Portal Berita Ekonomi Kamis, 28 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,33% pada level 2.846.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,12% pada level 2.516.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,66% pada level 6.184.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,32% pada level 21.916.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,13% pada level 2.028.

Rezim Xi Jinping Mungkin Saja Diasingkan dari Ekonomi Global karena...

Rezim Xi Jinping Mungkin Saja Diasingkan dari Ekonomi Global karena...
WE Online, Beijing -

Negosiator perdagangan utama China memperingatkan, penanganan pandemi Covid-19 di negaranya, dapat menyebabkan China dikucilkan dari tatanan ekonomi global baru. Mantan Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Ekonomi, Long Yongtu, menambah kekhawatiran Beijing atas dampak jangka panjang pandemi Covid-19.

"China adalah peserta penting dalam globalisasi," ujar Long dikutip The Telegraph, Kamis (14/5/2020).

Baca Juga: Amerika: Hacker China Coba Bobol Informasi Penelitian Corona Milik Kami, Waduh??

Menurut orang yang membantu China mengamankan tempat di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di 2001 itu, Covid-19 telah mendatangkan malapetaka pada rantai pasokan di seluruh dunia dan mengekspos China pada risiko sebagai produsen utama. Gangguan itu juga menyebabkan kekhawatiran atas hilangnya kepercayaan terhadap globalisasi.

China dituduh menutupi jumlah kematian akibat Covid-19 dan tidak bereaksi cukup cepat terhadap wabah saat masa awal. Banyak yang berpendapat, tuduhan China yang meremehkan virus menyebabkan rasa aman yang salah di seluruh dunia dan memperlambat respons global terhadap pandemi.

Meskipun meningkatnya permusuhan internasional terhadap China, Long tetap optimistis tentang prospek jangka panjang untuk globalisasi. Dia tidak meramalkan investasi asing akan meninggalkan China.

"Karena industri manufaktur tetap kuat di China, bersama dengan pasar domestik yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang dipimpin oleh investasi, pandemi ini tidak akan merusak China cukup parah setelah pandemi berakhir," kata Long.

Dia percaya perusahaan akan tetap di China setelah pandemi, karena negara itu masih menarik untuk investasi asing. Peluang baru dan infrastruktur ekonomi akan menarik investasi asing.

"Ketika China meningkatkan lingkungan investasi setelah wabah, peluang baru dan infrastruktur ekonomi akan menarik investasi asing," kata Long.

Dia meminta China lebih membuka pasar domestiknya kepada investor asing. Perusahaan China didorong mengejar lebih banyak merger dan akuisisi di luar negeri. Hal itu sebagai upaya untuk mengintegrasikan China lebih jauh ke dalam rantai industri global.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Ekonomi Global, World Trade Organization (WTO), China (Tiongkok), ekonomi asia, Xi Jinping

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: China Daily/via Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.77 3,911.41
British Pound GBP 1.00 18,207.72 18,022.14
China Yuan CNY 1.00 2,071.84 2,051.05
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,842.85 14,695.16
Dolar Australia AUD 1.00 9,831.90 9,732.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,914.56 1,895.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,465.24 10,357.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,359.79 16,191.13
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.37 3,372.77
Yen Jepang JPY 100.00 13,763.77 13,625.55
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4716.185 74.630 692
2 Agriculture 971.797 8.596 22
3 Mining 1243.286 -3.438 49
4 Basic Industry and Chemicals 724.798 14.451 78
5 Miscellanous Industry 829.469 25.291 52
6 Consumer Goods 1817.766 -5.862 58
7 Cons., Property & Real Estate 327.509 7.548 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 861.001 -11.328 78
9 Finance 949.013 35.801 93
10 Trade & Service 603.876 4.899 172
No Code Prev Close Change %
1 MCAS 760 950 190 25.00
2 DIVA 655 815 160 24.43
3 VICO 100 124 24 24.00
4 WIIM 115 139 24 20.87
5 NELY 124 146 22 17.74
6 PALM 171 199 28 16.37
7 HDIT 450 520 70 15.56
8 KBLM 284 320 36 12.68
9 DMMX 71 80 9 12.68
10 LPKR 150 169 19 12.67
No Code Prev Close Change %
1 NIRO 143 133 -10 -6.99
2 GLVA 258 240 -18 -6.98
3 HRME 173 161 -12 -6.94
4 TRIS 260 242 -18 -6.92
5 NFCX 1,300 1,210 -90 -6.92
6 IFSH 290 270 -20 -6.90
7 MAPB 1,680 1,565 -115 -6.85
8 ALKA 440 410 -30 -6.82
9 EMTK 4,990 4,650 -340 -6.81
10 KRAH 446 416 -30 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 ICBP 8,325 8,325 0 0.00
2 BBRI 2,630 2,730 100 3.80
3 INDF 5,600 5,675 75 1.34
4 PURA 74 75 1 1.35
5 BBCA 24,825 26,475 1,650 6.65
6 TLKM 3,170 3,130 -40 -1.26
7 BMRI 4,110 4,290 180 4.38
8 BBNI 3,630 3,660 30 0.83
9 ASII 4,350 4,540 190 4.37
10 UNVR 8,200 8,025 -175 -2.13