Portal Berita Ekonomi Rabu, 27 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Yuan pada level 7,13 CNY/USD.
  • 18:00 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yen pada level 107,65 JPY/USD.
  • 17:59 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.726 USD/troy ounce.
  • 17:58 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 36,03 USD/barel.
  • 17:57 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 34,06 USD/barel.

Masih Tumbuh Meski di tengah Pandemi, Bos Danareksa Investment Beberkan Jurus Jitunya

Masih Tumbuh Meski di tengah Pandemi, Bos Danareksa Investment Beberkan Jurus Jitunya
WE Online, Jakarta -

Pandemi Covid-19 sudah melanda dunia awal tahun 2020 hingga kini. Berawal dari China, penyakit karena virus corona jenis baru itu menyebar dengan cepat ke seluruh dunia hingga menjadi pandemi. 

 

Di Indonesia, wabah akibat virus corona jenis baru ini sudah berjalan lebih dari dua bulan sejak kasus pertama diumumkan pada awal Maret lalu. Berawal dari Jakarta sebagai episentrum, Covid-19 kini sudah tersebar di berbagai provinsi.

 

Pandemi Covid-19 memukul perekonomian di seluruh dunia. Pembatasan pergerakan sosial membuat aktivitas perekonomian melambat bahkan sebagian sektor berhenti. Pada triwulan pertama 2020 ini pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara mitra dagang Indonesia tercatat kontraksi antara lain Singapura -2,20%, Uni Eropa -2,70% dan China -6,80%. 

 

Baca Juga: Kebijakan OJK Perkuat Dunia Usaha dan Perbankan di Tengah Pandemi Covid-19

 

Beberapa negara masih tumbuh positif namun menurun bila dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2019 seperti Amerika Serikat dan Vietnam yang pada triwulan 2019 tumbuh 2,30% dan 6,79% maka pada triwulan pertama 2020 mengalami penurunan pertumbuhan menjadi 0,30% dan 3,82%. 

 

Perekonomian Indonesia juga turut terkena dampaknya. Pertumbuhan ekonomi yang sebesar 4,97% di triwulan 4 tahun 2019 menjadi tumbuh hanya 2,97% pada triwulan pertama 2020 ini.

 

Pasar modal sendiri sudah bereaksi mengingat kondisi ekonomi yang dipenuhi ketidakpastian ini di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam ke level terendahnya dalam tahun ini pada 24 Maret lalu. Hingga kini Indeks masih bergerak flat pada level 4.500. 

 

Baca Juga: Investor Asing Lari dari Pasar Modal Indonesia, Ini Faktor Utamanya

 

Nyaris seluruh sektor perekonomian terdampak dari pembatasan sosial, perubahan pola hidup masyarakat, dan menurunnya permintaan. Transportasi, pariwisata, discretionary good and services, adalah sektor yang sangat terimbas. Banyak buruh diberhentikan dan sektor informal secara umum berhenti.

 

Danareksa Investment Management (DIM) sebagai manajer investasi mengkaji risiko-risiko yang diambil dalam keputusan investasinya. Walaupun risiko adalah bagian melekat dalam aktivitas berinvestasi, pengelolaan risiko secara terukur tetap menjadi bagian dari proses investasi di DIM.

 

Chief Executive Officer DIM, Marsangap P Tamba, menyebutkan per triwulan I pangsa pasar DIM tercatat tumbuh dari 4,2% menjadi 4,8%. YTD April 2020, dana kelolaan tumbuh 4% menjadi sebesar Rp35 triliun, di mana lebih dari 60 % investasi DIM ada pada instrumen pendapatan tetap termasuk pada obligasi pemerintah dan obligasi korporasi dengan rata-rata peringkat kredit AA. Instrumen ini menjadi faktor utama pertumbuhan dana kelolaan reksa dana DIM selama empat bulan terakhir yang bergerak dari Rp22,7 triliun menjadi hampir sebesar Rp25 triliun.

 

"Kami tentu akan menyesuaikan diri dengan kebutuhan Investor dan perkembangan ekonomi untuk dapat memberikan nilai tambah jangka panjang buat para Investor," kata Marsangap Tamba.

