Startup Ini Himpun Rp87,5 M dalam IPO, Lebih Rendah Rp12,5 M dari Target

Startup Ini Himpun Rp87,5 M dalam IPO, Lebih Rendah Rp12,5 M dari Target Kredit Foto: Caahlez Indonesia Worldwide

Startup Cashlez telah menghimpun Rp87,5 miliar dalam proses pendanaan publik (IPO) pertamanya, lebih rendah dari target awal senilai Rp100 miliar.

Dalam proses yang dimulai pekan lalu itu, startup layanan mobile point of sale (mPOS) itu menjual 250 juta saham, masing-masing dibanderol Rp350.

"Startup akan menggunakan hasil IPO untuk membeli 61,31% saham di penyedia solusi teknologi informasi, Softorb Technology Indonesia (STI) yang berfokus pada kartu pintar dan teknologi RFID," lapor DealstreetAsia, dilansir Senin (11/5/2020).

Baca Juga: Bisnis Terpukul Sampai PHK 70% Staf, Startup Sewa Hotel Airy Disebut Bakal Setop Bisnis di Tanah Air

Saham Cashlez mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia Senin (4/5/2020) dan ditutup dengan harga Rp464 pada Rabu (6/5/2020).

Sebelum IPO, Cashlez sudah menghimpun putaran pendanaan Seri A yang dipimpin oleh konglomerat Jepang, Sumitomo Corporation pada 2019. CVC Mandiri Capital pun berpartisipasi dalam pendanaan itu.

Berdiri pada 2015, startup itu mengklaim memiliki 7 ribu penjual sebagai kliennya.

 

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini