Portal Berita Ekonomi Minggu, 19 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:23 WIB. Infrastruktur - Menhub cek kesiapan penerapan one way dari Cikarang hingga Brebes. 
  • 17:21 WIB. Finansial - BCA naikkan pencadangan pembiayaan BCA Finance 1,7%.
  • 17:21 WIB. Batubara - PTBA jual batubara kalori tinggi 526.000 ton hingga April 2019.
  • 17:20 WIB. Pajak - Sri Mulyani: Gerakan boikot bayar banyak penolakan.
  • 17:18 WIB. Hijab - Produsen hijab Marbi rilis produk hijab anti tembem baru.
  • 14:06 WIB. JSMR - Jasa Marga menyebutkan jumlah rest area di tol Trans Jawa sudah memadai.
  • 14:03 WIB. Transportasi - Trayek bus Jakarta-Surabaya melalui tol Trans Jawa akan diluncurkan pada 27 Mei 2019.
  • 13:41 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo membuka wacana memanfaatkan tower masjid sebagai pengganti BTS.

Kadence: 1/3 Masyarakat Perkotaan Memiliki Pekerjaan Sampingan

Kadence: 1/3 Masyarakat Perkotaan Memiliki Pekerjaan Sampingan - Warta Ekonomi

WE Online,Jakarta - Kadence International, perusahaan risert global mengumumkan hasil riset 2014 mengenai pekerjaan sampingan dan pengaruhnyan dalam peningkatkan kelas sosial masyarakat.

Dalam studi ini, Kadence mengambil responden sebanyak 500 orang dari masyarakat perkotaan di tujuh kota Indonesia, seperti Jabodetabek (37%), Bandung (12%), Surabaya (15%) , Semarang (7%), makasar (85), Medan (12%),dan Bali(6%).

Seperti yang di katakan  oleh Vivek Thomas, Managing Direkctor Kadence International-Indonesia, studi ini dilakukan untuk memberi pemahaman tentang pengaruh pekerjaan sampingan dan kontribusinya terhadap  perekonomian Indonesia.

Riset ini dilakuka dengan metode random sampling dan telephonic interview terhadap masyarakat perkotaan  baik pria (49%) dan wanita 51% antara usia 18-20 tahun (10%), hingga usia 46-50(`10%.). responden tertinggi ada diusia 21-25 dan 26-30 tahun yang masing-masing 19% dan 18% pada masyarakat kelas ekonomi atas /SES A sebanyak 19%, SES B 30%, SES C46%, dan SES DE sebanyak 9%.

Hasil riset mengungkapkan, sebanyak 29% dari responden  ternyata memiliki pekerjaan sampingan, dimana  SES A dan SES DE adalah golongan yang memiliki  pekerjaan sampingan paling tinggi, yakni masing-masing 34% dan 35%, sementara SES B dan C masing-masing  19% dan32%.

Vivet mengatakan, rata-rata terjadi  peningkatan pendapatan akibat adanya pekerjaan sampingan ini seperti SES A, dikatakan pendapatan telah meningkat sebesar  48% dari rata-rata  Rp 8 juta/bulan ke Rp11,8 juta  , SES B meningkat sebesar 65% dari rata-rata  Rp 4,6 juta/bulan ke Rp7,6 juta  , SES C meningkat 49% dari rata-rata  Rp 3,5 juta/bulan ke Rp5,2 juta  dan SES DE bertambah 45% dari rata-rata  Rp 2,2 juta/bulan ke Rp3,2 juta

Meski kelas SES A dan SES DE memiliki pekerjaan sampingan hampir sama banyak, namun terdapat alasan signifikan dalam melakukan pekerjaan sampingan. Bagi kelas atas meiliki alasan untuk menambah penghasilan(67%) sementara untuk kelas bawah alasan utamanya adalah untuk membantu keuangan keluarga (37%).

Jenis pekerjaan sampingan yang dipilih pun beragam, mulai dari bisnis online, dan Multi Level Marketing (MLM) hingga usaha warung/toko dan jasa makanan/ ketering.

Dari studi ini, menurut Vivet, ternyata dengan adanya pekerjaan sampingan telah terjadi pula peningkatan  kelas sosial mereka,  pada  SES A terjadi peningkatan sebanyak 2%, kelas SES B meningakat 4% dan SES C terjadi penurunan (akibat naik kelas) sebesar -15% dan SES DE juta terjadi penurunan -1%.

“Melihat pola peningkatan minat terhadap pekerjaan sampingan, kami prediksi tren pekerjaan sampingan di Indonesia akan terus meingkat. Pada tahun 2016 jumlah orang yang memiliki pekerjaan sampingan diperkirakan  akan mencapai 34% dari total masyarakat perkotaan,” ujar Vivet yang didampingi Rajiv Lamba, Deputy Managing Direkctor Kadence International-Indonesia

 

Sufri Yuliardi

Foto:SY  

.

.

  

 

 

Tag: Wirausaha, tenaga kerja, kadence international indonesia, usaha sampingan, Bisnis Online, Multi-level Marketing (MLM)

Penulis/Editor: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,877.91 3,838.59
British Pound GBP 1.00 18,596.48 18,410.88
China Yuan CNY 1.00 2,111.71 2,090.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,541.00 14,397.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,030.38 9,923.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,852.45 1,834.08
Dolar Singapura SGD 1.00 10,592.99 10,486.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,253.93 16,091.53
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,487.05 3,449.21
Yen Jepang JPY 100.00 13,229.92 13,095.32

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5826.868 -68.870 633
2 Agriculture 1361.882 7.481 21
3 Mining 1598.997 5.603 47
4 Basic Industry and Chemicals 690.248 -7.582 71
5 Miscellanous Industry 1172.940 -12.924 46
6 Consumer Goods 2346.553 -28.106 52
7 Cons., Property & Real Estate 429.151 -1.563 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1057.675 -16.951 74
9 Finance 1163.676 -20.827 90
10 Trade & Service 782.534 -2.899 156
No Code Prev Close Change %
1 IIKP 50 65 15 30.00
2 JAST 368 460 92 25.00
3 POSA 370 462 92 24.86
4 APEX 700 840 140 20.00
5 TMPO 156 184 28 17.95
6 SAPX 710 835 125 17.61
7 GOLD 476 555 79 16.60
8 ABMM 1,425 1,650 225 15.79
9 MBTO 121 137 16 13.22
10 AMFG 4,600 5,200 600 13.04
No Code Prev Close Change %
1 SKBM 380 300 -80 -21.05
2 YPAS 660 525 -135 -20.45
3 KKGI 218 185 -33 -15.14
4 GHON 1,400 1,200 -200 -14.29
5 SOCI 226 195 -31 -13.72
6 RDTX 7,000 6,175 -825 -11.79
7 LTLS 675 600 -75 -11.11
8 MYTX 73 65 -8 -10.96
9 TNCA 292 260 -32 -10.96
10 MASA 515 460 -55 -10.68
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,860 3,790 -70 -1.81
2 MNCN 890 920 30 3.37
3 BPTR 92 100 8 8.70
4 POSA 370 462 92 24.86
5 BBCA 26,400 25,900 -500 -1.89
6 TLKM 3,600 3,510 -90 -2.50
7 WAPO 89 83 -6 -6.74
8 BMRI 7,350 7,075 -275 -3.74
9 BBNI 8,175 8,100 -75 -0.92
10 UNTR 24,850 24,825 -25 -0.10