Portal Berita Ekonomi Selasa, 26 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:02 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 35,98 USD/barel.
  • 11:01 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 34,19 USD/barel.
  • 09:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,22% di awal sesi I.

Pemerintah Begitu Sembrono!

Pemerintah Begitu Sembrono!
WE Online, Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani menganggap wacana pemerintah untuk melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terlalu terburu-buru dan sembrono.

"Relaksasi PSBB yang diwacanakan oleh pemerintah ini menurut saya terburu-buru dan terkesan sembrono, mengingat kasus Covid-19 secara nasional belum ada penurunan. Per 13 Mei masih ada penambahan 689 kasus positif," kata Netty, Kamis (1/5/2020).

Netty mengatakan, alasan masyarakat yang diklaim pemerintah tidak dibenarkan. Keluhan datang dari masyarakat, sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD yang mengatakan kesulitan mencari nafkah dan berbelanja ke luar rumah.

Baca Juga: PDIP Malah Minta PSBB Tak Perlu Sampai Tahap Ketiga

Netty pun menyesalkan pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengizinkan semua moda transportasi beroperasi kembali ke luar daerah.

"Pernyataan Menhub menimbulkan kebingungan masyarakat, boleh atau tidaknya ke luar daerah. Sebelumnya semua akses transportasi dari Jakarta ditutup. Dilakukan pemeriksaan kendaraan di tol dan di perbatasan kota. Sekarang dibolehkan, padahal PSBB masih berlanjut, jadi mana yang benar," kata Netty.

Politikus PKS ini menyatakan, inkonsistensi tersebut tidak memenuhi rasa keadilan. Di lain pihak, hanya pejabat dan pebisnis serta kepentingan mendesak yang diperbolehkan ke luar kota. Menurutnya, kebijakan itu malah dapat memperparah penularan, bukan menurunkan kasus penyebaran virus Corona di Tahan Air.

"Dengarkan pertimbangan dari para ahli kesehatan, epidemiologis. Jangan sampai wabah ini berkepanjangan karena keputusan yang sembrono. Termasuk pertimbangan kepala daerah karena mereka yang paling mengerti kondisi lapangan di wilayah masing-masing. Bukankah saat penerapan PSBB juga berangkat dari usulan daerah," ujarnya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), COVID-19

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Dedhez Anggara

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.00 3,910.65
British Pound GBP 1.00 18,129.25 17,941.51
China Yuan CNY 1.00 2,082.33 2,061.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,847.87 14,700.13
Dolar Australia AUD 1.00 9,743.17 9,643.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.16 1,896.03
Dolar Singapura SGD 1.00 10,437.87 10,332.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,200.51 16,037.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.69 3,366.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,767.15 13,627.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Nov
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10