Portal Berita Ekonomi Jum'at, 29 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:39 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.734 USD/barel.
  • 22:39 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 35,00 USD/barel.
  • 22:38 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 33,71 USD/barel.

Veteran Militer AS Bilang Ketidakpuasan Suriah Terhadap Militer Washington Terus Meningkat

Veteran Militer AS Bilang Ketidakpuasan Suriah Terhadap Militer Washington Terus Meningkat
WE Online, Washington -

Mark Sleboda, seorang veteran militer Amerika Serikat (AS) mengatakan, ketidakpuasan dan perang partisan atas kehadiran AS di timur Suriah akan terus meningkat.

Sleboda menyebut, alasannya adalah karena adanya beberapa suku di Suriah yang tidak senang dengan keputusan AS menjadikan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) sebagai pemimpin Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Baca Juga: Sungguh Biadab! Ternyata AS Bersekongkol dengan Israel Bombardir Suriah

"Insiden ketidakpuasan dan peperangan partisan terhadap pendudukan militer AS ilegal di Suriah timur tidak dapat dihindari dan kemungkinan meningkat dalam frekuensi dan intensitas yang meningkat," ucap pria yang juga adalah analis keamanan dan urusan internasional itu.

"Salah satu alasan utama pemberontakan ini adalah ketidakbahagiaan suku Arab lokal dengan diperintah oleh proksi pilihan AS dari YPG dalam merek SDF yang diorganisir oleh AS. Alasan lainnya adalah keengganan AS untuk memberikan bantuan keuangan dan lainnya yang cukup untuk memulai rekonstruksi wilayah atau memulai kembali kegiatan ekonomi," sambungnya seperti dilansir Sputnik.

Namun demikian, Sleboda mengatakan, AS telah sangat memperkuat pasukannya di Suriah timur dalam beberapa bulan terakhir, khususnya di sekitar ladang minyak Suriah.

Menurutnya, Washington tidak mungkin dengan mudah memberikan kartu terakhirnya untuk pengaruh dalam memaksa perubahan rezim di Damaskus melalui pemerasan politik dan ekonomi.

Sementara itu, jelas Sleboda, di Idlib, berbagai faksi milisi terbagi atas patroli militer gabungan Turki di jalan raya M4 yang strategis, yang membentang dari Latakia ke Saraqib, tempat persinggahannya dengan M5.

Al-Monitor mengutip sumber-sumber lokal yang mengatakan bahwa Hayat Tahrir al-Sham dan kelompok-kelompok militan sekutu mengorganisir aksi untuk memblokir jalan M4. Namun, polisi anti huru hara Turki dan militan yang didukung Turki akhirnya membubarkan aksi Hayat Tahrir al-Sham.

"Ada perpecahan yang pasti antara kelompok-kelompok milisi di Idlib karena menerima gencatan senjata Rusia-Turki, yang akan membuat Turki dan kelompok yang mendukung Ankara pada dasarnya mendapatkan kendali atas Idlib di selatan jalan raya M4 yang penting," ujar Sleboda.

"Ada perpecahan antara proksi Front Pembebasan Nasional (NLF) Turki dan Hayat Tarhir al-Sham dan merupakan faksi dominan yang mengendalikan sebagian besar Idlib, yang menolak ketentuan gencatan senjata, antara faksi garis keras dan pragmatis dalam Hayat Tarhir al-Sham itu sendiri, dan antara Hayat Tarhir al-Sham, dan kelompok-kelompok milisi yang bahkan lebih fundamentalis termasuk Rouse the Believers Operation Room (terdiri dari Hurras al-Din, Andar al-Din, Ansar al-Tawhid, dan Ansar al-Islam ), The Guardians of Religions Organization (GRO), dan sebagian besar formasi milisi asing," ujarnya.

Dia menambahkan, meskipun Turki membubarkan protes yang diorganisir oleh kelompok milisi, Ankara belum menghentikan dukungan militer atau pasokan harian untuk militan di Idlib.

"Ankara tidak mengambil tindakan untuk melucuti atau menghapus militan di selatan M4, seperti yang disyaratkan oleh apa yang disebut perjanjian Sochi 2.0. Selain itu, para milisi ini masih terus melancarkan serangan terhadap pasukan Suriah dan Rusia dan pemerintah Suriah mengendalikan kota-kota dan permukiman di dalam dan sekitar Idlib," tambahnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Suriah, Serangan Suriah, Amerika Serikat (AS), Militer AS

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Sindonews

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43