Portal Berita Ekonomi Selasa, 07 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 3,81% pada level 26.339.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,65% pada level 2.187.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,83% pada level 22.714.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 5,71% pada level 3.332.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,30% pada level 2.687.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,93% pada level 6.276.
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,47% terhadap Yuan pada level 7,03 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,22% terhadap Dollar AS pada level 14.490 IDR/USD.

Mayat ABK WNI Dibuang ke Laut, DPR Teriak: Sangat di Luar Batas Kemanusiaan, Negara Harus Bertindak!

Mayat ABK WNI Dibuang ke Laut, DPR Teriak: Sangat di Luar Batas Kemanusiaan, Negara Harus Bertindak!
WE Online, Jakarta -

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Saleh Partaonan Daulay, mengutuk keras tindakan perbudakan yang dilakukan atas anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal ikan berbendera China. Bahkan diduga akibat perbudakan tersebut tiga ABK harus meregang nyawa di atas kapal. Tragisnya, jenazah ketiga awal kapal tersebut dibuang ke laut.

"Ini adalah tindakan yang sangat di luar batas perikemanusiaan. Tindakan itu bertentangan dengan International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR)," tegas Saleh dalam pesan singkatnya, Sabtu (9/5/2020).

Baca Juga: Air Susu Dibalas Air Tuba: Nyawa ABK WNI Disia-Siakan, TKA China Diperlakukan Baik! Jangan Sampai...

Baca Juga: Waduh, Orangtua ABK Indonesia Tak Tahu Anaknya Dilarung ke Laut

Menurut Saleh, dalam pasal Pasal 7 dan Pasal 8 ICCPR, dijelaskan secara tegas bahwa tidak ada seorang pun yang boleh mengalami penyiksaan, perlakuan keji, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat. Selain itu, tidak boleh ada seorang pun yang diperbudak dalam segala bentuknya dan melakukan kerja paksa. 

Lanjutnya, ICCPR ini adalah panduan dasar masyarakat dunia dalam memajukan penghormatan universal dan pentaatan atas hak asasi dan kebebasan manusia dan ditandatangani oleh 74 negara.

"Tindakan keji yang dilakukan tentu telah merusak prinsip dasar penegakan HAM. Tindakan tersebut tidak boleh dibiarkan. Sudah sepatutnya, para pelaku dituntut di Mahkamah HAM internasional," ungkapnya.

Lanjut Saleh, dalam konteks ini, Indonesia diminta melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan dalam mengusut tuntas kasus ini. Adalah kewajiban negara untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga: Produsen Mobil Ini Himpun Pinjaman Rp8,4 T Tanpa Jaminan dari Bank China

Termasuk puluhan ribu orang WNI yang saat ini bekerja sebagai ABK di banyak negara. Padahal, rakyat Indonesia selalu memperlakulan orang asing dengan baik. Menghormati mereka dan tidak pernah mengganggu mereka. 

"Mestinya, WNI yang bekerja di luar negeri pun harus diberi penghormatan. Sungguh sangat tidak adil. TKA China kita perlakukan dengan baik. Mengapa WNI kita tidak dilindungi ketika bekerja di sana? Jangan sampai, bangsa kita selalu inferior jika berhadapan dengan negara lain," keluhnya.

Dalam rapat pada hari Kamis (7/5/2020) yang lalu, Komisi IX telah meminta agar BP2MI melakukan investigasi terhadap hal ini. Tentu mereka tidak bisa sendiri. Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri juga diminta untuk ikut terlibat aktif. Semua upaya harus dilakukan dalam membela dan melindungi WNI yang bekerja di luar negeri. 

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Anak Buah Kapal, Warga Negara Indonesia (WNI), Tenaga Kerja Asing (TKA), China (Tiongkok), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Hak Asasi Manusia (HAM)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,897.77 3,858.57
British Pound GBP 1.00 18,246.90 18,058.10
China Yuan CNY 1.00 2,071.43 2,050.56
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,619.74 14,474.27
Dolar Australia AUD 1.00 10,172.42 10,063.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,886.39 1,867.60
Dolar Singapura SGD 1.00 10,498.92 10,390.72
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,477.91 16,312.50
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,415.83 3,377.89
Yen Jepang JPY 100.00 13,571.98 13,435.69
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4988.866 15.072 695
2 Agriculture 1045.460 10.258 22
3 Mining 1286.898 18.399 48
4 Basic Industry and Chemicals 757.405 6.942 80
5 Miscellanous Industry 875.383 0.445 52
6 Consumer Goods 1815.510 0.031 57
7 Cons., Property & Real Estate 319.383 -1.778 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 894.669 -2.909 78
9 Finance 1078.408 5.109 93
10 Trade & Service 606.641 1.044 173
No Code Prev Close Change %
1 UANG Tbk. 125 168 43
2
3
4
5
6
7
8
9
10
No Code Prev Close Change %
1 AMFG Tbk. 2,860 2,660 -200
2
3
4
5
6
7
8
9
10
No Code Prev Close Change %
1 TOWR Tbk. 1,090 1,110 20
2
3
4
5
6
7
8
9
10