Portal Berita Ekonomi Kamis, 28 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:15 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,11% terhadap Poundsterling pada level 1,2275 USD/GBP.
  • 13:14 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Euro pada level 1,1019 USD/EUR.
  • 13:10 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Yen pada level 107,84 JPY/USD.
  • 13:05 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.719 USD/troy ounce.
  • 13:03 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 34,23 USD/barel.
  • 13:02 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 31,85 USD/barel.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,87% di akhir sesi I.

Perpres Kenaikan Iuran BPJS Bisa Digugat Lagi ke MA, Pakar Hukum Bongkar Celahnya

Perpres Kenaikan Iuran BPJS Bisa Digugat Lagi ke MA, Pakar Hukum Bongkar Celahnya
WE Online, Jakarta -

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan berpotensi digugat kembali ke Mahkamah Agung (MA).

Pasalnya, pemerintah kembali menaikan iuran BPJS Kesehatan dengan besaran hampir 100%. Padahal beleid serupa sebelumnya sudah digugat ke MA dan dibatalkan.

Pakar hukum tata negara dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf mengatakan, Pasal 34 Perpres Nomor 64 Tahun 2020 rawan digugat oleh masyarakat. Sebab, pasal tersebut berisi kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang sebelumnya telah dibatalkan oleh MA.

Baca Juga: GNPF Protes Keras Jokowi, sampai Bicara Pemakzulan Presiden!

"Pasal kenaikan tarif, pasal 34, itu yang paling krusial, nominalnya," ujar Asep, Sabtu (16/5/2020).

Asep menuturkan, Perpres 64 Tahun 2020 tidak menjelaskan faktor penyebab kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Beleid itu hanya berisi narasi normatif dan klise tapi tidak menunjukan inti masalah.

"Apakah BPJS butuh dana atau gimana? Apakah saatnya naik tapi salah perhitungan atau gimana? Pokoknya tidak jelas mengani faktor kenaikan. Sangat klise," tandas dia.

Asep menyoroti kenaikan iuran BPJS hampir 100% dalam Perpres 64 Tahun 2020. Ia menyebut landasan kenaikannya tidak dijelaskan dalam beleid tersebut. Apalagi, MA sudah mengingatkan dalam putusannya bahwa kenaikan iuran sudah tidak lagi sesuai dengan prinsip kesehatan masyarakat.

"Jadi kenaikan ini menurut hemat saya agak menabrak rambu-rambu yang dibuat MA waktu mereka membatalkan Perpres sebelumnya," tutur dia.

Asep juga menegaskan kenaikan iuran BPJS tidak tepat waktunya. Saat ini masyarakat sedang kesulitan karena krisis dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) karena wabah corona. Namun ia heran mengapa pemerintah mengambil kesempatan dalam kondisi seperti ini.

"Psikologi masyarakat menengah ke bawah sedang ada problem. Untuk makan sehari-hari saja mereka masih memikirkan. Berat sekarang ini. Masyarakat sedang pertahankan hidup eh (iuran BPJS) naik. Ini sesuatu yang sangat tidak empati," tegas Asep.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: BPJS Kesehatan, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.77 3,911.41
British Pound GBP 1.00 18,207.72 18,022.14
China Yuan CNY 1.00 2,071.84 2,051.05
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,842.85 14,695.16
Dolar Australia AUD 1.00 9,831.90 9,732.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,914.56 1,895.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,465.24 10,357.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,359.79 16,191.13
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.37 3,372.77
Yen Jepang JPY 100.00 13,763.77 13,625.55
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4641.555 14.756 692
2 Agriculture 963.201 0.898 22
3 Mining 1246.724 -8.375 49
4 Basic Industry and Chemicals 710.347 10.261 78
5 Miscellanous Industry 804.178 2.663 52
6 Consumer Goods 1823.628 -10.136 58
7 Cons., Property & Real Estate 319.961 0.618 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 872.329 -7.636 78
9 Finance 913.212 8.117 93
10 Trade & Service 598.977 5.924 172
No Code Prev Close Change %
1 BOLA 147 187 40 27.21
2 ARII 605 735 130 21.49
3 DPUM 84 99 15 17.86
4 MCAS 645 760 115 17.83
5 MLPT 462 535 73 15.80
6 DART 260 298 38 14.62
7 TMPO 119 136 17 14.29
8 MARK 442 505 63 14.25
9 IKAN 356 406 50 14.04
10 SCMA 825 940 115 13.94
No Code Prev Close Change %
1 INCI 400 372 -28 -7.00
2 SDPC 100 93 -7 -7.00
3 HRME 186 173 -13 -6.99
4 ICBP 8,950 8,325 -625 -6.98
5 TALF 288 268 -20 -6.94
6 RDTX 4,900 4,560 -340 -6.94
7 STTP 9,400 8,750 -650 -6.91
8 CASS 232 216 -16 -6.90
9 KEEN 290 270 -20 -6.90
10 NFCX 1,395 1,300 -95 -6.81
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,520 2,630 110 4.37
2 PURA 79 74 -5 -6.33
3 TLKM 3,250 3,170 -80 -2.46
4 BBCA 24,850 24,825 -25 -0.10
5 PWON 362 400 38 10.50
6 MDLN 67 68 1 1.49
7 PGAS 890 885 -5 -0.56
8 BTPS 2,360 2,520 160 6.78
9 MNCN 855 910 55 6.43
10 BRIS 290 308 18 6.21