Portal Berita Ekonomi Selasa, 26 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Ilmuwan Laporkan Ada Tanda-tanda Virus Corona di Air Limbah, Bahayakah?

Ilmuwan Laporkan Ada Tanda-tanda Virus Corona di Air Limbah, Bahayakah?
WE Online, Zurich -

Para peneliti di Swiss telah mampu mendeteksi Covid-19, bahkan pada konsentrasi rendah dalam air limbah. Penemuan ini menawarkan sistem peringatan dini yang potensial untuk penyebaran infeksi saat negara-negara lain mulai melonggarkan penguncian wilayah.

Jika sistem bekerja, para peneliti menyebut, sampel limbah dapat membuat pejabat kesehatan masyarakat melihat kebangkitan infeksi Covid-19 lebih awal daripada dengan tes diagnostik.

Baca Juga: Pakar Bilang Dunia Internasional Akan Terbagi Dua Setelah Pandemi Corona karena...

"Air limbah tidak bohong dan itu mencerminkan apa yang diekskresikan oleh publik dalam beberapa jam," kata Christoph Ort dari Institut Federal Sains dan Teknologi Perairan Swiss, yang memimpin tim peneliti, seperti dilansir Channel News Asia

Para ilmuwan dari Institut Teknologi Federal di Zurich (ETH) dan Lausanne (EPFL) mengatakan, metode pengawasan masih membutuhkan perbaikan sebelum dapat menarik kesimpulan yang kuat tentang konsentrasi virus dalam sampel asli.

Namun, hasil awal yang didapat oleh tim peneliti di dua universitas Swiss telah membesarkan hati. Mereka menganalisis sampel air limbah dari Lausanne, Zurich dan Lugano termasuk untuk dua kota Swiss terakhir, sampel dari akhir Februari, ketika kasus infeksi pertama dicatat di Swiss.

Para peneliti berhasil mendeteksi virus Corona di semua sampel. Konsentrasi dalam sampel yang lebih baru sangat tinggi sehingga analisis tampak relatif mudah. Tapi itu tidak terlihat dengan sampel dari bulan Februari.

"Kami tidak berharap bahwa kami sudah dapat mengukur sinyal dalam air limbah dari Lugano, dengan hanya satu, dan dari Zurich, dengan hanya enam kasus yang diketahui," kata Tamar Kohn, peneliti dari EPFL.

Sebelumnya, peneliti Australia mengatakan pada awal bulan ini mereka berharap untuk meluncurkan pengujian luas limbah mentah untuk keberadaan Covid-19 dalam beberapa minggu untuk membantu menentukan komunitas yang berisiko, setelah pilot regional yang sukses.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Limbah, Virus Corona, Virus 2019-nCoV, COVID-19

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Hannah A Bullock and Azaibi Tamin

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,957.63 3,914.08
British Pound GBP 1.00 18,221.51 18,037.26
China Yuan CNY 1.00 2,092.28 2,070.58
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,858.93 14,711.08
Dolar Australia AUD 1.00 9,722.20 9,623.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,917.21 1,898.11
Dolar Singapura SGD 1.00 10,485.45 10,378.92
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,255.67 16,089.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,414.28 3,374.10
Yen Jepang JPY 100.00 13,790.19 13,650.44
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Nov
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10