Portal Berita Ekonomi Kamis, 28 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Awas, Deretan Sektor Ini Rawan Default Akibat Covid-19!

Awas, Deretan Sektor Ini Rawan Default Akibat Covid-19!
WE Online, Jakarta -

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) terus mencermati dampak pandemi Covid-19 bagi perekonomian dan dunia usaha di Indonesia. Salah satunya adalah dengan melakukan revisi outlook hingga peringkat terhadap beberapa perusahaan yang dianggap bakal terimbas langsung maupun tidak langsung oleh kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai salah satu cara meminimalisasi penularan Covid-19 di masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, Pefindo bahkan melihat beberapa perusahaan di sektor industri tertentu cukup rawan atau berpotensi mendapat outlook negatif hingga peringkat gagal bayar (default). Salah satu perusahaan yang mendapatkan rating idSD per 4 Mei 2020 adalah Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas).

Baca Juga: Lockdown Mulai Dilonggarkan, Bursa Global Kembali Bergairah

Pefindo memberikan peringkat default atas produk medium term notes (MTN) milik Perumnas karena perusahaan ini dianggap tidak mampu melunasi utang saat jatuh tempo kemudian. Sementara untuk peringkat Perumnas sendiri, Assistant Vice President Corporate Rating Pefindo, Niken Indiarsih, menyatakan masih akan masuk dalam kategori selective default.

"Karena kami melihat masih ada surat utang lain yang akan di-review terkait dengan pembayaran bunganya. Sementara untuk peringkat utang lainnya kami masih memberikan CCC dan akan kami lihat lainnya," ujar Niken dalam video conference Pefindo bersama awak media, Jumat (8/5/2020).

Selain Perumnas, Niken menyebut sejumlah perusahaan lain juga memiliki risiko gagal bayar yang sama. Sejauh ini, pihak Pefindo disebut masih melakukan review lanjutan, di mana beberapa perusahaan yang kinerjanya terdampak besar oleh pandemi Covid-19 menjadi perhatian khusus. Seperti misalnya sektor ritel dan restoran yang cenderung kehilangan pendapatan akibat penutupan outlet-outletnya di sejumlah daerah.

"Selain itu, ada juga sektor transportasi, seperti penerbangan, jalan tol, hingga perkeretaapian. Lalu juga sektor perhotelan dan pariwisata. Perusahaan-perusahaan di sektor ini masih dalam tahap review secara lebihi mendalam oleh Pefindo," tutur Niken.

Per tanggal 4 Mei 2020 lalu, Pefindo diketahui memang telah memangkas outlook PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) dari semula idA+/Stabil menjadi idA/Negatif. Selain itu, PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) yang dari semula idBBB+/Negatif menjadi idBBB-/Negatif.

"Kami masih akan terus melihat likuiditasnya. Perusahaan yang terdampak, tetapi memiliki fundamental baik, kami yakini usai PSBB kinerjanya nanti justru akan lebih cepat pulih," tegas NIken.

Sementara itu, sektor-sektor industri lain yang tak luput dari pantauan Pefindo dan dinyatakan memiliki outlook yang semua positif/stabil menjadi negatif, di antaranya adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Waskita Toll Road, PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Modernland Realty Tbk (MDLN) yang mendapat outlook Creditwatdh Negatif.

Baca Juga

Tag: PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), COVID-19, Perum Perumnas

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Fajar Sulaiman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,949.10 3,908.77
British Pound GBP 1.00 18,277.97 18,088.76
China Yuan CNY 1.00 2,073.12 2,052.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,834.81 14,687.20
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.83 9,749.36
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,913.58 1,894.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,458.10 10,350.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,263.40 16,097.17
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.95 3,366.31
Yen Jepang JPY 100.00 13,807.53 13,666.33
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4641.555 14.756 692
2 Agriculture 963.201 0.898 22
3 Mining 1246.724 -8.375 49
4 Basic Industry and Chemicals 710.347 10.261 78
5 Miscellanous Industry 804.178 2.663 52
6 Consumer Goods 1823.628 -10.136 58
7 Cons., Property & Real Estate 319.961 0.618 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 872.329 -7.636 78
9 Finance 913.212 8.117 93
10 Trade & Service 598.977 5.924 172
No Code Prev Close Change %
1 BOLA 147 187 40 27.21
2 ARII 605 735 130 21.49
3 DPUM 84 99 15 17.86
4 MCAS 645 760 115 17.83
5 MLPT 462 535 73 15.80
6 DART 260 298 38 14.62
7 TMPO 119 136 17 14.29
8 MARK 442 505 63 14.25
9 IKAN 356 406 50 14.04
10 SCMA 825 940 115 13.94
No Code Prev Close Change %
1 INCI 400 372 -28 -7.00
2 SDPC 100 93 -7 -7.00
3 HRME 186 173 -13 -6.99
4 ICBP 8,950 8,325 -625 -6.98
5 TALF 288 268 -20 -6.94
6 RDTX 4,900 4,560 -340 -6.94
7 STTP 9,400 8,750 -650 -6.91
8 CASS 232 216 -16 -6.90
9 KEEN 290 270 -20 -6.90
10 NFCX 1,395 1,300 -95 -6.81
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,520 2,630 110 4.37
2 PURA 79 74 -5 -6.33
3 TLKM 3,250 3,170 -80 -2.46
4 BBCA 24,850 24,825 -25 -0.10
5 PWON 362 400 38 10.50
6 MDLN 67 68 1 1.49
7 PGAS 890 885 -5 -0.56
8 BTPS 2,360 2,520 160 6.78
9 MNCN 855 910 55 6.43
10 BRIS 290 308 18 6.21