 

Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Indonesia Butuh Investasi Besar

 

Sementara itu, untuk portofolio saham DIM dari beberapa produk reksadana berbasis saham saat ini ditempatkan secara rata-rata pada saham-saham berkapitalisasi besar dengan histori laba yang baik. Tingkat likuditas dari berbagai portfolio DIM saat ini cukup tinggi dan ditempatkan pada bank bank besar atau rata-rata pada bank buku III. Preferensi ini cukup penting untuk menopang kelanjutan investasi jangka panjang.

 

"Kami menyadari fluktuasi jangka pendek akan terus berlanjut di masa yang sulit ini. Pemilihan terhadap instrumen yang lebih likuid dan berkualitas tinggi tentunya akan terus menjadi fokus kami sambil memantau peluang yang mungkin terjadi," kata Marsangap Tamba.

 

Dia menambahkan, kebersamaan Pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk melewati masa situasi sulit ini. Istilah new normal mulai sering disebut-sebut sebagai tatanan baru kehidupan usai  wabah dari virus corona jenis baru ini.

 

Saat ini pandemi COVID-19 di Indonesia sudah terjadi dua bulan lebih sejak kasus pertama diumumkan pada awal Maret 2020. Sejauh ini sudah tercatat lebih dari 15 ribu kasus dengan pertambahan harian yang masih konstan. Sejalan dengan hal tersebut, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah diterapkan di beberapa daerah dan respon masyarakat dalam menghadapi krisis di mana pentingnya disiplin menjaga jarak dan menjaga kesehatan diri semakin meningkat.

 

Sementara itu, beberapa negara sudah bersiap terhadap pembatasan yang lebih ringan untuk memastikan ekonomi bisa mulai berjalan lagi. Berbagai stimulus dan relaksasi sudah digelontorkan dalam upaya pemulihan perekonomian.

Baca Juga

Tag: PT Danareksa Investment Management, Pasar Modal, Saham, Reksa Dana

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Annisa Nurfitriyani

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.00 3,910.65
British Pound GBP 1.00 18,129.25 17,941.51
China Yuan CNY 1.00 2,082.33 2,061.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,847.87 14,700.13
Dolar Australia AUD 1.00 9,743.17 9,643.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.16 1,896.03
Dolar Singapura SGD 1.00 10,437.87 10,332.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,200.51 16,037.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.69 3,366.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,767.15 13,627.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4626.799 80.847 692
2 Agriculture 962.303 -5.448 22
3 Mining 1255.099 16.003 49
4 Basic Industry and Chemicals 700.086 19.036 78
5 Miscellanous Industry 801.515 49.211 52
6 Consumer Goods 1833.764 11.999 58
7 Cons., Property & Real Estate 319.343 -0.308 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 879.965 19.595 78
9 Finance 905.095 18.290 93
10 Trade & Service 593.053 5.938 172
No Code Prev Close Change %
1 MDLN 50 67 17 34.00
2 LPLI 57 70 13 22.81
3 ETWA 50 60 10 20.00
4 LAND 260 300 40 15.38
5 KOBX 85 95 10 11.76
6 WEHA 78 87 9 11.54
7 TRIS 234 260 26 11.11
8 TKIM 4,030 4,470 440 10.92
9 BUVA 55 61 6 10.91
10 ADMG 83 92 9 10.84
No Code Prev Close Change %
1 HRME 200 186 -14 -7.00
2 PSDN 129 120 -9 -6.98
3 PEGE 172 160 -12 -6.98
4 STTP 10,100 9,400 -700 -6.93
5 REAL 58 54 -4 -6.90
6 POLL 8,725 8,125 -600 -6.88
7 INOV 320 298 -22 -6.88
8 AKPI 408 380 -28 -6.86
9 MYOH 1,025 955 -70 -6.83
10 JAST 132 123 -9 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,480 2,520 40 1.61
2 BBCA 23,825 24,850 1,025 4.30
3 PURA 83 79 -4 -4.82
4 ASII 3,970 4,330 360 9.07
5 TOWR 920 930 10 1.09
6 TLKM 3,180 3,250 70 2.20
7 IPTV 386 382 -4 -1.04
8 BMRI 4,070 4,100 30 0.74
9 MDLN 50 67 17 34.00
10 PGAS 830 890 60 7.23