Portal Berita Ekonomi Selasa, 26 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Ogah Setengah-setengah, Anies Tegas Larang Mudik Lokal!

Ogah Setengah-setengah, Anies Tegas Larang Mudik Lokal!
WE Online, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengeluarkan aturan baru terkait aktivitas di Hari Raya Idulfitri. Isinya, Anies ingin pelarangan mudik tidak dilakukan setengah-setengah. Warga Jakarta dilarang lakukan mudik lokal, yakni bepergian ke pinggiran Ibu Kota.

Larangan ini tertuang dalam Pergub Nomor 47/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar dan Atau Masuk Provinsi DKI Jakarta dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19. Anies ingin pergerakan orang keluar masuk Jakarta dibatasi.

"Pengumuman tentang pembatasan kegiatan berpergian keluar kota, masuk atau keluar Provinsi DKI Jakarta. Ini dalam rangka pencegahan Covid-19. Pergub Nomor 47 Tahun 2020. Dengan Pergub ini, seluruh penduduk di Provinsi DKI Jakarta tidak diizinkan bepergian ke luar kawasan Jabodetabek," terangnya di Balai Kota, Jakarta, kemarin (16/5/2020).

Baca Juga: Gawat, Jakarta Bisa Rugi Kalau Anies Tak Batalkan Formula E

Kata Anies, aturan ini sebagai upaya mengendalikan penyebaran Covid-19. Sehingga petugas di lapangan memiliki dasar hukum untuk menindak tegas warga yang masih bandel. "Jangan ada mudik lokal, yang boleh adalah mudik virtual," cetusnya.

Eks Mendikbud ini menegaskan, seluruh aktivitas di Jabodetabek hanya boleh dilakukan jika sesuai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Karena itu masyarakat tetap diimbau berada di rumah agar penyebaran Covid-19 tak semakin meluas.

"Artinya, semua tetap berada di rumah, yang bisa bepergian adalah orang yang karena tugas atau pekerjaannya di 11 sektor yang mendasar. Lebaran atau tidak, sama saja. Virus tidak kenal nama hari. Tidak ada hari besar atau hari biasa. Tidak kenal lebaran atau tidak," kata dia.

Ada pun sektor yang diperbolehkan beraktivitas selama masa PSBB, yakni kesehatan, bahan pangan atau makanan dan minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, kebutuhan sehari-hari, serta pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu.

 

Anies berharap, warga tidak menyianyiakan upaya PSBB yang selama ini dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat sendiri. Anies khawatir PSBB akan sia-sia jika warga tetap bepergian. "Jangan kita membuat kondisi Jabodetabek kembali ke Maret dan membuat usaha yang sudah berjalan selama dua bulan lebih ini menjadi sia-sia," pesannya.

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Baca Juga

Tag: Anies Baswedan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), COVID-19, Virus Corona

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,957.63 3,914.08
British Pound GBP 1.00 18,221.51 18,037.26
China Yuan CNY 1.00 2,092.28 2,070.58
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,858.93 14,711.08
Dolar Australia AUD 1.00 9,722.20 9,623.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,917.21 1,898.11
Dolar Singapura SGD 1.00 10,485.45 10,378.92
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,255.67 16,089.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,414.28 3,374.10
Yen Jepang JPY 100.00 13,790.19 13,650.44
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Nov
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10