Portal Berita Ekonomi Minggu, 31 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Iuran Naik, BPJS Kesehatan Optimis Tak Lagi Defisit

Iuran Naik, BPJS Kesehatan Optimis Tak Lagi Defisit
WE Online, Jakarta -

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan optimistis penyesuaian iuran lewat Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 dapat mengatasi defisit keuangan yang terjadi selama ini.

Sebelumnya, pemerintah resmi menaikkan iuran melalui Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Besaran Iuran Kepesertaan Program JKN-KIS yang diterbitkan pada 5 Mei 2020. Penerbitan Perpres tersebut sekaligus merespons putusan Mahkamah Agung yang membatalkan Perpres 75/2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Baca Juga: Kagetkan Banyak Pihak, Fahira Idris: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan di Tengah Pandemi Kurang Tepat

"Kalau nanti Perpres 64 ini berjalan, kita hampir tidak defisit. Kurang lebih bisa diseimbangkan antara cash in dan cash out. Kita sudah punya gambarannya," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, dalam konferensi pers virtual pada Kamis (14/5/2020).

Berdasarkan perarturan itu, iuran kelas mandiri diatur Rp150 ribu per orang per bulan untuk kelas I dan sebesar Rp110 ribu untuk kelas II. Adapun iuran kelas III sebesar Rp25.500 dan akan naik menjadi Rp35 ribu pada 2021. Tarif tiga kelas ini berlaku mulai Juli mendatang.

Kenaikan tarif ini terjadi setelah Mahkamah Agung sebelumnya membatalkan kenikan iuran yang berlaku mulai awal tahun 2020. Akibat putusan Mahkamah Agung, tarif kelas I dan kelas II selama April hingga Juni 2020 ditetapkan sebesar Rp80 ribu dan Rp51 ribu.

Adapun untuk kelas III sebesar Rp25.500. Pembatalan itu dilakukan melalui putusan uji materi terhadap Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan, awal Maret lalu.

Baca Juga

Tag: Asuransi, BPJS Kesehatan, Peraturan Presiden (Perpres)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43