Segini Bos!!

"Inilah saatnya para pembuat kebijakan perlu memercayai sains (ilmu pengetahuan)," ucap Anies saat diwawancara The Sydney Morning Herald, yang diterbitkan edisi Kamis (7/5/2020).

Dalam kritik pedasnya terhadap respons Pemerintah Indonesia yang dianggap lamban merespons pandemi ini, Anies yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat (AS) dilabeli The Sydney Morning Herald menyerupai sikap Gubernur New York Andrew Cuomo (yang 'melawan' Donald Trump): kedua laki-laki tersebut bertindak cepat untuk mengendalikan virus.

Keduanya (baik Anies maupun Cuomo) harus berhadapan dengan para presiden yang bertindak kurang cekatan dan keduanya telah memenangkan pujian untuk pekerjaan mereka, yang mencoba menyelamatkan hidup di kota-kota padat penduduk. Jakarta memiliki populasi sekitar 10 juta jiwa, sedangkan New York City memiliki 8,3 juta jiwa.

Kepada The Sydney Morning Herald dan The Age, Anies mengungkapkan, pada 6 Januari lalu, setelah mendengar tentang kasus pertama virus corona di Wuhan, China, ia langsung bergerak cepat. "Kami mulai mengadakan pertemuan dengan semua rumah sakit di Jakarta, memberi tahu mereka tentang (apa) pada waktu itu kami menyebut (penyakit) 'pneumonia Wuhan'-belum ada (nama) Covid."

Nomor saluran telepon (hotline) dibuat untuk 190 rumah sakit di Jakarta bagi masyarakat yang merasa suspek terkena virus corona dan ingin berkonsultasi. "Jumlahnya terus meningkat pada Januari, pada Februari, dan kemudian segera kami menetapkan keputusan pemerintah... untuk semua orang di kantor kami-di Pemprov DKI-mereka semua diberi tugas untuk menangani Covid ini," kata Anies.

Anies melanjutkan, "Dan kemudian ketika jumlahnya mulai naik terus, pada waktu itu kami tidak diizinkan melakukan pengujian. Jadi, setiap kali kami memiliki kasus, kami mengirimkan sampel ke laboratorium nasional (yang dikendalikan pemerintah/Kemenkes). Dan kemudian laboratorium nasional akan menginformasikan, positif atau negatif. Pada akhir Februari, kami bertanya-tanya mengapa semuanya negatif?"

Anies menambahkan, "Pada waktu itu saya memutuskan untuk membuka data ke publik dan saya katakan kami telah memantau, inilah angkanya. Segera itu semacam ditanggapi oleh Kementerian (Kesehatan) yang mengatakan kami (di DKI) tidak memiliki kasus positif."

Sepanjang Januari dan Februari lalu, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus berulang kali menyangkal Indonesia memiliki kasus virus corona--meskipun ada banyak bukti yang bertentangan--karena berkat 'kekuatan doa'. Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kesempatan berbeda telah mengakui menyembunyikan informasi ke masyarakat untuk menghindari kepanikan.

Pemerintah Indonesia sekarang melaporkan angka-angka virus corona setiap hari. Hanya saja, Anies membantah pandangan optimistis pemerintah pusat bahwa Indonesia telah melalui fase terburuk. "Saya belum yakin apakah kita (kurvanya sudah) merata. Kita harus menunggu beberapa pekan ke depan untuk menyimpulkan apakah tren itu sedang merata atau kita masih bergerak naik," katanya.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Indonesia telah menyatakan, kehidupan diperkirakan akan 'normal' pada Juni atau Juli mendatang. Sayangnya, tenggat target itu sekarang tampaknya mundur ke Agustus 2020. Anies mengaku tidak ingin ikut membuat prediksi.

"Karena saya melihat data, itu tidak mencerminkan sesuatu yang akan segera berakhir. Itulah yang dikatakan oleh para ahli epidemiologi. Ini adalah waktu di mana para pembuat kebijakan perlu memercayai ilmu pengetahuan," kata mantan rektor Universitas Paramadina itu.

Anies juga menyatakan frustrasi dengan kebijakan pemerintah pusat, khususnya dengan Kemenkes, karena kurangnya transparansi. "Dari pihak kami, bersikap transparan dan memberi tahu apa yang harus dilakukan adalah memberikan rasa aman. Namun, Kementerian Kesehatan merasakan sebaliknya, bahwa transparansi akan membuat panik. Itu bukan pandangan kami."

Untuk mendukung klaimnya bahwa Jakarta memiliki lebih banyak kasus positif Covid-19 daripada angka resmi yang dirilis pemerintah, yaitu 4.770 orang positif dan 414 orang meninggal, Anies mengutip data kenaikan tajam jumlah pemakaman menggunakan protokol Covid-19. Angkanya 4.300 layanan pemakaman pada paruh kedua Maret, dan meningkat menjadi 4.590 pemakaman pada April lalu.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Anies Baswedan, COVID-19, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5031.256 -21.538 696
2 Agriculture 1053.805 -9.893 23
3 Mining 1284.564 -7.045 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.577 -2.704 80
5 Miscellanous Industry 872.398 -10.019 52
6 Consumer Goods 1799.024 -18.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 316.058 -3.797 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 893.846 -4.992 78
9 Finance 1112.206 1.603 93
10 Trade & Service 603.264 -3.289 173
No Code Prev Close Change %
1 FITT 53 71 18 33.96
2 UANG 352 440 88 25.00
3 ARGO 1,025 1,280 255 24.88
4 PGUN 260 324 64 24.62
5 LPIN 226 270 44 19.47
6 PRIM 278 320 42 15.11
7 KBLI 408 468 60 14.71
8 PEGE 109 124 15 13.76
9 APLI 110 124 14 12.73
10 MARK 720 805 85 11.81
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 111 100 -11 -9.91
2 PANS 930 865 -65 -6.99
3 NASA 129 120 -9 -6.98
4 GHON 1,650 1,535 -115 -6.97
5 CANI 173 161 -12 -6.94
6 ARTA 348 324 -24 -6.90
7 MREI 5,450 5,075 -375 -6.88
8 BUKK 730 680 -50 -6.85
9 PURA 132 123 -9 -6.82
10 LCKM 352 328 -24 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 438 474 36 8.22
2 KRAS 346 350 4 1.16
3 BCAP 158 159 1 0.63
4 ENVY 126 133 7 5.56
5 BBRI 3,140 3,110 -30 -0.96
6 TOWR 1,070 1,065 -5 -0.47
7 BNGA 755 830 75 9.93
8 BULL 304 326 22 7.24
9 TLKM 3,110 3,110 0 0.00
10 PWON 416 406 -10 -2.40