Portal Berita Ekonomi Selasa, 26 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Berdamai dengan Covid-19? DPD: Berarti Negara Gagal!

Berdamai dengan Covid-19? DPD: Berarti Negara Gagal!
WE Online, Jakarta -

Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Angelo Wake Kako merespons ajakan pemerintah berdamai dengan virus corona sebagai bentuk kegagalan negara dalam menjamin kehidupan warganya.

Menurut Angelo, hal ini dikarenakan sejak penetapan status darurat nasional yang akan berakhir di penghujung Mei, belum ada tanda-tanda perubahan yang menjanjikan, melalui intervensi negara, di mana grafik angka positif corona masih mengalami peningkatan yang signifikan setiap harinya.

"Menyuruh warga negara berdamai dengan corona, berarti kita mengakui bahwa kita kalah dalam pertarungan ini, dan menunjukkan bahwa negara ini gagal menjalankan fungsinya sebagaimana tercantum dalam tujuan nasional pendirian negara bangsa ini, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia," kata Senator asal Nusa Tenggara Timur tersebut pada Senin (18/5/2020).

Baca Juga: Banjir Covid-19, Ratusan WNI Pulang ke Tanah Air Positif Corona

Angelo menilai bahwa sejak awal dirinya sudah melihat ketidakseriusan pemerintah, yang ditandai dengan kebijakan yang bertolak belakang ketika virus corona mulai muncul. Salah satu kegagalan yakni pemberlakuan tiket murah, dan subsidi bagi sektor usaha penerbangan, mengabaikan persiapan infrastruktur kesehatan yang mumpuni untuk menghadapi Covid-19.

"Sejak awal tahun, ketika corona belum teridentifikasi di Indonesia, pemerintah bukannya gelontorkan uang untuk persiapan fasilitas kesehatan, malah memberikan subsidi untuk perusahan penerbangan untuk menggenjot pariwisata, padahal waktu yang cukup dua bulan untuk kita persiapkan faskes sebelum corona teridentifikasi di Indonesia awal Maret," katanya.

"Sekarang, tanpa ada kejelasan indikator keberhasilan dalam penanganan Covid-19, kita udah disuruh berdamai dengan virus. Ini sebenarnya ada negara enggak Indonesia ini," lanjut Angelo.

Senator Lulusan Magister Ketahanan Nasional, Universitas Indonesia, ini juga mengakui bahwa momentum untuk berdamai dengan virus pasti ada, tapi bukan sekarang, di tengah tingginya angka penularan dan tingkat kematian. Menurutnya, itu bisa dilakukan ketika kurva melandai, butuh beberapa bulan lagi.

"Namanya virus nggak akan hilang, tapi bukan sekarang lah disuruh berdamai. Masa berdamai di tengah tingginya angka penularan dan kematian akibat covid? Nanti ada saatnya ketika kurva melandai, baru kita diajak berdamai, sembari mempersiapkan masyarakat untuk memulai sesuatu yang baru di masa depan," tutur Angelo.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: COVID-19, Virus Corona, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Dok Bio Farma

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,957.63 3,914.08
British Pound GBP 1.00 18,221.51 18,037.26
China Yuan CNY 1.00 2,092.28 2,070.58
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,858.93 14,711.08
Dolar Australia AUD 1.00 9,722.20 9,623.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,917.21 1,898.11
Dolar Singapura SGD 1.00 10,485.45 10,378.92
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,255.67 16,089.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,414.28 3,374.10
Yen Jepang JPY 100.00 13,790.19 13,650.44
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Nov
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10