Portal Berita Ekonomi Rabu, 27 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Yuan pada level 7,13 CNY/USD.
  • 18:00 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yen pada level 107,65 JPY/USD.
  • 17:59 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.726 USD/troy ounce.
  • 17:58 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 36,03 USD/barel.
  • 17:57 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 34,06 USD/barel.

Pemerhati Politik Bilang Pandemi Corona Bikin Gesekan Geopolitik Global Semakin Kuat karena...

Pemerhati Politik Bilang Pandemi Corona Bikin Gesekan Geopolitik Global Semakin Kuat karena...
WE Online, Nicosia -

Dengan jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi sekitar 4,7 juta orang secara global, dengan lebih dari 300 ribu kematian, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masalah kerja sama muncul di garis depan politik global. Rektor Universitas Eropa Siprus, Kostas Gouliamos menjelaskan mengapa dunia tidak akan pernah sama secara politik dan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Dia menutuskan, ketika China pulih dan sejumlah besar negara-bangsa telah menerapkan penguncian geografis yang sangat ketat, lebih dari sepertiga populasi planet ini hidup dalam kondisi menjauhkan diri dan isolasi diri secara sosial.

Baca Juga: Hewan Ini Digadang Bisa Jadi Penyelamat Nyawa Manusia dari Virus Corona, Kenapa?

Gouliamos mengatakan, dalam kerangka kerja ini, dunia telah memasuki era ketidakpastian dan risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada tingkat mikro-politik, sosial dan ekonomi, konsekuensi dari pandemi ini sangat besar.

"Pada tingkat makro-geopolitik, banyak dari perselisihan dan gesekan yang ada tidak akan hilang atau berkurang. Sebaliknya, Covid-19 akan mempercepat gesekan tersebut," ucap Gouliamos, seperti dilansir Sputnik.

Dirinya menjelaskan, karena perluasan krisis secara holistik, masyarakat di Uni Eropa (UE) dan luar negeri akan menghadapi kelahiran kembali bentuk nasionalisme lama dan baru yang akan membahas masalah apakah aparatur negara saat ini perlu lebih berorientasi regional-nasional atau tidak, seperti yang disiratkan oleh globalisasi.

Menurutnya, lebih banyak multinasionalis yang puas dengan parameter supranasionalisasi negara-bangsa yang tidak merata. Dalam kasus apa pun, jelasnya, krisis fundamentalisme neoliberal yang ada saat ini secara langsung berkaitan dengan kondisi pandemi saat ini.

"Selain itu, saya berpendapat bahwa krisis pandemi akan memperdalam krisis kapitalisme neoliberal, redistribusi kekayaan, kekuasaan dan hubungan kerja. Ini juga mempertanyakan peran negara dalam pasar dan ekonomi global. Negara-negara sudah berusaha memastikan keberlanjutan diri. Bagaimana kebijakan ekonomi bisa berubah di seluruh dunia dan bagaimana ini akan membentuk kembali kebijakan perdagangan," ungkapnya.

"Eurocrisis membuktikan dan masih membuktikan bahwa kegagalan agenda Eropa neoliberal yang digerakkan oleh elit perusahaan transnasional. Negara-bangsa, yang dibimbing oleh tujuan-tujuan elit itu, gagal mempercayai dan memahami satu sama lain dengan dampak yang mendalam bagi warga negara," sambungnya.

Selain itu, menurut Gouliamos, dengan memperkuat praktik-praktik neoliberal dari tata kelola sosial-ekonomi serta kebijakan perdagangan yang muncul pada 1990-an dan 2000-an, negara-negara mendekonstruksi jaringan lembaga sosial mereka yang memainkan peran penting dalam perlindungan dan promosi ekonomi dan kesejahteraan sosial warganya.

"Dalam keadaan ini, sangat penting untuk mengubah model pembangunan neoliberal yang ada. Untuk melakukannya, kita harus mengembangkan model agonis demokrasi yang, antara lain, akan menentukan penghancuran kesenjangan atau ketidaksetaraan dan munculnya keseimbangan perdagangan. Kita harus menciptakan dan menindaklanjuti aparatur demokrasi baru yang didasarkan pada kebiasaan, etos, dan tanggung jawab yang demokratis," tukasnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Pandemi, Virus Corona, COVID-19, World Health Organization (WHO)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: IStockPhoto/Manjurul

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.00 3,910.65
British Pound GBP 1.00 18,129.25 17,941.51
China Yuan CNY 1.00 2,082.33 2,061.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,847.87 14,700.13
Dolar Australia AUD 1.00 9,743.17 9,643.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.16 1,896.03
Dolar Singapura SGD 1.00 10,437.87 10,332.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,200.51 16,037.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.69 3,366.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,767.15 13,627.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4626.799 80.847 692
2 Agriculture 962.303 -5.448 22
3 Mining 1255.099 16.003 49
4 Basic Industry and Chemicals 700.086 19.036 78
5 Miscellanous Industry 801.515 49.211 52
6 Consumer Goods 1833.764 11.999 58
7 Cons., Property & Real Estate 319.343 -0.308 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 879.965 19.595 78
9 Finance 905.095 18.290 93
10 Trade & Service 593.053 5.938 172
No Code Prev Close Change %
1 MDLN 50 67 17 34.00
2 LPLI 57 70 13 22.81
3 ETWA 50 60 10 20.00
4 LAND 260 300 40 15.38
5 KOBX 85 95 10 11.76
6 WEHA 78 87 9 11.54
7 TRIS 234 260 26 11.11
8 TKIM 4,030 4,470 440 10.92
9 BUVA 55 61 6 10.91
10 ADMG 83 92 9 10.84
No Code Prev Close Change %
1 HRME 200 186 -14 -7.00
2 PSDN 129 120 -9 -6.98
3 PEGE 172 160 -12 -6.98
4 STTP 10,100 9,400 -700 -6.93
5 REAL 58 54 -4 -6.90
6 POLL 8,725 8,125 -600 -6.88
7 INOV 320 298 -22 -6.88
8 AKPI 408 380 -28 -6.86
9 MYOH 1,025 955 -70 -6.83
10 JAST 132 123 -9 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,480 2,520 40 1.61
2 BBCA 23,825 24,850 1,025 4.30
3 PURA 83 79 -4 -4.82
4 ASII 3,970 4,330 360 9.07
5 TOWR 920 930 10 1.09
6 TLKM 3,180 3,250 70 2.20
7 IPTV 386 382 -4 -1.04
8 BMRI 4,070 4,100 30 0.74
9 MDLN 50 67 17 34.00
10 PGAS 830 890 60 7.23