Portal Berita Ekonomi Minggu, 31 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Trump Murka: Tuduh Obama Lakukan Kejahatan Politik Terbesar sepanjang Sejarah, Obamagate!

Trump Murka: Tuduh Obama Lakukan Kejahatan Politik Terbesar sepanjang Sejarah, Obamagate!
WE Online, Washington -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Barack Obama melakukan “kejahatan politik terbesar dalam sejarah AS”, memanaskan kembali perseteruannya dengan pendahulunya itu.

Tuduhan itu dilayangkan Trump melalui sebuah cuitan di Twitter pada Minggu (10/5/2020) dengan mencantumkan sebuah cuitan lain dari pemandu acara bincang-bincang konservatif yang mengklaim Obama "menggunakan minggu-minggu terakhirnya di kantor untuk menargetkan para pejabat yang masuk dan menyabot pemerintahan baru", demikian diwartakan The Guardian.

Baca Juga: Ketika Komentar Barrack Obama Menyentil Kacaunya Kepemimpinan Trump Tangani Pandemi Corona

Pada Senin (11/5/2020) Trump kembali menegaskan tuduhan itu dengan cuitan yang berbunti “Obamagate!”, membandingkan tuduhan tersebut dengan skandal Watergate yang terjadi selama masa pemerintahan Presiden Richard Nixon.

Skandal Watergate adalah skandal politik paling terkenal dalam sejarah Amerika, yang diambil dari nama sebuah kompleks perkantoran, hotel, dan apartemen di Washington DC.

Di sana pada 17 Juni 1972 lima laki-laki ditangkap ketika sedang memasang alat penyadap di kantor Komite Nasional Partai Demokrat.

Skandal itu menjerat Presiden Richard Nixon dari Partai Republik dan berujung pada pengunduran dirinya.

Tuduhan Trump terhadap Obama diduga terkait dengan kasus yang menjerat Michael Flynn, mantan penasihat keamanan nasional Trump yang dia pecat pada 2017.

Flynn berbohong kepada Wakil Presiden Mike Pence tentang percakapan dengan duta besar Rusia mengenai sanksi yang dikenakan oleh pemerintahan Obama sebagai pembalasan atas campur tangan dalam pemilu 2016.

Flynn mengaku bersalah berbohong kepada FBI, namun kemudian mengubah permohonan bersalahnya, sebelum tuduhan terhadap dirinya dicabut sepenuhnya oleh Kementerian Kehakiman yang dipimpin Jaksa Agung William Barr.

Namun, pada Jumat pekan lalu (8/5/2020) bocoran percakapan Obama dengan 3.000 stafnya bocor ke media. Dalam percakapan telepon Obama terdengar mengecam Trump terkait dibebaskannya Flynn, menyebut keputusan itu berisiko terhadap supremasi hukum AS.

"Tidak ada preseden yang dapat ditemukan seseorang untuk seseorang yang dituduh melakukan sumpah palsu bebas begitu saja dari hukuman," kata Obama.

"Itulah hal-hal di mana Anda mulai khawatir bahwa dasar - bukan hanya norma kelembagaan - tetapi pemahaman dasar kita tentang supremasi hukum berisiko."

 

Sebagai respons terhadap komentar tersebut, Trump menuduh Obama dan para stafnya berusaha menggagalkan pemerintahannya dengan sebuah perbuatan kriminal.

Trump telah lama memandang keseluruhan investigasi terhadap upaya Rusia untuk mencampuri pemilu AS 2016 sebagai upaya untuk melemahkan legitimasi kepresidenannya.

Dan ketika bukti muncul bahwa beberapa tim penyelidik FBI terkait Rusia secara pribadi menyatakan kritik terhadap Trump sebagai kandidat presiden saat itu, ia merasa tuduhannya itu divalidasi.

 

Pandangan-pandangan ini semakin diperparah saat mantan Direktur FBI James Comey, mantan Direktur Intelijen Nasional James Clapper, yang merupakan bagian dari komunitas intelijen pada masa Obama, serta Obama sendiri, mengkritik Trump, kebijakannya dan kepresidenannya.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Amerika Serikat (AS), Barack Obama, Donald Trump

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Foto/Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43