Portal Berita Ekonomi Senin, 25 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Gegara Ngide Investigasi Asal-Usul Virus Corona, China Realisasikan Ancaman pada Australia

Gegara Ngide Investigasi Asal-Usul Virus Corona, China Realisasikan Ancaman pada Australia
WE Online, Canberra, Australia -

China benar-benar merealisasikan ancamannya terhadap Australia dengan memblokir ekspor daging negeri kanguru tersebut. Ancaman telah diumbar Beijing setelah Canberra menyerukan penyelidikan internasional tentang asal-usul virus corona baru penyebab penyakit Covid-19.

Aksi China telah membuat para warga Australia khawatir bisa kehilangan pekerajaan. Selama ini, sekitar 18 persen dari produksi daging sapi Australia diekspor ke China. Nilai ekspornya lebih dari 3 miliar dolar per tahun.

Baca Juga: PM Scott Morrison Beberkan Alasan Investigasi Asal-Usul Virus Corona Logis buat Dilakukan

Dalam jangka pendek, situasi ini kemungkinan akan menurunkan harga daging sapi di supermarket-supermarket Australia. Tak hanya itu, sektor industri lain di negara itu diperkirakan akan merasakan tekanan.

Beijing secara resmi berdalih keputusan untuk memblokir ekspor daging Canberra adalah hasil dari masalah dengan pelabelan makanan dan sertifikat kesehatan. Namun, banyak pihak termasuk media-media Australia meyakini pemblokiran ekspor daging itu sebagai pembalasan atas sikap Perdana Menteri Scott Morrison yang menyerukan penyelidikan internasional terkait asal-usul virus corona baru, SARS-CoV-2, yang menyebabkan pandemi Covid-19.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan petugas bea cukai telah mendeteksi pelanggaran yang berulang kali terhadap persyaratan inspeksi dan karantina oleh sedikit perusahaan ekspor daging sapi Australia.

"China telah memutuskan untuk segera menangguhkan secara efektif, memproses empat deklarasi impor perusahaan Australia untuk produk daging," katanya dalam konferensi pers pada hari Selasa.

"Pihak China telah meminta pihak Australia untuk melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menemukan penyebab dan mengatasi masalah tersebut," lanjut dia.

Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham mengatakan apa yang terjadi menyangkut suspensi didasarkan pada masalah yang sangat teknis, dengan beberapa mundur lebih dari setahun.

"Sangat mengecewakan bahwa tidak ada pemberitahuan yang diberikan sebelum penangguhan itu berlaku," katanya, seperti dikutip 9News, Rabu (13/5/2020).

Pada hari Minggu, China mengancam akan "menampar" tarif 80 persen pada produk gandum Australia dan industri susu setelah kedua negara bersitegang. Ancaman Beijing itu bisa membuat beberapa sektor industri lain Australia terkena imbasnya.

Meskipun ada kekhawatiran tentang tindakan Beijing, Senator Simon Birmingham mempertahankan desakan Australia untuk penyelidikan global tentang asal-usul virus corona baru. Menurutnya, tindakan Beijing tak ada kaitannya dengan seruan Canberra tersebut.

"Kami tentu tidak melihat hubungan apa pun dan kami berharap bahwa tidak ada negara mitra lain yang akan melihat hubungan antara faktor-faktor itu," katanya.

Awal bulan ini, Duta Besar Beijing di Canberra memperingatkan orang-orang China akan mempertimbangkan kembali membeli daging sapi Australia jika Perdana Menteri Scott Morrison terus meminta penyelidikan global.

"Masalah asal-usul dan penularan virus perlu dinilai secara ilmiah oleh para profesional medis," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian saat merespons seruan Canberra.

"Manuver politik dalam konteks pandemi hanya akan mengganggu kerja sama anti-virus internasional dan tidak akan mendapatkan dukungan apa pun."

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Australia, China (Tiongkok), COVID-19, Virus Corona, Daging Sapi

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Fajar Sulaiman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,957.63 3,914.08
British Pound GBP 1.00 18,221.51 18,037.26
China Yuan CNY 1.00 2,092.28 2,070.58
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,858.93 14,711.08
Dolar Australia AUD 1.00 9,722.20 9,623.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,917.21 1,898.11
Dolar Singapura SGD 1.00 10,485.45 10,378.92
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,255.67 16,089.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,414.28 3,374.10
Yen Jepang JPY 100.00 13,790.19 13,650.44
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Nov
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10