Portal Berita Ekonomi Rabu, 03 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:29 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,37% terhadap Yen pada level 7,10 CNY/USD.
  • 21:25 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,59% terhadap Poundsterling pada level 1,2566 USD/GBP.
  • 21:24 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,44% terhadap Euro pada level 1,1185 USD/EUR.
  • 21:22 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.744 USD/troy ounce.
  • 21:20 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 39,09 USD/barel.
  • 21:19 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 35,93 USD/barel.
  • 21:16 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka negatif 0,01% pada level 9.551.
  • 21:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,58% pada level 25.623.
  • 21:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,14% pada level 3.060.

Pakar Bilang Dunia Internasional Akan Terbagi Dua Setelah Pandemi Corona karena...

Pakar Bilang Dunia Internasional Akan Terbagi Dua Setelah Pandemi Corona karena...
WE Online, New Delhi -

Wabah Covid-19 telah membuat dunia terhenti dengan lebih dari satu juta kasus yang dikonfirmasi. Namun, bahkan di tengah krisis yang parah, Amerika Serikat (AS) dan China terus berceloteh tentang asal virus ini dan keduanya saling menyalahkan.

Deepak Bali, seorang ahli hubungan internasional dari India mengatakan, dengan wabah virus yang telah secara besar-besaran mempengaruhi semua negara, terutama Barat, dia percaya bahwa dunia pasca Covid-19 akan memiliki dua kutub yang berbeda menuju bipolaritas.

Baca Juga: Innalillahi... Kasus Covid-19 Seluruh Dunia Sudah Tembus 4 Juta!

"kita melihat munculnya tatanan global baru, di mana China telah mengumumkan kedatangannya dan meskipun negara itu tidak akan secara terbuka menyatakannya, peningkatan kegiatannya membuktikan fakta bahwa ia ada di sana untuk menantang Hegemoni AS," ucap Deepak, seperti dilansir Sputnik.

Menjelaskan posisi China dalam tatanan dunia pasca Covid-19, Deepak mengatakan bahwa upaya China untuk melawan hegemoni AS sejatinya sudah terjadi sebelum pandemi muncul.

“AS telah melihat penghematan. Bukan krisis ini yang membuat AS mundur, tetapi meletus sejak China memprakarsai Belt and Road Initiative (BRI)," ucapnya.

BRI adalah kampanye China untuk mempromosikan pembangunan, perdagangan, infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi dengan menghubungkan Asia dengan Afrika dan Eropa melalui jaringan darat dan maritim di sepanjang enam koridor.

Sebagai bagian dari perdagangan Belt and Road-nya, Presiden China, Xi Jinping bahkan telah berjanji untuk melanjutkan “Jalan Sutra Kesehatan” bersama dengan penyebaran bantuan medis ke Eropa, negara-negara Afrika, dan Asia Tengah.

Deepak mengatakan bahwa dari perspektif ini, itu adalah kontes hegemonik yang sudah dekat. Tetapi, dia mengatakan, Covid-19 dan tatanan dunia pasca-pandemi akan membuat dua kutub yang berbeda menuju ke arah bipolaritas.

"China telah muncul sebagai salah satu kutub terkuat yang memperebutkan hegemoni AS dan banyak orang di seluruh dunia, baik di Eropa, Afrika, Asia Tengah, Amerika Latin, China Selatan, sehingga negara-negara yang telah saling berhubungan perdagangan dan investasi dengan Tiongkok akan terus berlanjut. melihat ke China untuk kolaborasi, bantuan, bantuan, dan China melakukan hal yang sama,” katanya.

Terlepas dari bipolaritas, Deepak telah memprediksi munculnya kecenderungan proteksionis di dunia pasca-pandemi ini.

Meskipun mereka sudah ada, katanya, tatanan dunia baru akan melihat tingkat kecenderungan proteksionis yang ekstrem, apakah itu perdagangan atau diplomasi, dan AS tidak akan melakukan banyak upaya di arena internasional dalam hal ini.

“Negara-negara Eropa dan sekutu AS secara bertahap akan menarik dan memindahkan investasi mereka ke beberapa negara lain, termasuk kebangkitan industri di negara mereka sendiri. Setelah krisis ini, orang akan menyadari bahwa ketergantungan yang berlebihan pada negara apa pun, terutama manufaktur, akan menciptakan masalah," tukasnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Virus Corona, COVID-19, Virus 2019-nCoV

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/China Daily

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,882.91 3,843.25
British Pound GBP 1.00 18,199.19 18,015.22
China Yuan CNY 1.00 2,046.41 2,025.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,574.51 14,429.49
Dolar Australia AUD 1.00 9,881.52 9,780.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.34 1,861.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,360.04 10,254.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,209.77 16,047.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.32 3,355.70
Yen Jepang JPY 100.00 13,541.31 13,402.83
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4847.507 93.895 692
2 Agriculture 966.684 1.753 22
3 Mining 1270.446 32.245 49
4 Basic Industry and Chemicals 759.541 13.808 78
5 Miscellanous Industry 854.205 -4.191 52
6 Consumer Goods 1820.498 13.773 58
7 Cons., Property & Real Estate 326.467 3.510 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 883.534 19.450 78
9 Finance 995.519 33.004 93
10 Trade & Service 611.583 4.950 172
No Code Prev Close Change %
1 ASBI 270 336 66 24.44
2 DIVA 940 1,145 205 21.81
3 BBTN 760 925 165 21.71
4 AKSI 117 141 24 20.51
5 MBTO 59 70 11 18.64
6 TMPO 127 148 21 16.54
7 DUCK 470 540 70 14.89
8 PJAA 466 535 69 14.81
9 PANS 745 855 110 14.77
10 ETWA 64 73 9 14.06
No Code Prev Close Change %
1 DFAM 400 372 -28 -7.00
2 STTP 8,300 7,725 -575 -6.93
3 ARKA 1,300 1,210 -90 -6.92
4 LAND 318 296 -22 -6.92
5 NATO 535 498 -37 -6.92
6 CASS 188 175 -13 -6.91
7 VICO 116 108 -8 -6.90
8 ADES 960 895 -65 -6.77
9 OCAP 150 140 -10 -6.67
10 POLI 1,050 980 -70 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,950 3,180 230 7.80
2 BBTN 760 925 165 21.71
3 PURA 75 77 2 2.67
4 TKIM 3,970 4,260 290 7.30
5 BBCA 25,950 26,800 850 3.28
6 TLKM 3,150 3,250 100 3.17
7 ICBP 8,150 8,475 325 3.99
8 BMRI 4,470 4,620 150 3.36
9 BBNI 3,830 3,970 140 3.66
10 INDF 5,750 6,025 275 4.78