Ilmuwan AS Meriset Virus Raksasa yang Hidup di Suhu Rendah, Kerabat Covid-19?

Ilmuwan AS Meriset Virus Raksasa yang Hidup di Suhu Rendah, Kerabat Covid-19? Kredit Foto: IStock

Sementara banyak ilmuwan sedang meneliti bagaimana Covid-19 hidup dalam suhu hangat, sebuah tim ahli di Amerika Serikat (AS) saat ini sedang mempelajari virus raksasa. Virus tersebut diketahui dapat hidup pada suhu yang sangat rendah.

Berukuran tiga kali ukuran Covid-19, virus raksasa berukuran lebih dari 300 nanometer itu dapat bertahan selama ribuan tahun. Ahli virologi belum menyimpulkan apakah virus raksasa itu mampu menginfeksi manusia, tidak seperti Covid-19, yang secara teknis dikenal sebagai SARS-CoV-2.

Baca Juga: Ilmuwan di Dubai Bilang Ada 70 Mutasi Berbeda dari Virus Corona, Hal Normal?

"Virus raksasa sangat kompleks dan beberapa dapat mempertahankan kemampuan untuk menginfeksi setelah dibekukan selama ribuan tahun dalam lapisan es," ucap Kristin Parent, peneliti utama studi Universitas Negeri Michigan (MSU), seperti dilansir Al Arabiya.

“Virus raksasa itu berukuran besar dan rumit. Virus raksasa yang baru-baru ini ditemukan di Siberia dan mempertahankan kemampuan untuk menginfeksi setelah 30.000 tahun di lapisan es," ucap profesor Biokimia dan Biologi Molekuler tersebut.

Chantal Abergel, seorang peneliti yang turut menulis makalah mengenai virus itu, mengatakan pada 2015, sebuah virus raksasa, berukuran 600 nanometer, ditemukan di dalam lapisan es di provinsi Siberia, Rusia. Ditentukan bahwa virus itu tidak menular ke manusia, tetapi bisa menginfeksi amuba.

Menurut laporan MSU, komposisi virus raksasa memungkinkan mereka untuk bertahan di lingkungan yang keras. Laporan itu juga menyatakan, kulit luar dari virus raksasa melindungi genom virus di dalamnya.

Menggunakan spesimen nyata dari virus raksasa, tim ilmuwan MSU meniru tahap infeksi. Tim menggunakan mikroskop Cryo-Electron Microscopy, teknik yang digunakan pada sampel yang didinginkan hingga suhu kriogenik, yaitu antara -150 derajat Celcius hingga -273 derajat Celcius.

Kristin mengatakan, beberapa protein utama yang dilepaskan selama tahap awal infeksi diidentifikasi sebagai yang bertanggung jawab untuk membantu menyelesaikan pengambilan virus.

"Tim tersebut telah merancang model yang dapat digunakan para ilmuwan dalam studi di masa depan untuk meniru tahap infeksi "andal dan dengan frekuensi tinggi," ucapnya.

Dia menuturkan, virus raksasa Inggris jauh terkait dengan jenis virus lain dan karenanya genom, dan hubungannya dengan virus lain dapat dipelajari untuk melihat bagaimana mereka berkembang.

Sementara itu, Abergel mengatakan, studi tentang virus raksasa dapat membantu para ilmuwan memahami asal usul kehidupan di Bumi.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini