Portal Berita Ekonomi Selasa, 26 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Wah, Investor Asing Diyakini Bakal Serbu Lagi Pasar Modal Indonesia

Wah, Investor Asing Diyakini Bakal Serbu Lagi Pasar Modal Indonesia
WE Online, Jakarta -

Kondisi fundamental Indonesia yang cukup baik saat ini dapat membuat para investor asing kembali melirik Indonesia sebagai salah satu negara emerging market yang menjadi tujuan investasi. Hal tersebut juga didukung dengan tingkat real yield Indonesia yang ditawarkan saat ini sekitar 5,45% dinilai atraktif jika dibandingkan dengan negara emerging market lainnya.

 

Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth Ivan Jaya mengatakan bahwa memang belum ada yang tahu pasti apakah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah mencapai bottom atau belum, karena ketidakpastian dari pandemi Covid-19 masih ada.

 

"Sejarah mencatatkan pasar akan bangkit kembali setelah mengalami keterpurukan dan ini bukan pertama kali pasar mengalami kejatuhan,” katanya saat Market Update online, di Jakarta, Selasa (12/5/2020).  

 

Baca Juga: Akhir Sesi II, IHSG Terkoreksi 1,09%

 

Namun lanjut Ivan, yang lebih penting untuk dicermati adalah waktu recovery ketika IHSG masuk pada bear market. Dari sejarahnya, secara rata-rata IHSG membutuhkan waktu selama 11 bulan untuk recover (pertama kali melewati titik puncak sebelumnya) dengan durasi paling lama selama 18 bulan. 

 

“Perlu diingat bahwa kinerja masa lalu bukan jaminan kinerja masa depan, yang terpenting dalam strategi berinvestasi adalah mencari tahu tujuan Investasi, keadaan cash flow dan profil risiko kita. Seorang investor harus menyadari peta kepribadian dirinya," ungkap Ivan.

 

Baca Juga: Ini Dia Faktor yang Membuat Pasar Modal Tak Bertenaga

 

Ivan menilai, yang terpenting dilakukan investor di masa apapun terutama yang baik dilakukan dengan kondisi saat ini adalah diversifikasi aset.

 

Pada saat ini, Ivan menyarankan investor untuk menyesuaikan alokasi aset portofolionya dengan tujuan untuk menurunkan volatilitas portofolio. Untuk investor dengan profil risiko balanced adalah 30% di reksa dana saham, 35% reksa dana pendapatan tetap, 25% di reksa dana pasar uang, dan 10% di deposito. 

 

Sedangkan untuk investor dengan profil risiko agresif idealnya memiliki portofolio yang terdiri dari 60% reksa dana saham, 25% reksa dana pendapatan tetap dan 15% reksa dana pasar uang, dan jangan lupa agar tetap aman investasi dari rumah saja melalui digital yaitu bisa dari internet atau mobile banking.

Baca Juga

Tag: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Saham, Pasar Modal, Investor Asing

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,957.63 3,914.08
British Pound GBP 1.00 18,221.51 18,037.26
China Yuan CNY 1.00 2,092.28 2,070.58
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,858.93 14,711.08
Dolar Australia AUD 1.00 9,722.20 9,623.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,917.21 1,898.11
Dolar Singapura SGD 1.00 10,485.45 10,378.92
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,255.67 16,089.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,414.28 3,374.10
Yen Jepang JPY 100.00 13,790.19 13,650.44
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Nov
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10